Kamis, 07 Februari 2013

Catatan harian PPS Pebruari 2013


Catatan Harian Kuliah Pasca MSI_UMY
Udara pagi yang dingin, subuh, matahari masih diperaduannya, kokok ayam bersautan berebut dengan muadzin yang mengkumandangkan adzan subuh, rintik hujan sedikit demi sedikit membasahi aspal di dusun Tlogo Tamantirto, Kasihan Bantul. Kebiasan setelah bangun tidur ke kamar kecil, wajib bagiku kesana sekedar berbagi, mengurangi beban hidup. Bismillah, dua telapak tangan kucuci tiga kali, kemudian berkumur dan membersihkan lobang hidung, dan seterusnya hingga kedua kaki terbasuh semua, lalu membaca doa asyhaduallailaha illallah wahdahulasyarikalah waasyhaduanna muhammadan’abduhu warasuluh. Aku sapa teman-temanku masih meneruskan mimpinya. Dengan penuh harapan bahagia dan kehidupan yang lebih baik, aku melangkahkan kaki kiri dengan mengucapak bismillahitawakaltu ‘alallah lahaulawala quwwata illabillah, membuka pintu rumah menuju masjid al-Muqarrib.
Aku melanjutkan kebiasan rutin bada shalat subuh adalah tadarus al-Qur’an 3 lembar baru dilanjutkan menyelesaikan tugas-tugas membuat makalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Studi al-Qur’an dan hadits oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA. Alhamdulillah makalahku sudah diseminarkan hari Jumat tanggal 1 Pebruari 2013, tanggapan bapak dosen memuaskan, bahkan teman-teman yang bertanya dibantah oleh beliau, apakah anda belum membaca Makalahnya?. Bertanya balik Prof, karena memang jawaban dari penanya telah tertulis dalam makalah. Pertanyaan anda sudah ada jawabannya dalam makalah. Makalahku berjudul ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an. Aku menjawab pertanyaan pak Ali Afandi, menanyakan apakah bisa mempertemukan perbedaan jumlah ayat dianalogikan dengan makna kata dari kata yang terdapat dalam ayat tersebut?. Tentu jawabanya cukup sulit memaknai kata untuk mentukan jumlah. Hal yang tidak mungkin.
Makalah ini tidak mengundang banyak perdebatan. Biasanya perkuliahan diahiri pukul 11.30, hari ini perkuliahan diahiri pukul 11.10. Alhamdulillah.  Aku sendiri salut dengan Prof ini, jawaban-jawaban dari pemakalah yang kurang relevan langsung ditanggapi dan diluruskan. Aku kagum dengan keilmuan yang dikuasainya, nyaris membabat habis teori orientalis berkaitan denga al-Qur’an. Karena memang menguasai bidangnya, argumennya shahih dan meyakinkan. Beruntunglah Muhammadiyah punya tokoh yang masih kokoh dan kukuh dengan segala konsekunsinya, ilmu yang dimilikinya insya Allah membawa pencerahan untuk  semua.
Aku melanjutkan membaca buku-buku filsafat dan pemikiran Islam. Penyelesain tugas selanjutnya adalah makalah dengan judul Filologi dalam pendekatan pengkajian Islam. Buku-buku filologi sangat terbatas, tidak banyak karya yang menjelaskan filologi dalam hal ini dapat menjembatani dalam kajian Islam. Berkali-kali ke perpustakaan UMY tidak mendapatkan buku yang dimaksud juga, ke shoping buku sampai 3 kali tidak satupun buku aku dapatkan, ke perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dapat dua buku, itupun sedikit sekali materi yang membahas filologi. Petualangan mencari buku aku lanjutkan ke sosial agency, kosong juga, kemudian ke toko buku di Kejayan, alhamdulillah dapat yang teori dasar filologi, mungkin bisa dijabarkan dalam logika dalam pemikiran kajian Islam.
Pertanyaannya, mengapa filologi masih sangat terbatas literaturnya? Apa mungkin karena sangat sulitnya ilmu ini? Boleh jadi, ya. Hari-hari, aku membuka buku, membaca, berfikir, menganalisa, bagaimana sesungguhnya mengkaji Islam dari filologi seberapa penting kajiannya. Jawabannya ada dalam makalah saya, 2 minggu lagi akan diseminarkan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filologi adalah kajian naskah, teks, atau manuskrip yang telah lalu, hasil karya para ulama, bahkan boleh jadi hadis dan al-Qur’an bagian terpenting dari naskah yang wajib dikaji, dimaksudkan agar tetap terjaga orisinalitas dan otentisitasnya sampai kepada kita dan generasi berikutnya. Kajian ini, melihat teks atau naskah asli, proses waktu dan penyalinannya, apakah mengalami perubahan baik secara harfiah maupun pemeknaannya. Kajian ini, dapat juga melihat proses perkembangan teks atau manuskrip menjadi bermakna lebih jauh, mengungkap dari sudut pandang pembuatnya.
Sumbangan besar filologi adalah menghidupkan kembali naskah yang sudah sekarat dimakan rayap bisa disalin dan dimaknai menjadikan basis budaya dan pemikiran bisa bersifat filosofis dan teologis, bahkan paradigmatis. Mengungkap orisinalitas buah pikir ulama-ulama masa lalu dengan membahasakan kebutuhan dimasa kini, tanpa kehilangan hakekat yang mendasarinya.
Berhitung dengan SPSS, tugas Statistik mulai aku perhatikan. Makalah statistik membuka mata secara nonparametrik, membuat hipotesa, mendefinisikan nilai signifikan 0,05, mencari korelasi, regresi, asumsi dan semua yang mendasari semua perhitungan kuantitatif sebagai alat analisis faktual terhadap hipotesa. Judul :” Kinerja SMP di Kabupaten Paser Kalimantan Timur Dipengaruh  Motivasi  Kerja, Status Kepegawaian  dan  Kompetensi Guru Agama Islam”. Penelitian ini untuk mengungkap hubungan antara motivasi kerja, status kepegawaian dan kompetensi guru Agama Islam terhadap kinerja sekolah. Dengan hipotesa bahwa antara motivasi kerja, status kepegawaian  dan kompetensi terdapat korelasi, dan ketiga  konstruksi ini secara bersama-sama mempengaruhi kinerja sekolah.
Berdasarkan analisis jalur setelah melalui proses hitungan tahap pertama, proses berikutnya dapat dilihat hasilnya sebagai berikut :

Y
X11

X3

-0.976

3.638
3.096
0.4012
Perhatikan diagram jalur berikut yang dilengakpi dengan harga-harga koefisien jalur dan persamaan strukturnya.






Gambar
Struktur Hubungan Kausal dari dari  X1,  X3,  ke Y
Besarnya pengaruh secara proporsional
Pengaruh X1
Pengaruh langsung     = ῥ YX1 x ῥ YX1
= (3.638)( 3.638)
= 13.235
Pengaruh melalui hubungan korelatif  dengan X3= ῥ YX1 x r X1X3ῥ YX3
= (3.638) (-0.976)(3.096)
= -10,992
Pengaruh X1 ke Y Secara total  =  13,235 +-10.992
=  2.242
Pengaruh X3
Pengaruh langsung  = ῥ YX3 x ῥ YX3
= (3.096)(3.096)
= 9.585
Pengaruh melalui hubungan korelatif  dengan X1= ῥ YX1 x r X1X3ῥ YX3
= (3.638) (-0.976)(3.096)
= -10,992
Pengaruh X3 ke Y  secara total =  9.585 +   -10,992
   = -1.407
Pengaruh gabungan oleh X1 dan X3 ke Y  adalah 2.242 + -1.407= 0.839, yang tidak lain adalah besarnya R2Y(X1X3) = 0.839 (lihat tabel Model Summary)
Model Summary
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1
.916a
.839
.833
1.183
a. Predictors: (Constant), X3, X1


Atas dasar perhitungan tersebut bisa dikemukakan hal-hal sebagai berikut :
Kekuatan X1 yang secara langsung menentukan perubahan-perubahan Y adalah 13,235 (132.35%) dan yang melalui hubungan dengan X3 sebesar -10,992 (-109.92%) dengan demikian secara total X1 menentukan perubahan-perubahan Y sebesar 2.242(22,42%)

Secara total -1.407 (-14.07%) dari perubahan-perubahan Y merupakan pengaruh X3, dengan perincian 9.585 (95.85), adalah pengaruh langsung dan -10,992 melalui hubungan dengan X1.
X1 dan X3 secara bersama-sama mempengaruhi Y sebesar  83.9% (R2=0.839). Besarnya pengaruh disebabkan oleh variabel lainnya diluar variabel X1 dan X3, dinyatakan oleh ῥ YX yaitu sebesar( 0.4012)2 = 0,1609 atau sebesar 16,1%

Besarnya pengaruh yang diterima oleh Y dari X1 dan X3, dan variabel di luar X1 dan X3  (yang dinyatakan oleh variabel residu έ) adalah R2 Y(X1X3) +2 Y = 83.9% + 16,1% = 100%

Masalah
Untuk melihat pengaruh variabel atau konstruksi  mana yang lebih besar, cukup dilihat pada hasil uji statistik t yang terdapat pada tabel Coefficientsa di output SPSS. Variabel yang memiliki uji t yang lebih besar merupakan variabel yang memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingan dengan variabel lainnya. Terlihat pada kolom Coefficientsa.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t
Sig.
B
Std. Error
Beta
1
(Constant)
-34.244
2.843

-12.046
.000
X1
3.985
.266
3.638
14.962
.000
X3
3.096
.243
3.096
12.731
.000
a. Dependent Variable: Y





Bahwa variabel X1 memiliki hasil t hitung (14.962  ) yang lebih besar dari pada hasil t hitung variabel X3 (12.731 ) jadi dapat dikatakan bahwa variabel X1 lebih besar pengaruhnya dari pada X3 terhadap variabel  dependen. Kenyataanya dari hasil perhitungan pengaruh total variabel X1 terhadap variabel dependen  adalah sebesar 2.242  atau 22.42%, sedang pengaruh total variabel X3 terhadap variabel dependen adalah sebesar -1.407 atau 14.07%.

Kunjungan ke Kulonprogo
Setengah sembilan pagi, hari Sabtu, 2 Februari 2013, aku, Ulil (Kalteng), Ilhamdi, Faisal dan Usmanto (Kalbar). Aku bonceng motor honda megapro pak Ulil, Ilhamdi mengendarai honda supra X, Usmanto dan Faisal membawa Yamaha Vision, berangkat dari Tamantirto Kasihan, keluar dari Tlogo Ambarketawang tanjap gas melalui jalan negara menuju ke Brosot. Aku jadi ingat temanku dulu di rumah kos-kos berasal dari Brosot, namanya Mei punya anak bernama Pondra, mungkin sekarang sudah bujangan. Berhenti di pasar Kenteng, lalu melanjutkan kanan-kiri, mentok kiri kembali lagi ke arah kali Progo, ternyata ditunggu  Sri Kadarsih di pasar Brosot, teman kuliah dari Sorong made in Kulonprogo.  Bersama mereka menuju rumah Sri Kadarsih, belok kiri, belok kiri, belok kanan, belok kiri, masjid, belok kanan, terlihat SD negeri, di depan inilah rumah dia.

Aku harus bilang wao, begitu, setelah lelah diatas motor,  disambut ibu dari Sri Kadarsih dengan lampiran menu roti, peyek kacang, lapis legit,bakpea, lumpia, rambutan, pisang dengan penuh canda inilah petrbaikan gizi, kata Ilhamdi. Kemudian dilanjutkan makan besar dengan menu ayam goreng lalapan, enak, sruput es sirup hijau. Namun muka Usmanto menjadi merah ketika Ilhamdi menawarkan dia dengan adik ipar Sri. Langsung rasa melon, ini Usmanto dari Kalbar sedang mencari calon istri dengan syarat mau dibawa kesana, sebut Ilhamdi. Sambil berbincang akrab, terdengar gamelan siswa SD Negeri depan rumah, merdu lagi merindu. Aku dan Ulil membeli blangkon di pengrajin blangkon rumahan. Harganya bermacam-macam tergantung kualitasnya ada yang Rp 35.000, ada juga yang Rp 60.000. Blangkon adalah tutup kepala khas pakaian adat Jawa. Untuk kenang-kenangan sekaligus menghargai budaya lokal.

Kami melanjutkan perjalanan ke rumah Wahyu Immawati, rupanya dia sudah menunggu sejak pagi, dari buah jeruk, salak, tempe bengak, kacang goreng, ayam goreng sop dan lain-lain disuguhkan. Wao, tambah gemuk. Waktu dzuhur telah tiba, kami menuju ke masjid antik, arsitektur jawa asli enak dan nyaman. Aku shalat Dzuhur berjamaah di sana. Perjalanan dilanjutkan ke pantai Kuwaru, di Srandakan Bantul. Di tempat ini hingga shalat Ashar, kemudian berkemas ke Tlogo Tamantirto. Tanjaaap, sampai rumah pukul 17.50.



0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz