KERJA KERAS, TEKUN, ULET DAN TELITI
Standar Kompetensi Kompetensi Dasar
|
11.1 Menjelaskan pengertian kerja keras, tekun,
ulet, dan teliti
|
|
11.2 Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun,
ulet, dan teliti
|
|
11.3 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet,
dan teliti
|
11. Membiasakan
perilaku terpuji
Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Berbagai macam
usaha dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Agar usahanya berhasil, ada beberapa
Syarat yang harus
dipenuhi. Syarat pertama adalah berdoa meminta pertolongan Allah SWT. Syarat
kedua adalah
usaha tersebut harus dilakukan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras usaha yang
dilakukan
sulit untuk berhasil. Kerja keras berarti bekerja dengan gigih dan bersungguh sungguh. Kerja keras dalam berusaha serta niat yang ikhlas untuk mencapai rida
Allah SWT membuat usaha tersebut
bernilai ibadah. Ajaran Islam sangat menganjurkan cara tersebut.
Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang malas berusaha, walaupun Allah SWT sudah menyediakan segala kebutuhannya.
Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang malas berusaha, walaupun Allah SWT sudah menyediakan segala kebutuhannya.
Sebagai seorang siswa. hal tesebut dapat diterapkan pada saat menuntut
ilmu. Bersekolah tidak hanya bagaimana mencari nilai tinggi. tetapi lebih dari itu. Siswa
dituntut untuk menyerap dan menerapkan ilmu yang telah diajarkan di sekolah. Jika hal
tersebut dapat dilakukan, siswa telah beribadah kepada Allah SWT.
Kerja keras dan niat semata¬mata karena Allah SWT tidak hanya menghasilkan
siswa yang pandai. namun juga beriman. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya,
setiap muslim tidak boleh bermalas-malasan. Segala kekayaan alam yang telah
dianugerahkan Allah SWT tidak boleh menjadikan kita terlena. Segala yang di alam ini hams dikelola supaya lebih berrnanfaat bagi
kehidupan manusia.
Kerja keras sangat dibutuhkan untuk rnengelola alam ini
Kerja keras mengandung maksud bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam
melakukan usaha, tidak berputus asa.
فَإِذَا
قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ
وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya
: “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah
kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak
supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jum’ah
: 10)
ã9U $qW cmäa
c%=5v gjQã p ã9æãG~R% cmäa c~m9egjQã
Artinya
:”Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan
hidup selamanya, dan beribadahlah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah kamu
akan mati esok hari” (HR. Baihaqi)
Rasulullah bersabda :
Artinya : “Jika
sekiranya diantara kamu berangkat pada pagi hari untuk mencari kayu bakar lalu dia
memikul di punggungnya,
kemudian dia bersedekah
dengannya tanpa mengharapkan pemberian orang lain, maka hal
itu lebih baik dari pada dia meminta-minta kepada orang lain baik orang lain itu memberinya atau menolaknya,
karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dan mulailah dengan memberi nafkah atau mendidik orang-orang
yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Bukhari dan
Muslim dari Abu Harairah)
cara meminta-minta adalah sikap yang tidak
terpuji. Di mata Allah SWT orang yang bekerja keras dengan pekerjaan
apapun asal halal, itu lebih mulia dari pada menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan cara meminta-minta.
Lebih tercela lagi apabila perbuatan meminta-minta itu dilakukan dengan cara paksa.
0 komentar:
Posting Komentar