Sabtu, 21 Desember 2019

Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada masa Umayah

By ZUKRA_SMPN3PPU | At 22.12 | Label : | 0 Comments

Bab 13  Sejarah Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan pada masa Umayah
Kompetensi Dasar (KD)
1.13.      Meyakini bahwa pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa bani umayah sebagai bukti nyata agama islam dilaksanakan dengan benar
2.13.      Menunjukkan perilaku tekun sebagai implementasi dalam meneladani ilmuwan pada masa bani umayyah
3.13.      Memahami sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan masa bani umayah
4.13.      Menyajikan rangkaian sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa bani umayah
Proses Pembelajaran
1.       Membaca dan mencermati teks atau bacaan tentang sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
2.       Menyaksikan film atau tayangan yang terkait dengan sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
3.       Menyimak dan membaca penjelasan mengenai sejarah sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
4.       Mengajukan pertanyaan tentang sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
5.       Mengajukan pertanyaan tentang faktor-faktor yang mendukung terjadinya pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
6.       Secara berkelompok mengumpulkan data dan informasi mengenai bukti-bukti sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah.
7.       Mendiskusikan karya dan kiprah tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Umayah.
8.       Mengolah data dan informasi mengenai bukti-bukti sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umayah menjadi paparan yang menarik.
9.       Merumuskan karyadan kiprah tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Umayah.
10.    Memaparkan data dan informasi mengenai bukti-bukti sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan pada masa Umaya.
11.    Memaparkan karya dan kiprah tokoh-tokoh ilmuwan muslim pada masa Umayah.
12.    Menanggapi pertanyaan dalam diskusi.
13.    Merumuskan kesimpulan.
Materi

Daulah Umayyah) atau Kekhalifahan Umayyah, adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafaur Rasyidin di Jazirah Arab dan sekitarnya  Daulah Umayyah mengalami dua periode, yaitu periode di Damaskus dan di Cordoba, Andalusia.

Kekuasaan Bani Umayyah di Damaskus berakhir pada tahun 750 M dan kekhalifahan pindah ke tangan Bani Abbasiyah. Masa keemasan Bani Umayyah di Damaskus adalah pada saat pemerintahan Al-Walid dan Umar bin Abdul Aziz.

Pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia (Spanyol) berdiri selama 275 tahun (756 M – 1031 M), Cordoba menjadi pusat pemerintahannya. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada masa pemerintahan Amir yang ke-8 yakni Abdurrahman an-Nasir dan Amir yang ke-9 yakni Hakam al-Muntasir.

A. Daulah Umayyah di Damaskus (661-750M)
Daulah Umayyah berdiri selama 90 tahun (40 – 132 H / 661 – 750 M). Pendirinya bernama Muawiyah bin Abi Sufyan bin Harb bin Umayyah. Daulah Umayyah menjadikan Damaskus sebagai pusat pemerintahannya. Sebagai pendiri Daulah Umayyah, Muawiyah bin Abi Sufyan sekaligus menjadi Khalifah pertama. Adapun secara lengkap para khalifah Bani Umayyah sebagai berikut:
No.
Nama Khalifah
Masa
No.
Nama Khalifah
Masa
1.
Muawiyah bin Abu Sufyan (Muawiyah I),
660 M-680 M
(41 H-61 H )
8.
Umar bin ‘Abdul ‘Aziz (‘Umar II)
717 M -720M. (99 H -102 H)
2.
Yazid bin Muawiyah (Yazid I)
680 M-683 M.
(61 H-64 H)
9.
Yazid bin ‘Abdul Malik (Yazid II)
720 M-724 M. (102 H-106 H)
3.
Muawiyah bin Yazid (Muawiyah II)
683 M-684 M.(64 H-65 H)
10.
Hisyam bin ‘Abdul Malik
724 M-743 M. (106 H-126 H)
4.
Marwan bin Hakam (Marwan I)
684 M-685 M. (65 H-66 H)
11.
Walid bin Yazid (al-Walid III)
743 M-744 M. (126 H-127 H)
5.
Abdul Malik bin Marwan
685 M-705 M. (66 H -86 H)
12.
Yazid bin Walid (Yazid III)
744 M. (127H)
6.
Al-Walid bin ‘Abdul Malik (al-Walid I)
705 M-715 M. (86 H -97 H)
13.
Ibrahim bin al-Walid
744 M. (127H)
7.
Sulaiman bin ‘Abdul Malik
715 M-717 M. (97 H -99 H)
14.
Marwan bin Muhammad (Marwan II al-Himar)
745M-750 M. (127H-133 H)
Masa Umayyah
Masa Keemasan Daulah Umayyah

1.       Pada saat diperntah oleh al-Walid bin Abdul Malik tercatat suatu perluasan di wilayah Afrika Utara menuju wilayah barat daya,benua Eropa, yaitu pada tahun 711 M. Setelah Aljazair dan Maroko ditundukkan,Tariq bin Ziyad,pemimpin pasukan Islam,menyebrangi selat yang memisahkan Maroko (magrib) dengan benua Eropa,dan mendarat di Gibraltar (Jabal Thariq). Tentara Spanyol dapat dikalahkan. Spanyol menjadi daerah perluasan selanjutnya. Ibu kota Spanyol, Cordoba, dikuasai dengan cepat. Setelah itu kota-kota lain seperti Sevilla, Elvira, dan Toledo.
2.      Di zaman Umar bin Abdul Aziz, perluasan wilayah dilakukan ke Prancis melalui pegunungan Pirenia. Di pimpin oleh Abdurrahman bin Abdullah al-Ghafiqi, wilayah kekuasaan Islam masa Bani Umayyah sangat luas. Daerah-daerah itu meliputi Spanyol, Afrika Utara, Syria, Palestina, Jazirah Arab, Irak, sebagian Asia Kecil, Persia, Afganistan, Pakistan,Turkmenistan, Uzbekistan, dan Kirgistan di Asia Tengah.
3.      Muawiyah bin Abu Sufyan mendirikan dinas pos dan tempat tertentu dengan menyediakan kuda dengan peralatannya di sepanjang jalan. Dia juga menertibkan angkatan bersenjata dan mencetak uang.
4.      Abdul Malik bin Marwan mengubah mata uang Bizantium dan Persia, dia mencetak uang tersendiri pada tahun 659 M dengan memakai kata-kata dan tulisan Arab. Khalifah Abdul Malik bin Marwan juga melakukan pembenahan-pembenahan administrasi dan memberlakukan bahasa Arab sebagai bahasa resmi.
5.       Dilanjutkan al-Walid bin Abdul Malik (705-715 M) meningkatkan pembangunan, diantaranya membangun panti,membangun jalan raya,pabrik-pabrik,gedung-gedung pemeritahan, dan masjid-masjid yang megah.

Perkembangan ilmu pengetahuan Masa Umayyah meliputi:

1.       Ilmu agama, seperti: al-Qur’ān, Hadis, dan fiqih. Proses pembukuan hadis terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz sejak saat itulah hadis mengalami perkembangan pesat.
2.      Ilmu sejarah dan geografi, yaitu segala ilmu yang membahas tentang perjalanan hidup, kisah, dan riwayat. Ubaid ibn Syariyah al-Jurhumi berhasil menulis berbagai peristiwa sejarah.
3.      Ilmu pengetahuan bidang bahasa, yaitu segala ilmu yang mempelajari bahasa, nahwu, saraf, dan lain-lain.
4.      Bidang ilmu filsafat, yaitu segala ilmu yang pada umumnya berasal dari bangsa asing, seperti ilmu mantik, kimia, astronomi, ilmu hitung, dan ilmu yang berhubungan dengan itu, serta ilmu kedokteran.

B. Daulah Umayyah di Andalusia (756 M – 1031 M)
Kekuasaan Bani Umayyah di Damaskus berakhir pada tahun 750 M, kekhalifahan pindah ke tangan Bani Abbasiyah. Namun, salah satu penerus Bani Umayyah yang bernama Abdurrahman ad-Dakhil dapat meloloskan diri pada tahun 755 M dan masuk ke Andalusia (Spanyol). Ia kemudian mendirikan
pemerintahan sendiri dan mengangkat dirinya sebagai amir (pemimpin) dengan pusat kekuasaan di Cordoba. Smir-amir Bani Umayyah yang memerintah di Andalusia (Spanyol) sebagai berikut:
No.
Nama Khalifah
Masa
No.
Nama Khalifah
Masa
1.
Abdurrahman ad-Dakhil (Abdurrahman I)
756 M-788 M
9.
Hakam al-Muntasir (al-Hakam II)
961 - 976 M.
2.
Hisyam bin Abd. (Hisyam I)
788 M-796 M.
10.
Hisyam II
976 -1009 M.
3.
Al-Hakam bin Hisyam (al-Hakam I)
796 M-822 M.
11.
Muhammad II
1009 -1010 M.
4.
Abdurrahman al-Ausat (Abdurrahman II)
822 M-852 M.
12.
Sulaiman
1013-1016 M.
5.
Muhammad bin Abd. (Muhammad I) 
852 M-886 M.
13.
Abdurrahman IV
1016-1018 M.
6.
Munzir bin Muhammad
886 M-888 M.
14.
Abdurrahman V
1018-1023 M.
7.
Abdullah bin Muhammad
888 M-912 M.
15.
Muhammad III
1023-1025 M.
8.
Abdurrahman an-Nasir (Abdurrahman III)
912 M-961 M.
16.
Hisyam III
1027-1031 M.
Daulah Umayyah di Andalusia
Pada masa pemerintahan Daulah Umayyah di Andalusia (Spanyol), Cordoba menjadi pusat berkembangnya ilmu pengetahuan.

1.       Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan terjadi pada masa pemerintahan amir yang ke-8 yakni Abdurrahman an-Nasir dan amir yang ke-9 yakni Hakam al-Muntasir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan kebudayaan di Kota Cordoba ditandai dengan adanya Universitas Cordoba.
2.      Didirikannya masjid-masjid yang megah dan indah menunjukkan bahwa pada saat itu kesadaran untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan juga sangat tinggi.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Perkembangan ilmu pengetahuan pada masa ini dapat dikelompokkan sebagai berikut :

1.       Di antara ahli kimia ketika itu adalah Abu al-Qasim Abbas ibn Farnas yang mengembangakan ilmu kimia murni dan kimia terapan. 
2.      Abu al-Qasim al-Zahrawi dikenal sebagai ahli bedah, perintis ilmu penyakit telinga, dan pelopor ilmu penyakit kulit. Di dunia Barat dikenal dengan Abulcasis.
3.      Sejarah.diantaranya : 1) Abu Marwan Abdul Malik bin Habib, salah satu bukunya berjudul al-Tarikh. Ia meninggal pada tahun 852 M, 2) Abu Bakar Muhammad bin Umar, dikenal dengan Ibnu Quthiyah. Karya bukunya berjudul Tarikh Iftitah al-Andalus, 3) Hayyan bin Khallaf bin Hayyan, karyanya al-Muqtabis fi Tarikh Rija al Andalus dan al-Matin.
4.      Bahasa dan sastra. Di antara tokoh terkenal bidang sastra ketika itu adalah : 1) Ali al-Qali, karyanya al-Amali dan al-Nawadir, wafat pada tahun 696 M., 2) Abu Bakar Muhammad Ibn Umar. Di samping terkenal sebagai ahli sejarah, ia adalah seorang ahli bahasa Arab. Ia meninggal pada tahun 977 M., 3) Abu Amr Ahmad ibn Muhammad ibn Abd Rabbih, karya prosa diberi nama al-‘Aqd al-Farid. Ia meninggal tahun 940 M., 4) Abu Amir Abdullah ibn Syuhaid. Lahir di Cordova pada tahun 382 H/992 M dan wafat pada tahun 1035 M. Karyanya dalam bentuk prosa adalah Risalah al -awabi’ wa al-Zawabig, Kasyf al-Dakk wa A£ar al-Syakk dan Hanut ‘Athar.

Pertumbuhan Kebudayaan
Selain ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayah juga berhasil mengembangkan bidang lainnya, yaitu :

1.       Perkembangan di bidang arsitektur ini terlihat dari bangunan-bangunan artistik serta masjid-masjid. Pada masa Walid dibangun juga sebuah masjid agung yang terkenal dengan sebutan Masjid Damaskus yang diarsiteki oleh Abu Ubaidah bin Jarrah serta dibangunnya sebuah kota baru yaitu kota Kairawan oleh Uqbah bin Nafi.
2.      Pada masa pemerintahan Bani Umayyah ini militer dikelompokkan menjadi 3 angkatan yaitu angkatan darat (al-jund), angkatan laut (albahiriyah) dan angkatan kepolisian.
3.      Ibu Kota Basrah di Teluk Persi pun menjadi pelabuhan dagang yang ramai dan makmur, begitu pula Kota Aden.
4.      Kerajinan. Ketika Khalifah Abdul Malik menjabat, mulailah dirintis pembuatan tiras (semacam bordiran), yakni cap resmi yang dicetak

Reflekasi
Isilah
1.       Ayat yang pertama kali turun memerintahkan agar umat Islam belajar ....
2.       Ulama yang meletakan gramatika Arab dengan memberi titik pada huruf hijaiyah ...
3.       Orang yang mempelopori munculnya penerjemahan dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab adalah ....
4.       Salah satu ulama yang ahli dalam bidang sejarah ....
5.       Masjid megah yang dibangun pada masa Bani Umayyah adalah ....
6.       Salah satu ulama ahli dibidang fiqh pada masa bani Umayyah adalah ....
7.       Cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang tafsir pada masa bani Umayyah ....
8.       Ahli qira’ah pada masa bani Umayyah adalah ....
9.       Tokoh ahli hadis masa bani Umayyah ....
10.    Khalifah yang sangat memperhatikan ilmu pengetahuan adalah ...
Jawab pertanyaan
1.       Bagaimana perkembangan ilmu pengetahuan pada masa Bani Umayyah !
2.       Ilmu apa saja yang berkembang pada masa Bani Umayyah ?
3.       Menngapa muncul ilmu bahasa pada masa Bani Umayyah ?
4.       Mengapa pada masa Bani Umayyah disebut sebagai era agresif  ?
5.       Tuliskan ayat al-Quran perintah membaca (literasi) !
6.       Sebutkan beberapa cara yang dilakukan para khalifah bani Umayyah untuk mengembangkan ilmu penngetahuan !
7.       Apa yang dapat anda lakukan agar menjadi ilmuwan Islam (cendekiawan) ?
8.       Tuliskan satu biografi singkat satu ulama pada masa Bani Umayyah yang paling diminati !
9.       Siapa saja ahli dibidang tasawuf pada masa Bani Umayyah ?
10.    Sebutkan tokoh dibidang ilmu Astronomi pada masa Bani Umayyah ?



GEMAR BERAMAL SALEH DAN BERBAIK SANGKA KEPADA SESAMA

By ZUKRA_SMPN3PPU | At 22.00 | Label : | 0 Comments
GEMAR BERAMAL SALEH DAN BERBAIK SANGKA KEPADA SESAMA

Kompetensi Dasar
1.8.         Meyakini bahwa beramal saleh dan berbaik sangka adalah ajaran pokok agama
2.8.         Memiliki sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
3.8.         Memahami makna perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
4.8.         Menyajikan contoh perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama

Kegiatan
1.       Mengamati dan memberi komentar gambar atau tayangan yang terkait dengan gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
2.       Menyimak dan membaca penjelasan mengenai gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
3.       Membaca Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait
4.       Mengajukan pertanyaan tentang cara menumbuhkan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
5.       Mengajukan pertanyaan mengenai manfaat sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
6.       Mendiskusikan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan hadis terkait.
7.       Secara berkelompok mencari contoh-contoh nyata sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama di sekolah dan di masyarakat.
8.       Mendiskusikan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
9.       Mendiskusikan dan merumuskan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan hadis terkait.
10.    Menghubungkan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
11.    Merumuskan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
12.    Memaparkan rumusan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
13.    Memaparkan hubungan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
14.    Memaparkan  pentingnya  perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
15.    Memaparkan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
16.    Menanggapi pertanyaan dan memperbaiki paparan.
17.   Menyusun kesimpulan

MATERI
GEMAR  BERAMAL SHALIH DAN HUSNU DZAN
1.       Beramal shalih  adalah suatu pekerjaan yang apabila dilakukan akan memperoleh memanfaatkan baik untuk dirinya maupun orang lain  dengan kata lain "amilus",yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur'an serta as-Sunnah.
2.      Syarat-syarat  amal shalih sebagai berikut :
a.  Amal saleh dengan mengetahui ilmunya
b.  Amal saleh dikerjakan dengan niat ikhlas.     
c.    Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur'an dan Hadis
3.       Amal sayy'ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain.
4.      Amal saleh ada tiga macam,yaitu:
a) Amal saleh terhadap Allah Swt. 
b) Amal saleh terhadap manusia
c) Amal saleh terhadap lingkungan alam
5.      Manfaat Beramal Saleh:
a.       Diberi ampunan dan pahala besar oleh Allah (al-Maidah/5)
b.      Diberi tambahan petunjuk (Maryam/19:76)
c.       Diberi kehidupan yang baik dan layak (an-Nahl/16: 97)
d.      Dihapuskan dosa-dosanya (al-Ankabut/29:7
e.        Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat(al-Asr/103:1-3.
6.      Contoh amal shalih:
a.       Taqwa
b.      Patuh kepada orang tua dan guru
c.       Membantu orang yang membutuhkan
d.      Menjenguk saudara/teman yang sakit
e.       Memberikan santunan kepada fakir miskin
f.       Gotong royong di lingkungan
g.       Bersedekah
h.      Donor darah
7.      Perhatikan ayat-ayat dan hadis tentang beramal shalih
وَالْعَصْرِ
[al-‘Ashr/103:1] Demi masa.
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
[al-‘Ashr/103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
[al-‘Ashr/103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
[an-Nahl/16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

اللّهُمَّ اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ 

Ya Allah tunjukanlah kepada kami untuk berhias dengan akhlaq yang terbaik karena tidak ada yang dapat menunjukkan kami kepada hal itu, kecuali Engkau, dan jauhkanlah kami dari akhlaq yang buruk dan tidak ada yang dapat menjauhkan kami darinya kecuali Engkau.
     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ 
… رواه الترمذي وغيره
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh SAW  telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”
8.      Khusnudzan  adalah baik sangka, berfikir positif,  lawannya suudzan buruk sangka.
9.      Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu:
1) Berbaik sangka kepada Allah Swt. 
- taat kepada Allah
- memperbagus ibadah dan amal shalih
- sabar dan ikhlas
- bersyukur
- beriman kepada takdir
2) Berbaik kepada diri sendiri. 
- gigih dan optimis
- berinisiatif
3) Berbaik sangka kepada orang lain
-ukhuwah
-empati
- membersihkan hati
10.  Manfaat Baik Sangka :
1) Hidup menjadi tenang dan optimis.
2) Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan 
3) Membentuk pribadi yang tangguh
4) Menjadi seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5) Menjadi seorang kreatif 
6) Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa. 
7) Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. 
8) Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama 
9) Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. 

11.  Ayat-ayat dan hadis tentang husnudzan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5606)
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Terjemahan hadits : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Malik Nomor 1412)
Refleksi






By ZUKRA_SMPN3PPU | At 21.50 | Label : | 0 Comments
menonton gopak sodor SMPN 3 PPU
◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz