CAHAYA MENYINARI KEGELAPAN
(kuliah subuh 31 Oktober di Masjid Syuhada Tanah Grogot)
Perhatikan firman Allah al-Quran surat al-Baqarah ayat 257
اللّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُواْ
يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوُرِ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ
أَوْلِيَآؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ
أُوْلَـئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
[2:257] Allah
Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan
(kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir,
pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya
kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah
penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
Pencerahan (nur)
adalah iman, sedang kegelapan (dzulumat) kekafiran. Dua kutub ini sangat jelas
tarik menarik, apabila kutub dzulumat yang kuat berarti masa ini pada masa yang
gelap, cahaya Allah tertutup dengan sikap kafir.
Coba dilihat dalam asbabul nuzul ayat :
Asbabun nuzul ayat
Abdah bin Abi Lubahah ra berkata ayat ini ditujukan kepada
orang-orang yang beriman kepada nabi Isa as. Mereka tetap beriman kepada
Muhammad Saw setelah beliau diutus untuk menyebarluaskan ajaran Islam (HR. Ibnu
Jarir dalam Qurtubi )
Oleh karena itu, makna ini penting untuk direnungkan dalam
upaya pencerahan.
|
الظُّلُمَاتِ
|
Kegelapan; simbol segala bentuk kekufuran, keterbelakangan, kebodohan,
kebobrokan ahlak, kemunafikan, kemusyrikan, kefasikan dan kemaksiatan.
|
|
النُّوُر
|
Simbol dari ketauhidan, keimanan, ketaatan, peradaban maju
|
|
الطَّاغُوتُ
|
Segala sesuatu yang menentang kebenaran dan melanggar batas yang telah
digariskan olehnAllah SWt kepada hamba-Nya.
Bisa berbentuk pandangan hidup, yang tidak berlandasan Islam # Sayyid
Qutub, Fi Dzilalil Quran
|
Untuk mencapai
arah yang jelas ditunjukan dengan contoh Rasulullah SAW, dengan wujud kepemimpinan Allah dilakukan oleh Rasulullah Saw sebagaimana
firman Allah SWT:
إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ
وَالَّذِينَ آمَنُواْ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاَةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ
وَهُمْ رَاكِعُونَ
[5:55] Sesungguhnya
penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang
mendirikan shalat dan menunaikan zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah).
Allah SWT memberi predikat fasiqun, dzalimun dan kafirun bagi orang yang tidak mau berhukum dengan
hukum Allah. QS. al-Maidah: 44,45 dan 47
وَمَن لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ
فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah
maka mereka itulah orang-orang kafir.
وَمَن لَّمْ يَحْكُم
بِمَا أنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah
maka mereka itulah orang-orang dzalim.
وَمَن
لَّمْ يَحْكُم بِمَا أَنزَلَ اللّهُ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang telah diturunkan Allah
maka mereka itulah orang-orang fasik.
Pencerahan diri dilakukan dengan mematrikan keimanan sekuat
mungkin sekaligus melawan semua koalisi kegelapan, kafir, dzlim dan fasik.
0 komentar:
Posting Komentar