MENDIDIK GENERASI
MUSLIM YANG UNGGUL
Oleh : Sukra, S. Ag (25 Mei 2012)
hwBeãp ÕwJeãp Ö~fs ä:ã oQ 8äR&æöãp ufeã gç2æ häJ&Qöäæ äm=iã ú;eã ufe 9j<ã
ã9jI lã 9tEã Áue !=E v r91p ufeã vã v lã 9tEã Àr9Ræ éçmv 9jI ufeã dqA<2Q
u~fQ uiwAp ufe ã $ãqfJY Õ=5vãp ä~m9eãð Õ8 äRBeã g~ne Öivã Õp9] p ÖM=eãéçm
ufeã
úq^&æ | ä}ãp kb~Ipã Ø ufeã
8äçQ ä~Y Á9Ræ äiã ÁGRj-ã uç2Ip ueã 2Qp
Àlq^&Uã>äY 9^Y
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ
وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا
أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
ufeã kbj1<GjfBUã =EäRi
Hadits Nabi : Idza matabnu adama
inqatha’amaluhu illa min salasin, shadaqatin jariyatin, au’’lmin yuntafa’ubih
au waladin shalihin yadu’lah.
"Apabila manusia mati maka terputuslah amalannya kecuali dari
tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak shaleh yang mendo'akannya."
(HR. Muslim, dari Abu Hurairah)
Investasi
jangka panjang dan tak pernah merugi adalah 1. shadaqah jariyah : pembelanjaan
harta dijalan Allah yang bersifat permanen dan untuk kepentingan kemaslahatan
bersama, seperti membangun tempat ibadah, jembatan, pesantren, jalan dan
lain-lain.2. ‘ilmin
yuntafa’ubih : ilmu yang berguna untuk kepentingan bersama, yaitu ilmu fondasi
peradaban dan budaya manusia sehingga menjadi manusia yang bermanfaat untuk
orang lain. Ilmu apa saja yang dapat dijadikan dorongan untuk mengangkat harkat
martabat manusia. Allah sebagaimana firaman Allah :
يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
"Allah
mengangkat derajat orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang
berilmu pengetahuan" (QS Al Mujadalah : 11)
3. waladin
shalihin yadu’lah : Anak yang shaleh yang tidak durhaka kepada orang tua, anak
yang senantiasa mendoakan kedua orang tua, setiap saat dari terbit fajar hingga
terbenam matahari.
Allah
berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ
وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman,
peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah
manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, tidak
mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu
mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At Tahrim: 6 ).
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ
تَرَكُواْ مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافاً خَافُواْ عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا
اللّهَ وَلْيَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً
[4:9] Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang
seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka
khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka
bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar.
Asbabun Nuzul
ayat :
Mujahid ra
menjelaskan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan permintaan Saad bn Abi
Waqqash ra yang suatu saat sedang sakit keras kepada Rasulullah Saw. Ketika
Rasulullah saw datang menjenguk Saad berkata Wahai rasulullah aku tidakmemliki
ahli waris kecuali seorang anak perempuan. Aku boleh menginfakan 2/3 dari
hartaku? ’tidakboleh’ jawab Rasulullah Saw, separuh ya Rasul? Tidak’ jawab Rasul
lagi. Jika 1/3 ya Rasul ? rasulullah Saw menginjinkan. Ya 1/3 juga sudah
banyak.’Rasul Saw. Lalu bersabda ”lebih baik kamu meninggalkan ahli warismu
dalam keadaan berkecukupan dari pada yang miskin yang meminta-minta kepada
manusia (HR. Bukhari dan Muslim)
Ayat ini menunjukkan bahwa 1)kita
orang tua harus memperhatikan anak-anak turun kita menjadi orang yang kuat
secara ekonomi. Tidak meninggalkan anak-anak yang lemah lagi peminta-minta.
.
2)kita orang tua harus
memperhatikan anak-anak turun kita agar menjadi orang yang bertakwa, dan 3)kita
orang tua harus memperhatikan anak-anak turun kita agar menjadi orang yang
berakhlak yang baik.
Pesan ayat ini
sesungguhnya agar generasi kita umat Islam menjadi generasi yang unggul. Untuk
menjikan generasi yang unggul perlu upaya dan usaha keras. Usaha yang dilakukan
dengan pendidikan yang baik.
Ketahuilah
bahwa Allah berfirman : QS. Ar Rahman
فَبِأَيِّ
آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
يَا
مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ
فَبِأَيِّ
آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan
kekuatan لَا
تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ (sains).
Pesan ayat ini jelas generasi
yang akan dapat melintasi ruang dan waktu, langit dan bumi adalah genarasi yang
menguasai sians dan peradaban.
Kesemuanya akan bermuara kepada doa
yang senantiasa kita baca setelah shalat wajib :
surat Al-Furqan : 74 :
رَبَّنَا
هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا
لِلْمُتَّقِينَ إِمَاماً
"Ya Tuhan
kami, anugerahkanlah kepada kami dari isteri-isteri kami dan keturunan kami
kesenangan hati, dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Lantas
pertanyaanya apakah kita sudah menyiapkan generasi unggul dan kuat sebagaimana
ayat tersebut?
Dikhotomi
pendidikan : a.pendidikan umum dan pendidikan agama/pesantren. Pendidikan umum sering dianggap
lebih berkualitas dan pendidikan agama
sering dianggap rendah atau no2..
Ada kata kunci
yang penting dalam pendidikan : Kita adalah orang asing di era anak cucu kita.
Berkaitan dengan itu Umar Bin Abdul Azis menyatakan bahwa didiklah
anak-anakmu karena mereka hidup pada zaman yang berbeda
Pendidikan
anak harus selalu dikedepankan jika memang sebuah bangsa mau menjadikan
bangsanya lebih maju dari sebelumnya, atau minimal mempertahankan segi positip
dari apa yang sudah ada sebelumnya. Disini, peranan orang tua, guru, dan
masyarakat umumnya, harus mulai memikirkan cara terbaik untuk meningkatkan
kualitas pendidikan tersebut.
Lewat karyanya, Ayat-Ayat Cinta (AAC), saat ini dia menjadi salah seorang novelis yang cukup ternama di negeri ini. Kang Abik, demikian dia biasa disapa, sebenarnya bukan penulis baru. Cukup banyak novel yang telah ditulis dan diterbitkannya. Rata-rata karyanya bernuansa agamis sesuai background-nya sebagai santri.
2. Andrea Hirata Seman Said Harun lahir di pulau Belitung 24 Oktober 1982, Andrea Hirata sendiri merupakan anak keempat dari pasangan Seman Said Harunayah dan NA Masturah. Ia dilahirkan di sebuah desa yang termasuk desa miskin dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitong. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan memang cukup mempengaruhi pribadi Andrea sedari kecil. Ia mengaku lebih banyak mendapatkan motivasi dari keadaan di sekelilingnya yang banyak memperlihatkan keperihatinan
Seperti yang
diceritakannya dalam novel Laskar Pelangi, Andrea kecil bersekolah di sebuah
sekolah yang kondisi bangunannya sangat mengenaskan dan hampir rubuh. Sekolah
yang bernama SD Muhamadiyah tersebut diakui Andrea cukuplah memperihatinkan.
Namun karena ketiadaan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah yang bentuknya
lebih mirip sebagai kandang hewan ternak. Kendati harus menimba ilmu di
bangunan yang tak nyaman, Andrea tetap memiliki motivasi yang cukup besar untuk
belajar. Di sekolah itu pulalah, ia bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang
dijuluki dengan sebutan Laskar Pelangi.
Di SD Muhamadiyah pula, Andrea bertemu dengan seorang guru yang hingga kini sangat dihormatinya, yakni NA (Nyi Ayu) Muslimah.
Di SD Muhamadiyah pula, Andrea bertemu dengan seorang guru yang hingga kini sangat dihormatinya, yakni NA (Nyi Ayu) Muslimah.
“Saya menulis
buku Laskar Pelangi untuk Bu Muslimah,” ujar Andrea dengan tegas kepada
Realita.
Kegigihan Bu Muslimah untuk mengajar siswa yang hanya berjumlah tak lebih
dari 11 orang itu ternyata sangat berarti besar bagi kehidupan Andrea. Perubahan dalam kehidupan Andrea,
diakuinya tak lain karena motivasi dan hasil didikan Bu Muslimah. Sebenarnya di
Pulau Belitong ada sekolah lain yang dikelola oleh PN Timah. Namun, Andrea tak
berhak untuk bersekolah di sekolah tersebut karena status ayahnya yang masih
menyandang pegawai rendahan. “Novel yang saya tulis merupakan memoar tentang
masa kecil saya, yang membentuk saya hingga menjadi seperti sekarang,” tutur
Andrea yang memberikan royalti novelnya kepada perpustakaan sebuah sekolah
miskin
3. Anak Maninjau pemegang 8 beasiswa
dari luar negeri. A. Fuadi lahir di nagari
Bayur, sebuah kampung kecil di pinggir Danau Maninjau tahun 1972, tidak jauh
dari kampung Buya Hamka. Ibunya guru SD, ayahnya guru madrasah.
Lalu Fuadi merantau ke Jawa, mematuhi
permintaan ibunya untuk masuk sekolah agama. Di Pondok Modern Gontor dia
bertemu dengan kiai dan ustad yang diberkahi keikhlasan mengajarkan ilmu hidup
dan ilmu akhirat.
Gontor pula yang membukakan hatinya kepada rumus
sederhana tapi kuat, ”man jadda wajada”, siapa yang bersungguh sungguh akan
sukses
Sejenak
perhatikan ceritera berikut ini :
SEKOLAH PARA
BINATANG
Kurikulum
tersebut mewajibkan bahwa untuk bisa lulus dan mendapatkan ijazah, setiap siswa
harus berhasil pada lima mata pelajaran pokok dengan minimal 8 pada
masing-masing mata pelajaran.
Adapun kelima
mata pelajaran pokok tersebut adalah :
-
Terbang - Burung elang sangat unggul dalam pelajaran terbang
-
Berenang - Sementara bebek terlihat unggul dan piawai dalam pelajaran berenang,
-
Memanjat- Tupai sangat unggul dalam pelajaran memanjat,
-
Berlari - Rusa adalah siswa yang luar biasa dalam pelajaran berlari
-
dan menyelam - Lain lagi dengan katak, dia sangat unggul dalam pelajaran
menyelam
Sekolah
formal, yang demikian tidak dapat menghasilkan lulusan yang dapat bersaing
sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Bahkan sebaliknya kompetensi dan keunggulan
yang dimiliki hilang terbuang dengan percuma secara sistemik.
Pendidikan
Islam sebenarnya mengembangkan segala potensi untuk menjadi umatan wasathan
dalam arti manusia yang unggul dan menjadi wasit dunia. Islam memandang manusia
sebagai makhluk multipotensi. Menurut Dr. Nasi’ Ulwan, setidaknya ada 6 hal
yang harus diperhatikan dalam mendidik anak, diantaranya adalah: 1)al
imaniyah(keimanan), 2)al khuluqiyah(akhlak), 3)al ’aqliyah(akal), 4)al
ijtima’iyah(sosial), 5)an Nafsiah(jiwa), 6)al jismiyah (fisik)
Dalam teori
psikologi mutahir bahwa sesungguhnya manusia memiliki multiintelijen (IQ, SQ,
EQ dan lain-lain). Sehingga keragaman potensi yang dimiliki dapat berkembang
seimbang, pada giliranya bermuara pada keunggulan.
Hadirin Jamaah
rahimakumullah
Kalau kita
sederhanakan pendidikan untuk menghasilkan orang yang cerdas itu hal yang biasa
dan lebih mudah tetapi untuk menghasilkan orang yang jujur, ikhlas, bertanggung
jawab dan shaleh secara agama sangat sulit.
Tugas besarn
pendidikan kita adalah mecapai orang yang jujur, ikhlas, bertanggung jawab dan
shaleh. Mengutip Prof. Dr. Imam Robandi
Saya dalam sebuah kapal_ Kapal saya harus sukses dalam berlayar _ Saya membutuhkan angin untuk sukses dalam
berlayar
_ Jika ada angin besar, saya tidak akan
menceburkan diri ke laut.
_ Saya harus fight untuk mengubah angin besar
menjadi kekuatan untuk mengantar kapal sampai ke tujuan.
_ Jumlah banyak vektor belum tentu besar.
_ Jika saya tidak mengetahui tujuan kapal untuk
berlabuh, maka angin tidak diperlukan.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَلَّ اللهُ مِنِّيْ
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


0 komentar:
Posting Komentar