Kamis, 06 November 2014

cahaya, subuh

CAHAYA MENYINARI  KEGELAPAN
(kuliah subuh 31  Oktober di Masjid Syuhada Tanah Grogot)
Perhatikan firman Allah al-Quran surat al-Baqarah ayat 257
اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
[2:257] Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Pencerahan  (nur) adalah iman, sedang kegelapan (dzulumat) kekafiran. Dua kutub ini sangat jelas tarik menarik, apabila kutub dzulumat yang kuat berarti masa ini pada masa yang gelap, cahaya Allah tertutup dengan sikap kafir.
Coba dilihat dalam asbabul nuzul ayat :
Asbabun nuzul ayat
Abdah bin Abi Lubahah ra berkata ayat ini ditujukan kepada orang-orang yang beriman kepada nabi Isa as. Mereka tetap beriman kepada Muhammad Saw setelah beliau diutus untuk menyebarluaskan ajaran Islam (HR. Ibnu Jarir dalam Qurtubi )
Oleh karena itu, makna ini penting untuk direnungkan dalam upaya pencerahan.
الظُّلُمَاتِ
Kegelapan; simbol segala bentuk kekufuran, keterbelakangan, kebodohan, kebobrokan ahlak, kemunafikan, kemusyrikan, kefasikan dan kemaksiatan.
النُّوُر
Simbol dari ketauhidan, keimanan, ketaatan, peradaban maju
الطَّاغُوتُ
Segala sesuatu yang menentang kebenaran dan melanggar batas yang telah digariskan olehnAllah SWt kepada hamba-Nya.
Bisa berbentuk pandangan hidup, yang tidak berlandasan Islam # Sayyid Qutub, Fi Dzilalil Quran

Untuk mencapai arah yang jelas ditunjukan dengan contoh Rasulullah SAW, dengan wujud kepemimpinan Allah  dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagaimana firman Allah SWT:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ رَاكِعُونَ
[5:55] Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).

Allah SWT memberi predikat fasiqun, dzalimun dan kafirun  bagi orang yang tidak mau berhukum dengan hukum Allah. QS. al-Maidah: 44,45 dan 47

                             وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang kafir.
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang dzalim.
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah maka mereka itulah orang-orang fasik.


Pencerahan  diri  dilakukan dengan mematrikan keimanan sekuat mungkin sekaligus melawan semua koalisi kegelapan, kafir, dzlim dan fasik.












                            

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz