By ZUKRA_SMPN3PPU | At 22.00 | Label : | 0 Comments
GEMAR BERAMAL SALEH DAN BERBAIK SANGKA KEPADA SESAMA
Kompetensi Dasar
1.8. Meyakini
bahwa beramal saleh dan berbaik sangka adalah ajaran pokok agama
2.8. Memiliki
sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
3.8. Memahami
makna perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
4.8. Menyajikan
contoh perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
Kegiatan
1.
Mengamati dan memberi komentar gambar atau
tayangan yang terkait dengan gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Menyimak dan membaca penjelasan mengenai gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Membaca Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12
dan Hadis terkait
4.
Mengajukan pertanyaan tentang cara menumbuhkan
sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama.
5.
Mengajukan pertanyaan mengenai manfaat sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama.
6.
Mendiskusikan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12
dan hadis terkait.
7.
Secara berkelompok mencari contoh-contoh nyata
sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama di
sekolah dan di masyarakat.
8.
Mendiskusikan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap
gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari.
9.
Mendiskusikan dan merumuskan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan hadis terkait.
10.
Menghubungkan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12
dan Hadis terkait.
11.
Merumuskan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari.
12.
Memaparkan rumusan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
13.
Memaparkan hubungan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12
dan Hadis terkait.
14.
Memaparkan
pentingnya perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama.
15.
Memaparkan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka
kepada sesama
dalam kehidupan sehari-hari.
16.
Menanggapi pertanyaan dan memperbaiki paparan.
17.
Menyusun kesimpulan
MATERI
GEMAR BERAMAL SHALIH
DAN HUSNU DZAN
1.
Beramal shalih adalah suatu
pekerjaan yang apabila dilakukan akan memperoleh memanfaatkan baik untuk
dirinya maupun orang lain dengan kata
lain "amilus",yaitu segala
perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal
rasional, al-Qur'an serta as-Sunnah.
2. Syarat-syarat
amal shalih sebagai berikut :
a. Amal saleh dengan mengetahui ilmunya
b.
Amal saleh dikerjakan dengan niat ikhlas.
c.
Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan
petunjuk al-Qur'an dan Hadis
3.
Amal sayy'ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat
baik bagi pelakunya maupun orang lain.
4. Amal saleh ada tiga macam,yaitu:
a)
Amal saleh terhadap Allah Swt.
b)
Amal saleh terhadap manusia
c)
Amal saleh terhadap lingkungan alam
5. Manfaat Beramal Saleh:
a. Diberi ampunan dan pahala besar oleh Allah
(al-Maidah/5)
b. Diberi tambahan petunjuk (Maryam/19:76)
c. Diberi kehidupan yang baik dan layak (an-Nahl/16:
97)
d. Dihapuskan dosa-dosanya (al-Ankabut/29:7
e. Dijauhkan dari
kerugian di dunia dan akhirat(al-Asr/103:1-3.
6. Contoh amal shalih:
a. Taqwa
b. Patuh kepada orang tua dan guru
c. Membantu orang yang membutuhkan
d. Menjenguk saudara/teman yang sakit
e. Memberikan santunan kepada fakir miskin
f. Gotong royong di lingkungan
g. Bersedekah
h. Donor darah
7. Perhatikan ayat-ayat dan hadis tentang beramal shalih
وَالْعَصْرِ
[al-‘Ashr/103:1] Demi
masa.
إِنَّ
الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
[al-‘Ashr/103:2]
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ
[al-‘Ashr/103:3] kecuali
orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati
supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً
مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
[an-Nahl/16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh,
baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan
Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri
balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan.
فَمَن يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:7] Barangsiapa yang mengerjakan
kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ
مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan
kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
اللّهُمَّ
اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ
عَنَّا سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ
Ya
Allah tunjukanlah kepada kami untuk berhias dengan akhlaq yang terbaik karena
tidak ada yang dapat menunjukkan kami kepada hal itu, kecuali Engkau, dan
jauhkanlah kami dari akhlaq yang buruk dan tidak ada yang dapat menjauhkan kami
darinya kecuali Engkau.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ:
قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ
إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ
… رواه الترمذي وغيره
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa
Rasûlullâh SAW telah bersabda, “Orang
mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan
sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”
8. Khusnudzan
adalah baik sangka, berfikir positif,
lawannya suudzan buruk sangka.
9. Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu:
1)
Berbaik sangka kepada Allah Swt.
- taat
kepada Allah
-
memperbagus ibadah dan amal shalih
-
sabar dan ikhlas
-
bersyukur
-
beriman kepada takdir
2)
Berbaik kepada diri sendiri.
-
gigih dan optimis
-
berinisiatif
3) Berbaik sangka kepada orang
lain
-ukhuwah
-empati
- membersihkan hati
10. Manfaat Baik Sangka :
1)
Hidup menjadi tenang dan optimis.
2)
Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan
3)
Membentuk pribadi yang tangguh
4) Menjadi
seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang
lain.
5)
Menjadi seorang kreatif
6)
Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa.
7)
Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik.
8) Terhindar
dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama
9)
Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain.
11. Ayat-ayat dan hadis tentang
husnudzan
يَا
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ
الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ
أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا
اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan
janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang
sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada
Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.
حَدَّثَنَا
عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ
الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ
أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا
تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ
إِخْوَانًا
Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah
mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu
Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang
paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan,
saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah
saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang
bersaudara." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5606)
و
حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا
وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا
تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا
Terjemahan hadits : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Malik Nomor 1412)
Refleksi


