Jumat, 06 Desember 2013

VALLAGE PARADISO



VALLAGE PARADISE
Imam shubuh membaca surat at Tien dengan lughah Jawa banget tapi enak didengar. Inilah lafadz surat at tien :
وَالتِّينِ وَالزَّيْتُونِ
[95:1] Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun
وَطُورِ سِينِينَ
[95:2] dan demi bukit Sinai
وَهَذَا الْبَلَدِ الْأَمِينِ
[95:3] dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنسَانَ فِي أَحْسَنِ تَقْوِيمٍ
[95:4] sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
ثُمَّ رَدَدْنَاهُ أَسْفَلَ سَافِلِينَ
[95:5] Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ أَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُونٍ
[95:6] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّينِ
[95:7] Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ
[95:8] Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Sesungguhnya Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Allah menciptakan apa saja  yang ada di bumi dan langit, semua mempunyai peran dan fungsinya  untuk mengabdikan diri kepada-Nya.
Ini kisah inspiratif dan motivasi :
Sebuah pohon bambu tumbuh dan besar di pekarangan seorang petani. Suatu ketika petani mau menebang pohon bambu tersebut yang akan digunakan untuk saluran air. Saluran air tesebut dialirkan ke sawah para petani. Petani dan sebatang pohon bambu tersebut berdialog. Bambu membayangkan betapa sakitnya, batang dan ranting, daun dipotong dan dibelah. Tetapi petani dapat menjawab dengan baik dapat meyakinkan bambu tersebut bahwa pohon bambu yang dipotong adalah bambu pilihan. Setelah itu bambu menjadi sangat bermanfaat bagi banyak petani. Bahkan berguna bagi banyak orang
Hubungan pohon bambu dan petani ini memberi gambaran metaforis betapa semua kita mempunyai peran agar menjadi seorang yang bermanfaat bagi banyak orang. Kadang diri kita merasa tidak berguna, karena kita terekna virus istakbara menghinggapi hati. Kalau kita mau memahami ciptaan-Nya, ternyata Allah menciptakan makhluk dari yang besar sampai yang terkecil sampai-sampai tidak dapat di indra kecuali dengan alat. Mereka semua berguna dalam membangun kehidupan ini.
Isi kandungan surat  at Tien dapat saya simpulkan sebagai berikut :
   Surat At Tin terdiri dari 8 ayat. Surat ini tergolong surat makiyyah karena diturunkan Allah SWTkepada Nabi Muhammad SAW di Makkah.
       Surat ini dapat menyadarkan kepada umat manusia mengenai hakekat hidup dan bagaimana cara menjalani kehidupan dengan benar.
    Secara lebih rinci surat At Tin berisi pesan-pesan atau ajaran Allah SWT kepada umat manusia sebagai berikut :
1.       Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Secara fisik dankejiwaan manusia merupakan makhluk yang paling sempurna bila dibanding makhluk-makhluk yang lain.
2.  Kebaikan dan kesempurnaan bentuk manusia tersebut akan menjadi lengkap bila disertai dengan hati yang beriman kepada Allah SWT dan senantiasa beramal shaleh dalam kehidupan sehari-hari.
3.  Bila manusia tidak beriman dan selalu berbuat aniaya, kejahatan, dan kerusakan, maka derajatnya akan menjadi hina dan sangat rendah.
4.       Allah SWT merupakan hakim yang seadil-adilnya kelak di akhirat
Itulah kira-kira pesan shalat subuh pagi ini di mushala Darussalam di kampung Nyamplung Kidul, Desa Balecatur, Gamping Sleman. Mushala kecil, bersih, sejuk dan makmur secara jamaah. Setiap waktu shalat dari subuh sampai Isa selalu diisi dengan jamaah. Begitu waktu shalat, muadzin mengumandangkan adzan dengan lagu seadanya sesuai dengan kemampuan muadzin. Muadzin berganitian, mungkin siapa yang ada di rumah.
Imam rawatib-shalat jamaah setiap waktu- adalah ketua RT. Setelah menjadi imam shalat, ia juga imam dalam bermasyarakat. Setiap kegiatan kemasyarakatan dilaksanakan di serambi mushalla ini. Bagus, luar biasa. Mushalla ini berfungsi seperti pada masa Nabi saw. Minal masjid ila jamaah, dari mushala ini dibangun jamaah. Bukan sekedar shalat jamaah, tetapi semua urusan dari pendidikan anak penyelesaian perbedaan antar jamaah hingga persoalan perkawinan dan lain-lain.
Minal masjid ila iqtishad, dari mushalla Darussalam membangun tata perekonomian, ta’awanu ‘alal birri wataqwa wata’awanu ‘alal itsmi wal ‘udwan. Ekonomi mayoritas jamaah adalah petani sawah yang produktif. Mereka tahu apa yang harus ditanam. Mereka tidak peduli apakah ada gerakan tanam 1000 pohon atau tidak mereka tetap menanam tanaman produktif untuk kehidupan mereka.  Komunikasi dan informasi dibangun antara mereka sendiri agar pertanian mereka produktif. Prinsip ta’awun dan takaful diterapkan dalam  membangun ekonomi mereka. Dalam bahasa mudahnya gotong royong bagian dari karakteristik kearifan lokal yang tetap dijalani terus menerus.
Minal masjid ila siasah, dari mushalla ini membangun tatanan kehidupan bermasyarakat. Ditempat ini kegiatan ibu-ibu dari pengajian dan pertemuan rutin. Disini pula pendidikan anak-anak dimulai dengan mengenalkan Islam dan berjamaah shalat. Dari sini lalu lintas komunikasi baik horizontal maupun vertikal. Ketua RT adalah Imam sekaligus pemimpin kehidupan disini.


0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz