Jumat, 13 Desember 2013

ISLAM, IMAN DAN IHSAN (Materi Pengajian Ibu-Ibu malam Jumat 12 Desember 2013 di Nyamplung Lor, balecatur Sleman)



ISLAM SEBAGAI SISTEM KEHIDUPAN
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ آمِنُواْ بِاللّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَى رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِيَ أَنزَلَ مِن قَبْلُ وَمَن يَكْفُرْ بِاللّهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً بَعِيداً
[4:136] Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya

Ayat ini biasanya dihubungkan dengan sendi Islam, iman dan ihsan. Konteks ayat ini betapa pentingnya iman. Iman dan tetap beriman kepada Allah Swt, rasul-Nya dan kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw juga kitab yang telah diturunkan kepada sebelumnya. Artinya al-Quran dan Injil, Zabur dan Taurat. Makna iman kepada kitab sebelumnya menggabarkan bahwa al-Quran kelanjutan dari kitab lain tersebut yang lebih lengkap, penjelas, dan menyempurnakannya.

Kita harus menyadari bahwa sebelum Islam ada agama lain yang bersifat lokal dan primordial. Kemudian Islam datang membawa rahmatan lil’alamin bersifat global dan universal. Rahmatan li’alamin artinya bahwa Islam untuk siapa saja, suku bangsa apapun didunia ini, kapan pun dimanapun dan dalam kondisi  bagaimana pun. Oleh karena itu kebenaran Islam sebagai kepastian risalah kenabian yang sempurna membangun sebuah sistem. Sistem ini disebut dengan dien. Dien ini membawa kita dekat dengan rida Allah. Tidak ada dien yang mendapat ridla Allah Swt kecuali Islam.  Inna dieana ‘indallahil Islam, sesungguhnya tidak ada sistem dibawah naungan Allah kecuali Islam. Apapun sukunya, apapun keyakinanan, maka Islamlah sistem yang menuju kebahagiaan dunia akhirat.

Sistem dalam Islam setidaknya ada 3 komponen, yaitu : Islam, Iman dan Ihsan. Hadis ini dapat dijadikan rujukan tentang komonen sistem Islam ini. Pada suatu saat Nabi dan para sahabat sedang berbincang dalam suatu majelis tiba-tiba datang seorang laki-laki ganteng, tinggi, berambut hitam, berjubah putih bersih, nampaknya ia tidak datang dari tempat yang jauh. Kemudian ia duduk menempelkan lutut dan tangan di paha Nabi lalu berkata :

hwAöã kfAp u~fQ êã2I êãdqA< dä^Y  ÀhwAöã oQ 3=ç5ã 9j2i ä}
  Õ äa? /Ò%p  ÕwJ k~^%p êãdqA< ã9j2i lã p ê ã v ã ueã vlã 9tF%lã  
 
ueänç.RY #]9Idä] w~çA u~eã #RË&Aã #~çeã /2%p läNi<hqJ%p 
&ap u&by wi p êäæ oiÒ% lü dä] läj}öã oQ 3=ç5 ýYdä] u]9J}p ueýB} 
3=ç5 ýYdä] À#]9I dä] r=EprR5 <9^æ oiÒ%   p =5v hq~eãp ufA<p
ÁÁÁ !ã=} umýY  rã=%   ob% kelýY rã=% cmýa êã 9çR%lü dä] läB1öã  oQ
ÄkfBi rãp<Å
Wahai  Muhammad terangkan kepadaku tentang Islam? Rasulullah Saw bersabda Islam kamu bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad rasul utusan Allah, kalian mendirikan shalat, kalian membayar zakat, kalian berpuasa dan kalian haji jika mampu dalam perjalanan. Ia berkata : “benar.” (Umar bin Khatab) heran dia bertanya kepada Nabi tentang Islam, dia juga yang membenarkan. Kemudian dia bertanya: “Terangkan kepadaku tentang iman ?” Nabi bersabda kamu beriman kepada Allah, Malaikat, kitab, rasul hari akhir dan iman terhadap takdir yang baik dan yang  buruk. Dia membenarkan lagi. Kemudian ia bertanya lagi, terangkan kepadaku tentang ihsan. Nabi menjawab kalian beribadah kepada Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, jika kalian tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia (Allah) melihatmu.....(HR. Muslim)

Dialog antara Nabi dan Malaikat Jibril tentang sistem Islam. Sepertinya malaikat jibril menguji Nabi tentang Islam, iman dan ihsan. Ternyata Nabi dapat menjawab dengan tepat secara runtut dan langsung sesuai dengan apa yang diinginkan oleh Jibril. (bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz