TATA CARA MELAKSANAKAN
SHALAT FARDLU
Shalat
Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Apabila seseorang hendak mengerjakan shalat, maka wajib berwudhu terlebih dahulu jika ia berhadats besar, atau bertayammum jika ia tidak memperoleh air atau sedang dalam kondisi yang tidak diijinkan memakai air. Selain itu ia juga harus terlebih dahulu membersihkan badan, pakaian dan tempat shalat dari najis (perhatikan materi thaharah).
Shalat adalah ibadah yang terdiri dari kata-kata dan perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam.
Apabila seseorang hendak mengerjakan shalat, maka wajib berwudhu terlebih dahulu jika ia berhadats besar, atau bertayammum jika ia tidak memperoleh air atau sedang dalam kondisi yang tidak diijinkan memakai air. Selain itu ia juga harus terlebih dahulu membersihkan badan, pakaian dan tempat shalat dari najis (perhatikan materi thaharah).
Tata Cara Shalat
1. Menghadap kiblat dengan seluruh badan, tanpa
berpaling dan menoleh.
2. Niat shalat yang ingin dikerjakan (di dalam
hati tanpa diucapkan).
3. Takbiratul ihram
(takbir pembukaan) dengan mengucapkan “Allahu Akbar”, dan mengangkat tangan setinggi
pundak ketika bertakbir.
4. Meletakkan tangan kanan di atas punggung
telapak tangan kiri di atas dada.
5. Membaca
istiftah, yaitu :
اَللَّهُمَّ بَاعِدْ
بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ،
اَللَّهُمَّ نَقِّنِيْ مِنْ الخَطَاياَ
كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ
الدَّنَسِ، اَللَّهُمَ اغْسِلْ خَطَاياَيَ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
“Ya
Allah, jauhkanlah aku dari segala dosa-dosaku, sebagaimana Engkau telah
menjauhkan timur dengan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa-dosaku,
sebagaimana dibersihkannya kain putih dari kotoran. Ya Allah, cucilah aku dari
dosa-dosaku dengan air, es dan salju.”
6. Membaca
:
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ
“Aku
berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk”
7. Membaca
Basmalah, dan Al-Fatihah (lihat Mushaf Al-Qur’an) :
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ *الْحَمْدُ
للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ *الرَّحْمـنِ
الرَّحِيمِ *
مَالِكِ
يَوْمِ الدِّينِ *إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ *اهدِنَــــا
الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ *
صِرَاطَ
الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ *
Artinya :
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Eng-kau anugerahi nikmat kepada mereka; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat.” (Al-Fatihah: 1-7).
Kemudian mengucapkan “Aamiin”, yang artinya : “ Ya Allah, kabulkanlah.”
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan kepada Engkaulah kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (Yaitu) jalan orang-orang yang telah Eng-kau anugerahi nikmat kepada mereka; bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan (pula) jalan mereka yang sesat.” (Al-Fatihah: 1-7).
Kemudian mengucapkan “Aamiin”, yang artinya : “ Ya Allah, kabulkanlah.”
8. Membaca salah satu
surat dari Al-Qur’an (yang biasa dibaca dan dihapal), dan panjangkanlah bacaan
shalat di dalam shalat Shubuh
Misalnya :
بِسْمِ
اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ *فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ *وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ *
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ *فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ *وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ *
فَوَيْلٌ
لِّلْمُصَلِّينَ *الَّذِينَ هُمْ عَن صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ *الَّذِينَ
هُمْ يُرَاؤُونَ *وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ *
Tahukah
kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan
tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi
orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang
yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna
9. Ruku’
yaitu menundukkan punggung karena mengagungkan Allah; takbir ketika ruku’, dan
mengangkat kedua tangan setinggi pundak.
Disunnahkan menundukkan punggung serta menjadikan kepala lurus/sejajar dengan punggung, serta meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan merenggangkan jari-jari.
Disunnahkan menundukkan punggung serta menjadikan kepala lurus/sejajar dengan punggung, serta meletakkan kedua tangan di atas lutut dengan merenggangkan jari-jari.
10 Ketika
ruku’ mengucapkan :
سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ رَبَّنَا وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ
“Mahasuci
Engkau, ya Allah dan dengan memuji Engkau, ya Allah ampunilah aku.”
11. Mengangkat kepala dari ruku’, seraya
mengucapkan:
سَمِعَ اللهُ لِمَنْ
حَمِدَهُ
“ Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak. Makmum tidak mengucapkan (سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ ُ), tetapi mengucapkan ( رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ )
Lalu mengangkat kedua tangan setinggi pundak. Makmum tidak mengucapkan (سَمِعَ الله لِمَنْ حَمِدَهُ ُ), tetapi mengucapkan ( رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ )
12. Setelah
mengangkat kepala, mengucapkan :
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ artinya “Ya Rabb kami, bagi-Mu pujian “
13. Sujud yang pertama dengan khusyu’,
serta mengucapkan “Allahu Akbar”, dan bersujud di atas anggota sujud yang
tujuh, yaitu: dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan
jari-jari kedua kaki. Renggangkan kedua tangan dari lambung/perut dan jangan
meletakkan kedua lengan tangan di atas tanah serta hadapkan jari-jari kaki ke
arah kiblat.
14. Dalam
bersujud mengucapkan:
وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا
“Mahasuci
Engkau, ya Allah Rabb kami dan dengan memuji Engkau, ya Allah, ampunilah aku.”
15.
Mengangkat kepala dari sujud, seraya mengucapkan: “Allahu Akbar”.
16. Duduk di antara dua sujud, di atas telapak kaki
yang kiri dan menegakkan telapak yang kanan; meletakkan tangan kanan di atas
ujung paha kanan men-dekati lutut; menggenggam jari kelingking dan jari manis,
serta mengangkat jari telunjuk, lalu menggerak-gerakkannya ketika berdoa. Ujung
jari jempol dilekatkan dengan jari tengah seperti membentuk lingkaran dan
meletakkan tangan kiri yang dekat dengan lutut.
17. Dalam duduk antara dua sujud mengucapkan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ
“Ya Rabbku, ampunilah aku,
sayangilah aku, , cukupkanlah t unjukilah aku, limpahkanlah rezeki-Mu kepadaku
“
Kemudian
sujud kedua dengan khusyu’ yang ucapan dan perbuatannya seperti pada waktu
sujud pertama, dan bertakbirlah ketika hendak sujud.
18. Berdiri dari sujud kedua, seraya mengucapkan
takbir dan mengerjakan rakaat yang kedua yang ucapan serta perbuatannya seperti
yang dilakukan pada rakaat pertama. Hanya saja pada rakaat ini tidak membaca
itiftah.
Setelah membacasurat Al Fatihah membaca salah
satu surat dari
Al-Qur’an, misalnya:
Setelah membaca
قُلْ
يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ * لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ *وَلَا أَنتُمْ
عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ *
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَّا عَبَدتُّمْ * وَلَا
أَنتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ * لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Katakanlah: "Hai
orang-orang kafir, Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak
pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi
penyembah Tuhan yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku".
19. Kemudian duduk setelah selesai rakaat kedua, seraya
mengucapkan takbir dan duduk persis dengan duduk antara kedua sujud.
20. Dalam
duduk ini membaca tasyahhud, yaitu:
التَّحِيَّاتُ للهِ
وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ. السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ
وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ
الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ ، وَباَرِكْ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ
مَجِيْدٌ.
“Segala penghormatan, shalat dan kebaikan milik Allah.
Selamat sejahtera kepadamu, wahai Nabi, rah-mat Allah dan berkah-Nya. Selamat
sejahtera kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi tiada
tuhan yang berhak disembah selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan
rasul-Nya. Ya Allah, berikanlah salam sejahtera kepada Muhammad dan keluarga
Muhammad, Sebagaimana engkau memberikan salam sejahtera kepada Ibrahim dan
keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana
Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau maha
terpuji dan Maha Agung.
21. Doa
setelah membaca tasyahhud pertama (untuk shalat dzuhur, ashar, maghrib dan
‘isa):
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ ظلمت نفسىظلما كثيرا ولا يغقرالذنوب
الا انت فاغفرلى مغفرة من عندك وارحمني انك انت الغفورالرحيم
“Ya ﷲ sesungguhnya aku telah banyak menganiaya diriku dan
tidak ada yang dapat mengampuni dosa-dosaku kecuali Engaku, maka ampunilah aku
dan kasihanilah aku sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
22. Kemudian bangkit dengan mengucapkan takbir, serta mengangkat
kedua tangan setinggi pundak.
23. Meneruskan shalat seperti pada rakaat kedua,
hanya saja dalam rakaat ketiga ini cukup membaca Al-Fatihah.
24. Duduk
tawarruk, yakni menegakkan telapak kaki kanan serta mengeluarkan telapak kaki
kiri dari bawah betis kanan; mendudukkan pantat di alas/ tanah dan meletakkan
kedua tangan di atas paha, seperti cara meletakkan tangan pada tahiyat awal.
25. Dalam posisi duduk ini membaca tahiyat
seluruhnya seperti pada tasyahhud pertama.
Sedangkan doa sesudah tasyahud akhir (shubuh, dzuhur, ashar, maghrib dan
‘isa):
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذكُ مِنْ عَذَابِ
جَهَنَّمَ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ
شَرِّ فِتْنَةِ
الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Ya ﷲ sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa Ja-hannam, dari siksa kubur, dari
fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.”
22. Salam ke kanan dan ke kiri dengan
mengucapkan:
Kemudian salam ke kanan dan ke
kiri, seraya meng-ucapkan:
السَلاَمُ عَلَيْكُمْ
وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ ِ
“Semoga kesejahteraan atas kamu sekalian serta rahmat
dan berkah ﷲ
“
0 komentar:
Posting Komentar