A. Judul Penelitian
Tingkat Profesionalisme Pengawas
PAI dalam Bidang Penelitian dan Pengembangan (Studi Kasus Pengawas PAI SMP, SMA, dan SMK Kabupaten Paser)
B. Analisis Judul
Keyword : Profesionalisme, Pengawas PAI,
Kompetensi Penelitian dan
Pengembangan.
Berdasarkan analisis
filsafat, maka judul penelitian; “Tingkat Profesionalisme Pengawas PAI dalam
Bidang Penelitian dan Pengembangan” adalah fungsi.
Kerangka fungsi ini meliputi Unsur, Ciri dan sifat.
Untuk memudahkan difahami dapat dibuat skema sebagai
berikut :
|
Fungsi
|
Variabel
|
|
|
Profesionalisme Pengawas PAI
|
Kompetensi Penelitian dan Pengembangan
|
|
|
Unsur
|
1.
Memiliki keahlian khusus yang
dipersiapkan oleh program pendidikan ke-ahlian atau spesialisasi
2.
Kemampuan untuk mem-perbaiki
kemampuan ( ke-terampilan dan keahlian
khusus yang dikuasai)
3.
Penghasilan yang me-madai
sebagai imbalan terhadap keahlian khusus yang dimilikinya
|
1.
Mengoleksi data,
2.
Menganalisis,
3.
Membahas/memaknai hasil
analisis, dan
4.
Menyimpulkan
|
|
Ciri
|
1.
Formal dan terukur
2.
Berkesinambungan
3.
Terlembaga/permanen
|
1. Menguasai berbagai pen-dekatan,
jenis dan metode penelitian dalam pen-didikan
2. Menentukan masalah
kepengawasan yang pen-ting diteliti baik untuk keperluan tugas peng-awasan
maupun untuk pengembangan karir profesinya.
3. Menyusun proposal pe-nelitian
pendidikan baik penelitian kualitatif mau-pun penelitian kuantitatif
4. Melaksanakan penelitian
pendidikan untuk pe-mecahan masalah pen-didikan dan perumusan kebijakan
pendidikan yang bermanfaat bagi tu-gas pokok dan tanggung-jawabnya
5. Mengolah dan meng-analisis
data hasil pe-nelitian pendidikan baik data kualitatif maupun data
kuantitatif
6. Menulis karya tulis ilmiah
dalam bidang pendidikan dan kepengawasan dan
memanfaatkannya untuk perbaikan mutu pen-didikan
7. Menyusun pedoman /panduan
dan atau buku /modul yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pengawasan
|
|
Sifat
|
1.
Kinerja berkualitas
2.
Perkembangan keahlian, kreatif
dan inovatif
3.
Peformance Pengawas PAI
|
Pelaksanaan penelitian mendapatkan hasil
yang dibutuhkan
|
C.
Latar Belakang
Diketahui bersama bahwa tugas pokok dan fungsi yang
melekat sebagai kompetensi pengawas PAI hanya sekedar ritual keseharian yang
tidak nampak ada kemajuan. Selama menjadi guru belum mendapati pengawas PAI yang tingkat
profesianalitasnya meyakinkan. Meskipun 6 kompetensi yang telah dimiliki oleh
pengawas, dilapangan pengawas masih cenderung d3 dan s1 (datang, duduk, duit
dan sertifikasi) apalagi melaksanakan penelitian dan pengembangan. Apabila
pengawas melaksanakan kunjungan sekolah utamanya melihat kompetensi supervisi
akademik dan managerial, lebih sempit lagi menanyakan RPP dan silabus. Pengawas PAI yang professional mampu sebagai motor
penggerak kemajuan melalui penelitian dan pengembangan PAI pada dataran grassroot
bersentuhan langsung dengan masyarakat pendidikan yang pada ahirnya
meningkatkan kualitas PAI yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Jika tidak,
maka PAI hanya sebagai pelengkap penderita di bahtera besar pendidikan
nasional.
1.
Kalimat Deduksi
Diketahui
bersama bahwa tugas pokok dan fungsi yang melekat sebagai kompetensi pengawas
PAI hanya sekedar ritual keseharian yang tidak nampak ada kemajuan.
2.
Kalimat Induksi
Selama menjadi guru belum mendapati
pengawas PAI yang tingkat profesianalitasnya meyakinkan.
3.
Pernyataan
Deskripsi
Meskipun
6 kompetensi yang telah dimiliki oleh pengawas, dilapangan pengawas masih
cenderung d3 dan s1 (datang, duduk, duit dan sertifikasi) apalagi melaksanakan
penelitian dan pengembangan
4.
Pernyataan Ekplanasi
Apabila
pengawas melaksanakan kunjungan sekolah utamanya melihat kompetensi supervisi
akademik dan managerial, lebih sempit lagi menanyakan RPP dan silabus.
5.
Pernyataan Komperasi
Pengawas PAI yang professional mampu sebagai motor
penggerak kemajuan melalui penelitian dan pengembangan PAI pada dataran grassroot
bersentuhan langsung dengan masyarakat pendidikan yang pada ahirnya
meningkatkan kualitas PAI yang langsung dirasakan oleh masyarakat. Jika tidak,
maka PAI hanya sebagai pelengkap penderita di bahtera besar pendidikan nasional.
D. Permasalahan
Penelitian ini sangat diperlukan untuk meningkatan
profesionalisme Pengawas PAI dalam bidang penelitian dan pengembangan,
setidaknya memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas PAI seberapa besar tingkat profesionalitasnya,
kemudian dapat menjadi bahan pertimbangan dalam regulasi PAI secara mendasar.
Secara
faktual dilapangan pengawas PAI yang ditunutut meningkatkan kompetensi dibidang
penelitian dan pengembangan agar dapat dijadikan acuan dan pemetaan PAI untuk
meningkatkan kualitas guru PAI, kenyataannya pengawas PAI masih sangat
minimalis untuk melaksanakan kompetensi ini, atau bahkan belum dilakukan sama
sekali.
Penelitian yang serupa pernah diteliti sebelumnya oleh Suhri
Nasution dengan judul Profesionalisme
Pengawas PAI Dibidang
Supervisi Akademik di Propinsi Banten dan penelitian Hubullah
dengan judul Tingkat
Profesionalisme Supervisi Akademik Kepala Sekolah Menengah Atas Terhadap
Guru (Studi
Kasus Pada Tiga SMAN di Kabupaten Indramayu).
“Hidup
itu melakukan, sederhana tapi pasti” (Sukra)
0 komentar:
Posting Komentar