MENJADIKAN ANAK QURRATA’AYUNIN
Oleh : Sukra, S. Ag (10 Juni 2011)
hwBeãp ÕwJeãp Ö~fs ä:ã oQ
8äR&æöãp ufeã gç2æ häJ&Qöäæ äm=iã ú;eã ufe 9j<ã
ã9jI lã 9tEã Áue !=E v r91p ufeã vã v lã 9tEã Àr9Ræ éçmv 9jI ufeã dqA<2Q
u~fQ uiwAp ufe ã $ãqfJY Õ=5vãp ä~m9eãð Õ8 äRBeã g~ne Öivã Õp9] p ÖM=eãéçm
ufeã
úq^&æ | ä}ãp kb~Ipã Ø ufeã
8äçQ ä~Y Á9Ræ äiã ÁGRj-ã uç2Ip ueã 2Qp
Àlq^&Uã>äY 9^Y
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
ufeã kbj1<GjfBUã =EäRi
Satu diantara dari perhiasan hidup yang didambakan oleh
semua manusia adalah hadirnya anak-anak di tengah-tengah keluarga. Sungguh rasa
bahagia akan terasa lebih sempurna manakala disebuah keluarga hadir anak-anak
yang manis-manis dan menyejukan hati.
Tidak salah jika kepada anak-anak yang dapat menyejukan hati
dan bias meneduhkan pandangan itu, dikiaskan dengan sang permata
hati”qurrata’ayumin”, jika keluarga belum dikaruniai anak, maka keluarga
tersebut merasa kehidupan keluarga yang belum sempurna.
Perhatikan
firman Allah :
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ
تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا
اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
[4:9] Dan hendaklah takut kepada Allah
orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang
lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu
hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan
perkataan yang benar.
surat Al-Furqan : 74 :
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada
kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami kesenangan hati, dan jadikanlah
kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai
orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka
yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang
kasar, keras, tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya
kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS.
At Tahrim: 6 ).
Diera sekarang
ini agak sulit menjumpai anak-anak kita yang benar-benar merupakan permata
hati, kalau dipresentasikan sangatnsedikit sekali. Hal ini terjadi adanya
kemajuan teknologi dan perkembangan zaman serta arus budaya global yang semakin
mendominasi dengan berbagai model spt acara TV, Hp dan internet,tapi disisi
lain tidak diimbangi dengan pembekalan pendidikan agama yang memadai sehingga
terjadi ketidak seimbangan dalam hidup ini.
Oleh karena itu
kedudukan anak itu sebagai pelanjut perjuangan orang tuanya dalam menegakkan kalimat
Allah di bumi ini, maka proses pembelajaran dan pengkaderan dimulai dari usia
dini. Sejumlah petunjuk penting diberikan Islam kepada kita sangat bermanfaat
kiranya untuk terus kita ulang-ulang agar dapat dipahami dan diamalkan.
Kalau kita teliti dalam Quran dan sunnah
didapati kedudukan anak bagi kita, yaitu ;
- anak merupakan amanah Allah
mendidik menjadi
anak yang shaleh adalah kewajiban kita sebagaimana sabda Nabi Saw :
”bila mati anak
adam maka putuslah amalnya kecuali tiga hal, yaitu shadaqah jariah, ilmu yang
bermanfaat atau anak yang shaleh yang akan mendoakannya”(HR Buhari,Muslim dari
abu Hurairah). Diserukan kepada orang tua jangan pernah ragu untuk memberikan
pendidikan berkatagori terbaik bagi anak-anaknya sekalipun itu berimplikasi
bagi besarnya dana yang harus diinvetasikan. Sungguh pada saat kelak akan
memetik hasilnya.
- anak merupakan perhiasan dunia
artinya sebagai
perhiasan dunia kehadiran anak ditengah keluarga akan melengkapi kesempurnaan
keluarga tersebut. Karena memang anak dan harta termasuk perhiasan dunia yang
mempesona manusia. Perhatikan firman Allah Al Kahfi : 46
الْمَالُ وَالْبَنُونَ
زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ
رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
[18:46] Harta dan
anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi
saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk
menjadi harapan.
3. anak merupakan ujian dan cobaan.
Sabarkah kita menghadapinya ? perhatikan firman Allah, Al
Anfal : 28;
وَاعْلَمُواْ
أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ
عَظِيمٌ
Dan
ketahuilah bahwa harta dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan
sesungguhnya disisi Allah pahala yang besar.
Sebagai
orang tua, kita harus pandai pandai untuk merawat dan mendidik secara benar,
ukuranya adalah tauladan Rasulullah sesuai dengan quran dan sunnah, sehingga
anak-anak dapat tumbuh kembang menjadi anak yang shaleh. Ditangan orangtua anak
itu akan menjadi muslim atau kafir.
“
tiap-tiap anak dilahirkan menurut fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang
menjadikannya beragama yahudi, nasrani atau majusi.(HR. Bukhari)
Secara
praktis untuk menyiapkan agar anak-anak kita menjadi genrasi yang menyejukan
maka yang harus dilakukan adalah sbb:
1. berdoa
agar mendapatkan berkah mohon perlindungan
dan diusap langit mulutnya dengan kurma sebagaimana sabda Nabi Saw :
dari Aisyah ra bahwa jika Rasulullah
memperlakukan bayi mendoakannya dengan barokah dan dicetakinya (HR. Muslim)
Abu Musa ra berkata : telah lahir anakku, lalu
aku bawa ke Nabi Muhammad saw, maka diberinya nama Ibrahim dan disuaplah langit-langit mulutnya dengan
kurma atau sesame dengan itu, dan didoakannya semoga mendapat barokah (HR.
Bukhari)
2. memberi
nama yang bagus pada saat lahirnya atau pada
hari ketujuhnya, tunaikan aqiqah lalu cukur rambut kepala seluruhnya. ‘kamu
akan dipanggil kelak dihari kiyamat nama-namamu dan nama-nama orang tuamu maka
baguskanlah nama-namamu(HR. Abu daud)
3. menanamkan
ideologi ketauhidan yang benar, penghayatan tauhid, menjauhi yang syirik dalam
bentuk ucapkan, perbuatan atau pikiran hati (QS. Luqman : 13)
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ
لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ
لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
4. birul
walidain (mengajar tata krama dan adab sopan santun terhadap kedua orang tua
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ
بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْناً عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ
أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ
5. mengajarkan
shalat, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar, serta bersabar
dalam menghadapi segala cobaan hidup (Luqman : 17)
يَا بُنَيَّ أَقِمِ
الصَّلَاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا
أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
[31:17] Hai anakku,
dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah
(mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa
kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh
Allah).
6.
menanam
sikap tawadu tidak sombong, serta merendahkan tutur katanya baik kepada Allah
ataupun sesama (QS. Luqman : 18-19)
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ
لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحاً إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ
مُخْتَالٍ فَخُورٍ
[31:18] Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari
manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan
angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi
membanggakan diri.
وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ
وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ
[31:19] Dan
sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk
suara ialah suara keledai.
Demikian khubah hari ini, semoga kita dapat memetik pelajaran
untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
0 komentar:
Posting Komentar