Sabtu, 21 Desember 2019

GEMAR BERAMAL SALEH DAN BERBAIK SANGKA KEPADA SESAMA

By ZUKRA_SMPN3PPU | At 22.00 | Label : | 0 Comments
GEMAR BERAMAL SALEH DAN BERBAIK SANGKA KEPADA SESAMA

Kompetensi Dasar
1.8.         Meyakini bahwa beramal saleh dan berbaik sangka adalah ajaran pokok agama
2.8.         Memiliki sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
3.8.         Memahami makna perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama
4.8.         Menyajikan contoh perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama

Kegiatan
1.       Mengamati dan memberi komentar gambar atau tayangan yang terkait dengan gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
2.       Menyimak dan membaca penjelasan mengenai gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
3.       Membaca Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait
4.       Mengajukan pertanyaan tentang cara menumbuhkan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
5.       Mengajukan pertanyaan mengenai manfaat sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
6.       Mendiskusikan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan hadis terkait.
7.       Secara berkelompok mencari contoh-contoh nyata sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama di sekolah dan di masyarakat.
8.       Mendiskusikan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
9.       Mendiskusikan dan merumuskan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan hadis terkait.
10.    Menghubungkan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
11.    Merumuskan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
12.    Memaparkan rumusan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
13.    Memaparkan hubungan sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari dengan makna Q.S. al-’Asr/ 103: 2-3, Q.S. al-Hujurāt/ 49: 12 dan Hadis terkait.
14.    Memaparkan  pentingnya  perilaku gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama.
15.    Memaparkan manfaat yang ditimbulkan oleh sikap gemar beramal saleh dan berbaik sangka kepada sesama dalam kehidupan sehari-hari.
16.    Menanggapi pertanyaan dan memperbaiki paparan.
17.   Menyusun kesimpulan

MATERI
GEMAR  BERAMAL SHALIH DAN HUSNU DZAN
1.       Beramal shalih  adalah suatu pekerjaan yang apabila dilakukan akan memperoleh memanfaatkan baik untuk dirinya maupun orang lain  dengan kata lain "amilus",yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur'an serta as-Sunnah.
2.      Syarat-syarat  amal shalih sebagai berikut :
a.  Amal saleh dengan mengetahui ilmunya
b.  Amal saleh dikerjakan dengan niat ikhlas.     
c.    Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur'an dan Hadis
3.       Amal sayy'ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain.
4.      Amal saleh ada tiga macam,yaitu:
a) Amal saleh terhadap Allah Swt. 
b) Amal saleh terhadap manusia
c) Amal saleh terhadap lingkungan alam
5.      Manfaat Beramal Saleh:
a.       Diberi ampunan dan pahala besar oleh Allah (al-Maidah/5)
b.      Diberi tambahan petunjuk (Maryam/19:76)
c.       Diberi kehidupan yang baik dan layak (an-Nahl/16: 97)
d.      Dihapuskan dosa-dosanya (al-Ankabut/29:7
e.        Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat(al-Asr/103:1-3.
6.      Contoh amal shalih:
a.       Taqwa
b.      Patuh kepada orang tua dan guru
c.       Membantu orang yang membutuhkan
d.      Menjenguk saudara/teman yang sakit
e.       Memberikan santunan kepada fakir miskin
f.       Gotong royong di lingkungan
g.       Bersedekah
h.      Donor darah
7.      Perhatikan ayat-ayat dan hadis tentang beramal shalih
وَالْعَصْرِ
[al-‘Ashr/103:1] Demi masa.
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
[al-‘Ashr/103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
[al-‘Ashr/103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
[an-Nahl/16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

اللّهُمَّ اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ 

Ya Allah tunjukanlah kepada kami untuk berhias dengan akhlaq yang terbaik karena tidak ada yang dapat menunjukkan kami kepada hal itu, kecuali Engkau, dan jauhkanlah kami dari akhlaq yang buruk dan tidak ada yang dapat menjauhkan kami darinya kecuali Engkau.
     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ 
… رواه الترمذي وغيره
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh SAW  telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”
8.      Khusnudzan  adalah baik sangka, berfikir positif,  lawannya suudzan buruk sangka.
9.      Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu:
1) Berbaik sangka kepada Allah Swt. 
- taat kepada Allah
- memperbagus ibadah dan amal shalih
- sabar dan ikhlas
- bersyukur
- beriman kepada takdir
2) Berbaik kepada diri sendiri. 
- gigih dan optimis
- berinisiatif
3) Berbaik sangka kepada orang lain
-ukhuwah
-empati
- membersihkan hati
10.  Manfaat Baik Sangka :
1) Hidup menjadi tenang dan optimis.
2) Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan 
3) Membentuk pribadi yang tangguh
4) Menjadi seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5) Menjadi seorang kreatif 
6) Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa. 
7) Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. 
8) Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama 
9) Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. 

11.  Ayat-ayat dan hadis tentang husnudzan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5606)
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Terjemahan hadits : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Malik Nomor 1412)
Refleksi






By ZUKRA_SMPN3PPU | At 21.50 | Label : | 0 Comments
menonton gopak sodor SMPN 3 PPU

Selasa, 24 Mei 2016

Penerimaan Siswa Baru SMP Muhammadiyah Tanah Grogot tahun pelajaran 2016/2017

By ZUKRA_SMPN3PPU | At 19.05 | Label : | 0 Comments


Kamis, 24 Desember 2015

HAL YANG PENTING TENTANG TAHUN BARU

By ZUKRA_SMPN3PPU | At 19.32 | Label : | 0 Comments

TAHUN BARU
Umat manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini, tidak ketinggalan di negeri yang penduduknya mayoritas Muslim seperti Indonesia.  Hingga mereka jauh-jauh hari sudah mempersiapkannya untuk menyambut tahun baru masehi tersebut. Bahkan  sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Tepat pukul 00.00 terdengarlah  suara lonceng dari gereja, suara terompet yang ditiup, petasan (kembang api) dan lilin yang dinyalakan, bahkan mereka juga memakai pakain dan topi sinterklas serta mengucapkan selamat natal dan tahun baru yang  sebagian besar dilakukan oleh umat Islam. Lantas bagaimanakah menurut pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya diperbolehkan?
Sejarah Tahun Baru Masehi
Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi). Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan AgustusDari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun baru masehi.
1. Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan ‘Ied (Perayaan) yang Haram
Perlu diketahui bahwa perayaan (‘ied) kaum muslimin hanya ada dua yaitu ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha. Anas bin Malik mengatakan,
عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ ». قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ ». رواه أبو داود، وأحمد، والنسائي على شرط مسلم.
Rasulullah SAW datang ke Madinah, dan mereka mempunyai dua hari, mereka bermain-main pada kedua hari itu, maka Rasulullah bertanya:  “Ini dua hari apa?” Mereka menjawab; Kami dulu bermain pada kedua hari ini di masa jahiliyah. Lalu Rasulullah SAWberkata: “Sesungguhnya Allah sungguh telah mengganti yang lebih baik dari keduanya itu untuk kamu yaitu hari raya adha (qurban) dan hari raya fithri (berbuka).(HR Abu Dawud, Ahmad, dan An-Nasaai atas syarat Muslim). [2] HR. An Nasa-i no. 1556. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.
Hari raya kaum muslimin hanya ada dua yaitu Idul Fithri dan Idul Adha. Merayakan tahun baru tidak ada petunjuknya..
2. Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir
Merayakan tahun baru termasuk meniru-niru orang kafir. Dan sejak dulu Nabi kita saw sudah mewanti-wanti bahwa umat ini memang akan mengikuti jejak orang Persia, Romawi, Yahudi dan Nashrani. Kaum muslimin mengikuti mereka baik dalam berpakaian atau pun berhari raya.
Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ ». قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ ».
 “Sungguh kalian akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (yang penuh lika-liku, pen), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, Apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” [4]   (HR. Muslim no. 2669, dari Abu Sa’id Al Khudri).
Lihatlah apa yang dikatakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Apa yang beliau katakan benar-benar nyata saat ini. Berbagai model pakaian orang barat diikuti oleh kaum muslimin, sampai pun yang setengah telanjang. Begitu pula berbagai perayaan pun diikuti, termasuk pula perayaan tahun baru ini.
Ingatlah, Nabi SAW secara tegas telah melarang kita meniru-niru orang kafir (tasyabbuh). Beliau bersabda,
« مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ ».
”Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka” [5] (HR. Ahmad dan Abu Daud). Syaikhul Islam dalam Iqtidho’ (1/269) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269.

[6] Menyerupai orang kafir (tasyabbuh) ini terjadi dalam hal pakaian, penampilan dan kebiasaan. Tasyabbuh di sini diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan kesepakatan para ulama (ijma’).
3. Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
Kita sudah ketahui bahwa perayaan tahun baru ini berasal dari bukan tradisi kaum muslimin.
Perayaan tahun baru sendiri adalah bukan perayaan atau ritual kaum muslimin, lantas kenapa harus menjadi amalan ritual tertentu? Apalagi menunggu pergantian tahun pun akan mengakibatkan meninggalkan berbagai kewajiban sebagaimana nanti akan kami utarakan.
وَكَمْ مِنْ مُرِيدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيبَهُ
“Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan, namun mereka tidak mendapatkannya.” (HR. Ad Darimi).
4. Meninggalkan Shalat Lima Waktu
Betapa banyak kita saksikan, karena begadang semalam suntuk untuk menunggu detik-detik pergantian tahun, bahkan begadang seperti ini diteruskan lagi hingga jam 1, jam 2 malam atau bahkan hingga pagi hari, kebanyakan orang yang begadang seperti ini luput dari shalat Shubuh yang kita sudah sepakat tentang wajibnya. Di antara mereka ada yang tidak mengerjakan shalat Shubuh sama sekali karena sudah kelelahan di pagi hari. Akhirnya, mereka tidur hingga pertengahan siang dan berlalulah kewajiban tadi tanpa ditunaikan sama sekali. Na’udzu billahi min dzalik.
الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Perjanjian antara kami dan mereka (orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa meninggalkannya maka dia telah kafir.” [10] (HR. Ahmad, Tirmidzi, An Nasa’i, Ibnu Majah). Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Misykatul Mashobih no. 574
Oleh karenanya, seorang muslim tidak sepantasnya merayakan tahun baru sehingga membuat dirinya terjerumus dalam dosa besar.

5. Terjerumus dalam Zina
Jika kita lihat pada tingkah laku muda-mudi saat ini, perayaan tahun baru pada mereka tidaklah lepas dari ikhtilath (campur baur antara pria dan wanita) dan berkhalwat (berdua-duan), bahkan mungkin lebih parah dari itu yaitu sampai terjerumus dalam zina dengan kemaluan. Inilah yang sering terjadi di malam tersebut dengan menerjang berbagai larangan Allah dalam bergaul dengan lawan  jenis. Inilah yang terjadi di malam pergantian tahun dan ini riil terjadi di kalangan muda-mudi.
Di dalam Islam, aturan yang ditegakkan mengenai zina sudah jelas. Karena dalam Al-Qur’an ditegaskan:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِئَةَ جَلْدَةٍ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ [النور/2]
Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman. (QS An-Nur: 2).
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ كِتَابَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ.  (الطبرانى ، والحاكم ، والبيهقى فى شعب الإيمان عن ابن عباس ، ولفظ الحاكم : عَذَابَ الله)
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah SAWbersabda: Apabila zina dan riba telah nampak di suatu kampong, maka sungguh mereka telah menghalalkan diri-diri mereka (ditimpa) khitab (ketetapan) Allah ‘. (HR At-Thabrani, Al-Hakim, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ibnu Abbas). Lafal Al-Hakim:Azab Allah. Hadits ini dishahihkan oleh Al-Al-Bani dalam Shahihul Jami’ nomor 679, dan dishahihkan Adz-Dzahabi dalam At-Talkhish).
6. Mengganggu orang lain
Merayakan tahun baru banyak diramaikan dengan suara mercon, petasan, terompet atau suara bising lainnya. Ketahuilah ini semua adalah suatu kemunkaran karena mengganggu orang lainnya, bahkan sangat mengganggu orang-orang yang butuh istirahat seperti orang yang lagi sakit. Padahal mengganggu muslim lainnya adalah terlarang sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
« الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ».
“Seorang muslim adalah seseorang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu orang lain.” [13] (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 41).
7. Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan
Perayaan malam tahun baru adalah pemborosan besar-besaran hanya dalam waktu satu malam. Jika kita perkirakan setiap orang menghabiskan uang pada malam tahun baru sebesar Rp.10.000 untuk membeli mercon dan segala hal yang memeriahkan perayaan tersebut, lalu yang merayakan tahun baru sekitar 10 juta penduduk Indonesia, maka hitunglah berapa jumlah uang yang dihambur-hamburkan dalam waktu semalam? Itu baru perkiraan setiap orang menghabiskan Rp. 10.000, bagaimana jika lebih dari itu?!  Padahal Allah Ta’ala telah berfirman
وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا (٢٦)إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِرَبِّهِ كَفُورًا (٢٧)
Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros.Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. (QS. Al Isro’: 26-27).
8. Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Merayakan tahun baru termasuk membuang-buang waktu. Padahal waktu sangatlah kita butuhkan untuk hal yang manfaat dan bukan untuk hal yang sia-sia. Nabi SAW telah memberi nasehat mengenai tanda kebaikan Islam seseorang,
« مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيهِ ».
Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat baginya.”[15]  (HR. Tirmidzi. Syaikh Al Albani dalam Shohih wa Dho’if Sunan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini shohih).
Ibnu Qoyyim, berkata  “(Ketahuilah bahwa) menyia-nyiakan waktu lebih jelek dari kematian. Menyia-nyiakan waktu akan memutuskanmu (membuatmu lalai) dari Allah dan negeri akhirat. Sedangkan kematian hanyalah memutuskanmu dari dunia dan penghuninya.”[16]  Al Fawa’id, hal. 33
Seharusnya seseorang bersyukur kepada Allah dengan nikmat waktu yang telah Dia berikan. Mensyukuri nikmat waktu bukanlah dengan merayakan tahun baru. Namun mensyukuri nikmat waktu adalah dengan melakukan ketaatan dan ibadah kepada Allah, bukan dengan menerjang larangan Allah. Itulah hakekat syukur yang sebenarnya. Orang-orang yang menyia-nyiakan nikmat waktu seperti inilah yang Allah cela. Allah Ta’ala berfirman
أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ (٣٧)
“…Dan Apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.”  (QS. Fathir: 37).



◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz