Rabu, 30 Mei 2012

Materi Akhlaq kelas VII SMPMu Semester 2



KERJA KERAS, TEKUN, ULET DAN TELITI

Standar Kompetensi      
11. Membiasakan perilaku    terpuji                                                                                                                                                             Kompetensi Dasar

11.1 Menjelaskan pengertian kerja keras, tekun, ulet, dan teliti
11.2 Menampilkan contoh perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti
11.3 Membiasakan perilaku kerja keras, tekun, ulet, dan teliti





Manusia selalu berusaha untuk memenuhi kebutuhannya. Berbagai macam usaha dilakukan untuk memenuhi kebutuhannya tersebut. Agar usahanya berhasil, ada beberapa Syarat yang harus dipenuhi. Syarat pertama adalah berdoa meminta pertolongan Allah SWT. Syarat kedua adalah usaha tersebut harus dilakukan dengan kerja keras. Tanpa kerja keras usaha yang dilakukan sulit untuk berhasil. Kerja keras berarti bekerja dengan gigih dan bersungguh sungguh. Kerja keras dalam berusaha serta niat yang ikhlas untuk mencapai rida Allah SWT membuat usaha tersebut bernilai ibadah. Ajaran Islam sangat menganjurkan cara tersebut.
Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang malas berusaha, walaupun Allah SWT sudah menyediakan segala kebutuhannya. 
Sebagai seorang siswa. hal tesebut dapat diterapkan pada saat menuntut ilmu. Bersekolah tidak hanya bagaimana mencari nilai tinggi. tetapi lebih dari itu. Siswa dituntut untuk menyerap dan menerapkan ilmu yang telah diajarkan di sekolah. Jika hal tersebut dapat dilakukan, siswa telah beribadah kepada Allah SWT.
Kerja keras dan niat semata¬mata karena Allah SWT tidak hanya menghasilkan siswa yang pandai. namun juga beriman. Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, setiap muslim tidak boleh bermalas-malasan. Segala kekayaan alam yang telah dianugerahkan Allah SWT tidak boleh menjadikan kita terlena. Segala yang di alam ini hams dikelola supaya lebih berrnanfaat bagi kehidupan manusia. Kerja keras sangat dibutuhkan untuk rnengelola alam ini

Kerja keras mengandung maksud bersungguh-sungguh dan bersemangat dalam melakukan usaha, tidak berputus asa.
فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِن فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya : “Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS. Al Jum’ah : 10)
ã9U $qW cmäa  c%=5v gjQã p ã9æãG~R% cmäa c~m9egjQã
Artinya :”Bekerjalah untuk kepentingan duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk kepentingan akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari” (HR. Baihaqi)
Rasulullah bersabda :
Artinya : “Jika sekiranya diantara kamu berangkat pada pagi hari untuk mencari kayu bakar lalu dia  memikul  di  punggungnya,  kemudian  dia  bersedekah  dengannya  tanpa  mengharapkan pemberian orang lain, maka hal itu lebih baik dari pada dia meminta-minta kepada orang lain baik orang lain itu memberinya atau menolaknya, karena tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah dan mulailah dengan memberi nafkah atau mendidik orang-orang yang menjadi tanggunganmu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Harairah)
Orang yang beriman itu tidak hanya tercermin dalam hal kekhusyukannya beribadah, namun juga tercermin dalam semangat kerja kerasnya dalam mencari karunia Allah SWT. Jadi, sikap bermalas-malasan, tidak mau berusaha, dan menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan cara meminta-minta adalah sikap yang tidak terpuji. Di mata Allah SWT orang yang bekerja keras dengan pekerjaan apapun asal halal, itu lebih mulia dari pada menggantungkan hidupnya kepada orang lain dengan cara meminta-minta. Lebih tercela lagi apabila perbuatan meminta-minta itu dilakukan dengan cara paksa.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz