Jumat, 07 Februari 2020

GEMAR  BERAMAL SHALIH DAN HUSNU DZAN

1.       Beramal shalih  adalah suatu pekerjaan yang apabila dilakukan akan memperoleh memanfaatkan baik untuk dirinya maupun orang lain  dengan kata lain "amilus",yaitu segala perbuatan yang bermanfaat bagi dirinya atau orang lain, dan sesuai dengan akal rasional, al-Qur'an serta as-Sunnah.
2.  
    Syarat-syarat  amal shalih sebagai berikut :
a.  Amal saleh dengan mengetahui ilmunya
b.  Amal saleh dikerjakan dengan niat ikhlas.     
c.    Amal saleh itu hendaknya dilakukan sesuai dengan petunjuk al-Qur'an dan Hadis
3.       Amal sayy'ah, yaitu amal yang mendatangkan mudarat baik bagi pelakunya maupun orang lain.
4.      Amal saleh ada tiga macam,yaitu:
a) Amal saleh terhadap Allah Swt. 
b) Amal saleh terhadap manusia
c) Amal saleh terhadap lingkungan alam
5.      Manfaat Beramal Saleh:
a.       Diberi ampunan dan pahala besar oleh Allah (al-Maidah/5)
b.      Diberi tambahan petunjuk (Maryam/19:76)
c.       Diberi kehidupan yang baik dan layak (an-Nahl/16: 97)
d.      Dihapuskan dosa-dosanya (al-Ankabut/29:7
e.        Dijauhkan dari kerugian di dunia dan akhirat(al-Asr/103:1-3.
6.      Contoh amal shalih:
a.       Taqwa
b.      Patuh kepada orang tua dan guru
c.       Membantu orang yang membutuhkan
d.      Menjenguk saudara/teman yang sakit
e.       Memberikan santunan kepada fakir miskin
f.       Gotong royong di lingkungan
g.       Bersedekah
h.      Donor darah
7.      Perhatikan ayat-ayat dan hadis tentang beramal shalih
وَالْعَصْرِ
[al-‘Ashr/103:1] Demi masa.
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
[al-‘Ashr/103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
[al-‘Ashr/103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
مَنْ عَمِلَ صَالِحاً مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
[an-Nahl/16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَهُ
[al-Zalzalah/99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

اللّهُمَّ اهْدِنَا لأَحْسَنِ الأَخْلاَقِ لاَ يَهْدِي لأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ وَاصْرِفْ عَنَّا سَيِّئَهَا لاَ يَصْرِفُ سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ 

Ya Allah tunjukanlah kepada kami untuk berhias dengan akhlaq yang terbaik karena tidak ada yang dapat menunjukkan kami kepada hal itu, kecuali Engkau, dan jauhkanlah kami dari akhlaq yang buruk dan tidak ada yang dapat menjauhkan kami darinya kecuali Engkau.
     عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُول اللَّه صَلَّى الله عَلَيهِ وَسَلَّمَ : أَكْمَل الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهمْ خُلُقًا، وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ 
… رواه الترمذي وغيره
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh SAW  telah bersabda, “Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-sebaik kamu adalah orang yang paling baik kepada istrinya”
8.      Khusnudzan  adalah baik sangka, berfikir positif,  lawannya suudzan buruk sangka.
9.      Berbaik sangka ada tiga macam, yaitu:
1) Berbaik sangka kepada Allah Swt. 
- taat kepada Allah
- memperbagus ibadah dan amal shalih
- sabar dan ikhlas
- bersyukur
- beriman kepada takdir
2) Berbaik kepada diri sendiri. 
- gigih dan optimis
- berinisiatif
3) Berbaik sangka kepada orang lain
-ukhuwah
-empati
- membersihkan hati

10.  Manfaat Baik Sangka :
1) Hidup menjadi tenang dan optimis.
2) Yakin bahwa terdapat hikmah dibalik segala penderitaan dan kegagalan 
3) Membentuk pribadi yang tangguh
4) Menjadi seseorang teguh pendirian sebab tidak mudah menerima pengaruh buruk dari orang lain
5) Menjadi seorang kreatif 
6) Menyebabkan seseorang tidak mudah putus asa. 
7) Hubungan persahabatan dan persaudaraan menjadi lebih baik. 
8) Terhindar dari penyesalan dalam hubungan dengan sesama 
9) Selalu senang dan bahagia atas kebahagiaan orang lain. 

11.  Ayat-ayat dan hadis tentang husnudzan
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ
[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yusuf telah mengabarkan kepada kami Malik dari Abu Az Zinnad dari Al A'raj dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk ucapan yang paling dusta, dan janganlah kalian saling mendiamkan, saling mencari kejelekan, saling menipu dalam jual beli, saling mendengki, saling memusuhi dan janganlah saling membelakangi, dan jadilah kalian semua hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5606)
و حَدَّثَنِي عَنْ مَالِك عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَافَسُوا وَلَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

Terjemahan hadits : Telah menceritakan kepadaku dari Malik dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jauhilah oleh kalian prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta pembicaraan. Janganlah kalian saling memata-matai, saling mencari aib orang lain, saling berlomba-lomba mencari kemewahan dunia, saling dengki, saling memusuhi, dan saling memutuskan. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara." (Hadits Malik Nomor 1412)





0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz