Pesan hari ini, ustadz yang menyampakaikan
khutbahnya di Masjid UMY
وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا
الْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُواْ وَجَاءتْهُمْ رُسُلُهُم
بِالْبَيِّنَاتِ وَمَا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ كَذَلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ
الْمُجْرِمِينَ
[10:13] Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kamu,
ketika mereka berbuat kezaliman, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada
mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka
sekali-kali tidak hendak beriman. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat dosa
Dengan menyetir ayat tersebut ustadz
tadi menjelaskan betapa pentingnya berbuat kebaikan untuk menjaga kemaslahatan hidup bersama. Iman menentukan
perbuatan dan perkataan kita semua. Apalagi
kita sebagai muslim hidup ini jelas
SOP-nya. Oleh karena itu perlu dijaga 3 hal
agar kondisi masyarakat dan tatanan sosial mencapai masyarakat Islam
yang sebenar-benarnya, ’al mu’minunal haq’ mesti membumi dalam ujud
ibadurrahman. Tiga hal tersebut adalah :
Pertama, kaum muslimin harus mampu menjadi mukmin yang JUJUR, karena
sesungguhnya jujur akan membawa kebaikan bersama, dan nilai kebaikan menjadi
deposito masuk ke Syurga. Allah akan memonumentalkan orang jujur tersebut
disisi-Nya ”Sidiqan” Realita kehidupan dewasa ini kejujuran menjadi makhluk
langka. Bahkan ada teman saya mengatakan, ’jujur hancur’ yaitu atasan dan teman
sejawat akan berusaha menyingkirkan. Keberadaannya dianggap sebagai handicap
mereka. Hal ini yang disinyalir dengan jaman EDAN.
Kedua, kaum muslimin agar segera meninggalkan virus kadzab, bohong alias dusta. Dusta laksana virus
macro, troyan, atau .... yang lainnya dalam komputer yang setiap saat akan
mengembang terus menerus sebelum dihambat oleh anti virus.Oleh sebab itu Nabi
SAW sendiri menyatakan bahwa bohong akan menjurus ke keburukan yang bertumpuk
dan keburukan itu membuatkan jalan tol ke neraka. Hidup dengan kebohongan sama
dengan sedang menyalakan api neraka.
Ketiga, kaum muslimin harus benar-benar menjaga dari perbuatan dzalim. Perbuatan
dzalim ini dapat membinasakan tatanan hidup sebagai manusia. Bahkan mungkin
segera mengundang adzab Allah yang pedih. Menganiaya sesama adalah perbuatan
yang dilarang keras dalam Islam. Orang yang didzalimi doanya kepada Allah tanpa
penghalang. Kita jangan lupa sesudah membaca Tasyahud awal berdoa ”Allahumma
inni dzalamtu nafsi dzulman katsira walayaghfirudzunuba illa anta faghfirli
maghfiratan min’indika arhamni innaka antal ghafururahim”
0 komentar:
Posting Komentar