Catatan Harian Kuliah Pasca MSI_UMY
Udara pagi yang dingin, subuh,
matahari masih diperaduannya, kokok ayam bersautan berebut dengan muadzin yang
mengkumandangkan adzan subuh, rintik hujan sedikit demi sedikit membasahi aspal
di dusun Tlogo Tamantirto, Kasihan Bantul. Kebiasan setelah bangun tidur ke
kamar kecil, wajib bagiku kesana sekedar berbagi, mengurangi beban hidup.
Bismillah, dua telapak tangan kucuci tiga kali, kemudian berkumur dan
membersihkan lobang hidung, dan seterusnya hingga kedua kaki terbasuh semua,
lalu membaca doa asyhaduallailaha illallah wahdahulasyarikalah waasyhaduanna
muhammadan’abduhu warasuluh. Aku sapa teman-temanku masih meneruskan
mimpinya. Dengan penuh harapan bahagia dan kehidupan yang lebih baik, aku
melangkahkan kaki kiri dengan mengucapak bismillahitawakaltu ‘alallah
lahaulawala quwwata illabillah, membuka pintu rumah menuju masjid
al-Muqarrib.
Aku melanjutkan kebiasan rutin
bada shalat subuh adalah tadarus al-Qur’an 3 lembar baru dilanjutkan
menyelesaikan tugas-tugas membuat makalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah
Studi al-Qur’an dan hadits oleh Prof. Dr. Yunahar Ilyas, MA. Alhamdulillah
makalahku sudah diseminarkan hari Jumat tanggal 1 Pebruari 2013, tanggapan
bapak dosen memuaskan, bahkan teman-teman yang bertanya dibantah oleh beliau,
apakah anda belum membaca Makalahnya?. Bertanya balik Prof, karena memang jawaban
dari penanya telah tertulis dalam makalah. Pertanyaan anda sudah ada jawabannya
dalam makalah. Makalahku berjudul ayat-ayat dan surat-surat al-Qur’an. Aku
menjawab pertanyaan pak Ali Afandi, menanyakan apakah bisa mempertemukan
perbedaan jumlah ayat dianalogikan dengan makna kata dari kata yang terdapat
dalam ayat tersebut?. Tentu jawabanya cukup sulit memaknai kata untuk mentukan
jumlah. Hal yang tidak mungkin.
Makalah ini tidak mengundang banyak
perdebatan. Biasanya perkuliahan diahiri pukul 11.30, hari ini perkuliahan
diahiri pukul 11.10. Alhamdulillah. Aku
sendiri salut dengan Prof ini, jawaban-jawaban dari pemakalah yang kurang
relevan langsung ditanggapi dan diluruskan. Aku kagum dengan keilmuan yang
dikuasainya, nyaris membabat habis teori orientalis berkaitan denga al-Qur’an.
Karena memang menguasai bidangnya, argumennya shahih dan meyakinkan.
Beruntunglah Muhammadiyah punya tokoh yang masih kokoh dan kukuh dengan segala
konsekunsinya, ilmu yang dimilikinya insya Allah membawa pencerahan untuk semua.
Aku melanjutkan membaca buku-buku
filsafat dan pemikiran Islam. Penyelesain tugas selanjutnya adalah makalah
dengan judul Filologi dalam pendekatan pengkajian Islam. Buku-buku filologi
sangat terbatas, tidak banyak karya yang menjelaskan filologi dalam hal ini
dapat menjembatani dalam kajian Islam. Berkali-kali ke perpustakaan UMY tidak
mendapatkan buku yang dimaksud juga, ke shoping buku sampai 3 kali tidak
satupun buku aku dapatkan, ke perpustakaan UIN Sunan Kalijaga dapat dua buku,
itupun sedikit sekali materi yang membahas filologi. Petualangan mencari buku
aku lanjutkan ke sosial agency, kosong juga, kemudian ke toko buku di Kejayan,
alhamdulillah dapat yang teori dasar filologi, mungkin bisa dijabarkan dalam
logika dalam pemikiran kajian Islam.
Pertanyaannya, mengapa filologi
masih sangat terbatas literaturnya? Apa mungkin karena sangat sulitnya ilmu
ini? Boleh jadi, ya. Hari-hari, aku membuka buku, membaca, berfikir,
menganalisa, bagaimana sesungguhnya mengkaji Islam dari filologi seberapa
penting kajiannya. Jawabannya ada dalam makalah saya, 2 minggu lagi akan
diseminarkan. Secara sederhana dapat dikatakan bahwa filologi adalah kajian
naskah, teks, atau manuskrip yang telah lalu, hasil karya para ulama, bahkan
boleh jadi hadis dan al-Qur’an bagian terpenting dari naskah yang wajib dikaji,
dimaksudkan agar tetap terjaga orisinalitas dan otentisitasnya sampai kepada
kita dan generasi berikutnya. Kajian ini, melihat teks atau naskah asli, proses
waktu dan penyalinannya, apakah mengalami perubahan baik secara harfiah maupun
pemeknaannya. Kajian ini, dapat juga melihat proses perkembangan teks atau
manuskrip menjadi bermakna lebih jauh, mengungkap dari sudut pandang
pembuatnya.
Sumbangan besar filologi adalah
menghidupkan kembali naskah yang sudah sekarat dimakan rayap bisa disalin dan
dimaknai menjadikan basis budaya dan pemikiran bisa bersifat filosofis dan
teologis, bahkan paradigmatis. Mengungkap orisinalitas buah pikir ulama-ulama
masa lalu dengan membahasakan kebutuhan dimasa kini, tanpa kehilangan hakekat
yang mendasarinya.
Berhitung dengan SPSS, tugas
Statistik mulai aku perhatikan. Makalah statistik membuka mata secara
nonparametrik, membuat hipotesa, mendefinisikan nilai signifikan 0,05, mencari
korelasi, regresi, asumsi dan semua yang mendasari semua perhitungan
kuantitatif sebagai alat analisis faktual terhadap hipotesa. Judul :”
Kinerja SMP di Kabupaten Paser Kalimantan Timur Dipengaruh Motivasi
Kerja, Status Kepegawaian
dan Kompetensi Guru Agama Islam”.
Penelitian ini untuk mengungkap hubungan antara motivasi kerja, status
kepegawaian dan kompetensi guru Agama Islam terhadap kinerja sekolah. Dengan
hipotesa bahwa antara motivasi kerja, status kepegawaian dan kompetensi terdapat korelasi, dan
ketiga konstruksi ini secara
bersama-sama mempengaruhi kinerja sekolah.
Berdasarkan analisis jalur
setelah melalui proses hitungan tahap pertama, proses berikutnya dapat dilihat
hasilnya sebagai berikut :
|
Y
|
|
X11
|
|
X3
|
|
έ
|
|
-0.976
|
|
3.638
|
|
3.096
|
|
0.4012
|
Gambar
Struktur Hubungan Kausal dari dari X1,
X3, ke Y
Besarnya pengaruh secara proporsional
Pengaruh X1
Pengaruh langsung = ῥ
YX1 x ῥ YX1
= (3.638)( 3.638)
= 13.235
Pengaruh melalui hubungan korelatif
dengan X3= ῥ YX1 x r X1X3ῥ YX3
= (3.638) (-0.976)(3.096)
= -10,992
Pengaruh X1 ke Y Secara
total =
13,235 +-10.992
= 2.242
Pengaruh X3
Pengaruh langsung = ῥ YX3
x ῥ YX3
= (3.096)(3.096)
= 9.585
Pengaruh melalui hubungan korelatif
dengan X1= ῥ YX1 x r X1X3ῥ YX3
= (3.638) (-0.976)(3.096)
= -10,992
Pengaruh X3 ke Y secara total = 9.585 + -10,992
= -1.407
Pengaruh gabungan oleh X1 dan X3
ke Y adalah 2.242 + -1.407= 0.839, yang
tidak lain adalah besarnya R2Y(X1X3) = 0.839 (lihat tabel
Model Summary)
|
Model
Summary
|
||||
|
Model
|
R
|
R
Square
|
Adjusted
R Square
|
Std.
Error of the Estimate
|
|
1
|
.916a
|
.839
|
.833
|
1.183
|
|
a.
Predictors: (Constant), X3, X1
|
|
|||
Atas dasar
perhitungan tersebut bisa dikemukakan hal-hal sebagai berikut :
Kekuatan X1
yang secara langsung menentukan perubahan-perubahan Y adalah 13,235
(132.35%) dan yang melalui hubungan dengan X3 sebesar -10,992 (-109.92%) dengan demikian secara total X1 menentukan
perubahan-perubahan Y sebesar 2.242(22,42%)
Secara total
-1.407 (-14.07%) dari perubahan-perubahan Y merupakan pengaruh X3, dengan
perincian 9.585 (95.85), adalah pengaruh langsung dan -10,992 melalui hubungan
dengan X1.
X1 dan X3
secara bersama-sama mempengaruhi Y sebesar
83.9% (R2=0.839). Besarnya pengaruh disebabkan oleh variabel
lainnya diluar variabel X1 dan X3, dinyatakan oleh ῥ YX yaitu
sebesar( 0.4012)2 = 0,1609 atau sebesar 16,1%
Besarnya
pengaruh yang diterima oleh Y dari X1 dan X3, dan variabel di luar X1 dan
X3 (yang dinyatakan oleh variabel residu
έ) adalah R2 Y(X1X3) + ῥ2 Y έ = 83.9% + 16,1% = 100%
Masalah
Untuk melihat
pengaruh variabel atau konstruksi mana
yang lebih besar, cukup dilihat pada hasil uji statistik t yang terdapat pada
tabel Coefficientsa di output SPSS. Variabel yang
memiliki uji t yang lebih besar merupakan variabel yang memiliki pengaruh yang
lebih besar dibandingan dengan variabel lainnya. Terlihat pada kolom Coefficientsa.
|
Coefficientsa
|
||||||
|
Model
|
Unstandardized
Coefficients
|
Standardized
Coefficients
|
t
|
Sig.
|
||
|
B
|
Std.
Error
|
Beta
|
||||
|
1
|
(Constant)
|
-34.244
|
2.843
|
|
-12.046
|
.000
|
|
X1
|
3.985
|
.266
|
3.638
|
14.962
|
.000
|
|
|
X3
|
3.096
|
.243
|
3.096
|
12.731
|
.000
|
|
|
a.
Dependent Variable: Y
|
|
|
|
|
||
Bahwa
variabel X1 memiliki hasil t hitung (14.962 ) yang
lebih besar dari pada hasil t hitung variabel X3 (12.731 ) jadi dapat dikatakan bahwa variabel X1 lebih
besar pengaruhnya dari pada X3 terhadap variabel dependen. Kenyataanya dari hasil perhitungan
pengaruh total variabel X1 terhadap variabel dependen adalah sebesar 2.242 atau 22.42%, sedang pengaruh total variabel
X3 terhadap variabel dependen adalah sebesar -1.407 atau 14.07%.
Kunjungan ke Kulonprogo
Setengah sembilan pagi, hari Sabtu, 2 Februari 2013,
aku, Ulil (Kalteng), Ilhamdi, Faisal dan Usmanto (Kalbar). Aku bonceng motor
honda megapro pak Ulil, Ilhamdi mengendarai honda supra X, Usmanto dan Faisal
membawa Yamaha Vision, berangkat dari Tamantirto Kasihan, keluar dari Tlogo
Ambarketawang tanjap gas melalui jalan negara menuju ke Brosot. Aku jadi ingat
temanku dulu di rumah kos-kos berasal dari Brosot, namanya Mei punya anak
bernama Pondra, mungkin sekarang sudah bujangan. Berhenti di pasar Kenteng,
lalu melanjutkan kanan-kiri, mentok kiri kembali lagi ke arah kali Progo,
ternyata ditunggu Sri Kadarsih di pasar
Brosot, teman kuliah dari Sorong made in Kulonprogo. Bersama mereka menuju rumah Sri Kadarsih,
belok kiri, belok kiri, belok kanan, belok kiri, masjid, belok kanan, terlihat
SD negeri, di depan inilah rumah dia.
Aku harus bilang wao, begitu, setelah lelah
diatas motor, disambut ibu dari Sri Kadarsih
dengan lampiran menu roti, peyek kacang, lapis legit,bakpea, lumpia, rambutan,
pisang dengan penuh canda inilah petrbaikan gizi, kata Ilhamdi. Kemudian
dilanjutkan makan besar dengan menu ayam goreng lalapan, enak, sruput es sirup
hijau. Namun muka Usmanto menjadi merah ketika Ilhamdi menawarkan dia dengan
adik ipar Sri. Langsung rasa melon, ini Usmanto dari Kalbar sedang mencari
calon istri dengan syarat mau dibawa kesana, sebut Ilhamdi. Sambil berbincang
akrab, terdengar gamelan siswa SD Negeri depan rumah, merdu lagi merindu. Aku
dan Ulil membeli blangkon di pengrajin blangkon rumahan. Harganya
bermacam-macam tergantung kualitasnya ada yang Rp 35.000, ada juga yang Rp
60.000. Blangkon adalah tutup kepala khas pakaian adat Jawa. Untuk
kenang-kenangan sekaligus menghargai budaya lokal.
Kami melanjutkan perjalanan ke rumah Wahyu Immawati,
rupanya dia sudah menunggu sejak pagi, dari buah jeruk, salak, tempe bengak,
kacang goreng, ayam goreng sop dan lain-lain disuguhkan. Wao, tambah gemuk.
Waktu dzuhur telah tiba, kami menuju ke masjid antik, arsitektur jawa asli enak
dan nyaman. Aku shalat Dzuhur berjamaah di sana. Perjalanan dilanjutkan ke
pantai Kuwaru, di Srandakan Bantul. Di tempat ini hingga shalat Ashar, kemudian
berkemas ke Tlogo Tamantirto. Tanjaaap, sampai rumah pukul 17.50.
0 komentar:
Posting Komentar