Minggu, 01 Juli 2012

Khutbah : MENJADIKAN ANAK QURRATA’AYUNIN


MENJADIKAN ANAK QURRATA’AYUNIN
Oleh : Sukra, S. Ag (10 Juni  2011)

hwBp ÕwJp Ö~fs ä:ã oQ  8äR&æöãp uf gç2æ häJ&Qöäæ äm=iã ú;eã ufe 9j<ã
ã9jI lã 9tEã Áue !=E v r91p uf vã v lã 9tEã Àr9Ræ éçmv 9jI uf dqA<2Q
 u~fQ uiwAp ufe ã $ãqfJY Õ=5vãp ä~m9ð Õ8 äRB g~ne Öivã Õp9] p ÖM=éçm
uf  úq^&æ | ä}ãp kb~Ipã Ø uf  8äçQ ä~Y Á9Ræ äiã ÁGRj-ã 2Ip ueã 2Qp
Àlq^&Uã>äY 9^Y
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
uf  kbj1<GjfBUã =EäRi

Satu diantara dari perhiasan hidup yang didambakan oleh semua manusia adalah hadirnya anak-anak di tengah-tengah keluarga. Sungguh rasa bahagia akan terasa lebih sempurna manakala disebuah keluarga hadir anak-anak yang manis-manis dan menyejukan hati.

Tidak salah jika kepada anak-anak yang dapat menyejukan hati dan bias meneduhkan pandangan itu, dikiaskan dengan sang permata hati”qurrata’ayumin”, jika keluarga belum dikaruniai anak, maka keluarga tersebut merasa kehidupan keluarga yang belum sempurna.
Perhatikan firman Allah :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
 [4:9] Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
surat Al-Furqan : 74 :
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim: 6 ).
Diera sekarang ini agak sulit menjumpai anak-anak kita yang benar-benar merupakan permata hati, kalau dipresentasikan sangatnsedikit sekali. Hal ini terjadi adanya kemajuan teknologi dan perkembangan zaman serta arus budaya global yang semakin mendominasi dengan berbagai model spt acara TV, Hp dan internet,tapi disisi lain tidak diimbangi dengan pembekalan pendidikan agama yang memadai sehingga terjadi ketidak seimbangan dalam hidup ini.

Oleh karena itu kedudukan anak itu sebagai pelanjut perjuangan orang tuanya dalam menegakkan kalimat Allah di bumi ini, maka proses pembelajaran dan pengkaderan dimulai dari usia dini. Sejumlah petunjuk penting diberikan Islam kepada kita sangat bermanfaat kiranya untuk terus kita ulang-ulang agar dapat dipahami dan diamalkan.
 Kalau kita teliti dalam Quran dan sunnah didapati kedudukan anak bagi kita, yaitu ;
  1. anak merupakan amanah Allah
mendidik menjadi anak yang shaleh adalah kewajiban kita sebagaimana sabda Nabi Saw :
”bila mati anak adam maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang shaleh yang akan mendoakannya”(HR Buhari,Muslim dari abu Hurairah). Diserukan kepada orang tua jangan pernah ragu untuk memberikan pendidikan berkatagori terbaik bagi anak-anaknya sekalipun itu berimplikasi bagi besarnya dana yang harus diinvetasikan. Sungguh pada saat kelak akan memetik hasilnya.
  1. anak merupakan perhiasan dunia
artinya sebagai perhiasan dunia kehadiran anak ditengah keluarga akan melengkapi kesempurnaan keluarga tersebut. Karena memang anak dan harta termasuk perhiasan dunia yang mempesona manusia. Perhatikan firman Allah Al Kahfi : 46
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
 [18:46] Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

3.      anak merupakan ujian dan cobaan.
Sabarkah kita menghadapinya ? perhatikan firman Allah, Al Anfal : 28;
وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah pahala yang besar.

Sebagai orang tua, kita harus pandai pandai untuk merawat dan mendidik secara benar, ukuranya adalah tauladan Rasulullah sesuai dengan quran dan sunnah, sehingga anak-anak dapat tumbuh kembang menjadi anak yang shaleh. Ditangan orangtua anak itu akan menjadi muslim atau kafir.
“ tiap-tiap anak dilahirkan menurut fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya beragama yahudi, nasrani atau majusi.(HR. Bukhari)
Secara praktis untuk menyiapkan agar anak-anak kita menjadi genrasi yang menyejukan maka yang harus dilakukan adalah sbb:
1.      berdoa agar mendapatkan berkah mohon perlindungan  dan diusap langit mulutnya dengan kurma sebagaimana sabda Nabi Saw :
dari Aisyah ra bahwa jika Rasulullah memperlakukan bayi mendoakannya dengan barokah dan dicetakinya (HR. Muslim)
Abu Musa ra berkata : telah lahir anakku, lalu aku bawa ke Nabi Muhammad saw, maka diberinya nama Ibrahim  dan disuaplah langit-langit mulutnya dengan kurma atau sesame dengan itu, dan didoakannya semoga mendapat barokah (HR. Bukhari)
2.      memberi nama yang bagus pada saat lahirnya  atau pada hari ketujuhnya, tunaikan aqiqah lalu cukur rambut kepala seluruhnya. ‘kamu akan dipanggil kelak dihari kiyamat nama-namamu dan nama-nama orang tuamu maka baguskanlah nama-namamu(HR. Abu daud)
3.      menanamkan ideologi ketauhidan yang benar, penghayatan tauhid, menjauhi yang syirik dalam bentuk ucapkan, perbuatan atau pikiran hati (QS. Luqman : 13)
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
audio[31:13] Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar".

4.      birul walidain (mengajar tata krama dan adab sopan santun terhadap kedua orang tua
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
audio[31:14] Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.
5.      mengajarkan shalat, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, serta bersabar dalam menghadapi segala cobaan hidup (Luqman : 17)
يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
 [31:17] Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).
6.      menanam sikap tawadu tidak sombong, serta merendahkan tutur katanya baik kepada Allah ataupun sesama (QS. Luqman : 18-19)
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
 [31:18] Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
 [31:19] Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.

Demikian khubah hari ini, semoga kita dapat memetik pelajaran untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz