PENGERTIAN DAN KAIDAH
STRATEGI PEMBELAJARAN
Makalah oleh Sukra
Disampaikan diforum
Kuliah hari Rabu, 10 April 2013
A. Rasional
Ibarat
permain bola basket segala cara yang dilakukan pemain agar bola dapat masuk
keranjang dalam tempo cepat, akurat dan menarik, sebisa mungkin merebut poin 3
tiap lemparan bola dan menang. Sebenarnya inilah gambaran sederhana strategi
yang harus dilakukan oleh pemain bola basket.
Mungkinkah
guru dapat melakukannya dalam proses kegiatan belajar mengajar, seperti
menyajikan materi dalam tempo yang singkat, menarik dan mencapai sasaran yang
tepat, seperti pemain bola basket?
Strategi
merupakan upaya mencapai sasaran dengan segala cara, menarik, efisien dan
efektif. Guru PAI dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan
pembelajaran memerlukan strategi yang
tepat dan cepat. Pendidikan Agama Islam menjadi menarik, efektif dan efisien
merupakan tugas guru untuk mencari strategi yang tepat. Oleh karena itu, disini
akan dijelaskan pengertian dan kaidah strategi pembelajaran dengan segala
keterbatasannya.
Istilah-istilah dalam Proses pembelajaran yang
memiliki kemiripan makna :
1. Pendekatan
Pembelajaran
2. Strategi
Pembelajaran
3. Metode
Pembelajaran
4. Teknik
Pembelajaran
5. Model-Model
Pembelajaran
B. Pembahasan
1. Pendekatan
Pembelajaran
Dalam proses
pembelajaran, Noeng Muhadjir memberikan defenisi pendekatan sebagai cara untuk
menganalisis, memperlakukan, dan mengevaluasi suatu objek.[1]
Misalnya, dalam pembelajaran peserta didik dilihat dari sudut interaksi
sosialnya, maka ada pendekatan individual dan pendekatan kelompok.
Menurut HM.
Chabib Thaha mendefinisikan
pendekatan adalah cara pemrosesan subjek atas objek untuk
mencapai tujuan. Pendekatan bisa juga berarti cara pandang terhadap sebuah
objek persoalan, dimana cara pandang itu adalah cara pandang dalam konteks yang
lebih luas.[2]
Lawson dalam konteks belajar memandang pendekatan adalah segala cara atau
strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifan dan
keefisienan dalam proses pembelajaran materi tertentu.
Pendekatan Pembelajaran dapat diartikan
sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang
merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih
sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari
metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan
pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered
approach).[3]
2. Strategi
Pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk
belajar, sedang strategi adalah suatu rencana tentang pendayagunaan dan
penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan
efisiensi pengajaran (Slameto, 1991). Rusyan (1992) berpendapat bahwa strategi
pembelajaran dapat didefinisikan sebagai garis besar haluan bertindak untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah siasat
guru dalam mengefektifkan, mengefisienkan, serta mengoptimalkan fungsi dan
interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran dalam suatu kegiatan
pembelajaran untuk mmncapai tujuan pengajaran.
[4]
Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran
yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai
secara efektif dan efisien.[5] J.
R David menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna
perencanaan. Artinya, bahwa strategi
pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan
diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dari pendekatan
pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi
pembelajaran. Secara bahasa, strategi dapat diartikan sebagai siasat, kiat,
trik atau cara, sedangkan secara umum strategi adalah suatu garis besar haluan
dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[6]
Kozna (1989) secara umum menjelaskan bahwa strategi
pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang
dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya
tujuan pembelajaran tertentu.
Gerlanch dan Ely
(1980) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih
untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi
pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur
atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu
peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dalam kamus
Besar Bahasa Indonesia, strategi diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai
kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.[7] Menurut J.J Hasibuddin dan Moedjiono strategi pembelajaran adalah pola
umum perbuatan guru-murid di dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran.[8]
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat
dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery
learning dan (2) group-individual learning. [9] Ditinjau dari cara penyajian dan
cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi
pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi
pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk meng-implementasikannya digunakan berbagai metode
pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a
plan of
operation achieving something”
sedangkan metode adalah “a way in achieving something” [10]
3.
Metode
Pembelajaran
Metode adalah
cara yang digunakan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.[11] Metode
pembelajaran berarti cara-cara yang dipakai oleh guru agar tujuan pembelajaran
dapat dicapai secara efektif dan efesien.
Dalam kamus
Besar Bahasa Indonesia, metode diartikan sebagai cara teratur yang digunakan
untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.[12]
Menurut J.J
Hasibuddin dan Moedjiono metode pembelajaran adalah alat yang dapat merupakan
bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi
pembelajaran.[13]
Metode merupakan
langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai
tujuan belajar, sehingga dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus
disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain kedudukan
metode dalam kegiatan belajar mengajar bahwa (1) metode sebagai alat motivasi
ekstrinsik, (2)metode sebagai strategi pembelajaran, dan (3) metode sebagai
alat untuk mencapai tujuan. [14]
pemilihan metode harus didasari pertimbangan : a. Nilai strategi metode, b.
Efektifitas penggunaan metode, c. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode,
dan d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode, mengutip Winarno
Surakhmad (1990 :97), yaitu :
1.
Anak didik 4. Fasilitas
2.
Tujuan 5. Guru
3.
Situasi
Macam-macam metode
mengajar secara umum adalah
1.
Metode proyek 7. Metode
problem solving
2.
Metode
eksperimen 8.
Metode karyawisata
3.
Metode tugas dan
resitasi 9. Metode tanya
jawab
4.
Metode diskusi 10. Metode
latihan
5.
Metode
sosiodrama 11.
Metode ceramah[15]
6.
Metode
demonstrasi
Ramayulis selain menjelaskan metode pembelajaran
secara umum, ia mencoba memaparkan metode berdasarkan prinsip-prinsip mengajar
dalam al-Quran, yaitu :
1.
Metode hiwar
(percakapan) Qurani dan Nabawi
2.
Metode kisah
Qurani dan Nabawi
3.
Metode amsal
(perumpamaan)
4.
Metode
keteladaan
5.
Metode
pembiasaan
6.
Metode ‘Ibrah
dan Mau’izah
7.
Metode taghrib
dan targhib.[16]
4.
Teknik
Pembelajaran
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, teknik diartikan
sebagai metode atau sistem mengerjakan sesuatu, cara membuat atau melakukan
sesuatu yang berhubungan dengan seni.[17]
Menurut Gerlach dan Ely teknik adalah jalan, alat,
atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik
kearah tujuan yang ingin dicapai. [18]
Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara
yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.[19] Dengan
kata lain teknik pembelajaran adalah cara kongkret yang dipakai saat proses
pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam
koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai
teknik pembelajaran.[20]
Dengan demikian kegiatan Pembelajaran apapun metode yang digunakanoleh guru
sangat tergantung bagaimana guru mengimplementasikan dalam proses pembelajaran
tersebut.
5.
Model Pembelajaran
Apabila antara
pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah
terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut
dengan model pembelajaran.
Jadi, model
pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari
awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model
pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan,
metode, dan teknik pembelajaran
Bruce Joyce dan Marsha Weil (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega,
1990) mengemukakan 4 kelompok model pembelajaran, yaitu : 1. Model interaksi
sosial, 2. Model pengolahan sendiri, 3. Model personal- humanistik, 4. Model
modifikasi tingkah laku.[21]
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari
masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:[22]

C. Kesimpulan
1. Pendekatan
pembelajaran merupakan bentuk atau cara menganalisis, memperlakukan, dan
mengevaluasi suatu objek tertentu.
2.
Strategi pembelajaran merupakan taktik dalam
meperlakukan suatu objek.
3.
Metode adalah cara dalam menerapkan strategi yang
telah dibentuk.
4.
Sedangkan teknik
adalah aplikasi dari metode yang telah ditetapkan yang sesuai dengan pendekatan
dan stategi pembelajaran yang telah ditetapkan sehingga gambaran dari
kesesuaian pendekatan, strategi, metode, dan teknik merupakan model.
Daftar Pustaka
Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Pendidikan,
Bandung: Rosda Karya Remaja, 2003.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa
Indonesia, Ed.III,
Jakarta: Balai
Pustaka, 2005
Dirjen
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Metodik Pengajaran Agama Islam, Jakarta :
1984/1985
Hamzah B Uno, Model Pembelajaran; Menciptakan
Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, Jakrarta: Bumi Aksara,
2009
Iskandarwassid dan Dadang Senendar, Strategi
Pembelajaran Bahasa, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008
J.J Hasibuddin dan Moedjiono, Proses Belajar
Mengajar, Cet. XIX; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002
Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan dan Perubahan
Sosial; Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif, Yogyakarta: Rake Sarasin,
2000
Oemar Hamalik, Proses
Belajar mengajar, Jakarta : Bumi Aksara, 2005
Pupuh Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi
Belajar Mengajar; Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami, Bandung:
PT Refika Aditama, 2007
Ramayulis,
Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2012
Silbermen, Mel.,
Active Learning, terj. Sarjuli dkk, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001
St. Y. Slamet, Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia di Sekolah Dasar, Surakarta: LPP UNS, 2007
Suwardi, Manajemen Pembelajaran; Menciptakan Guru
Kreatif dan Berkompetensi, Surabaya: STAIN Salatiga Press, 2007
Syaiful
Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT.
Rineka Cipta, 1997
Trianto, Mendesain
Model Pembelajaran Inovatif Progresif, Jakarta : Kencana Prenada Media Group,
2009
Wina Senjaya. Strategi Pembelajaran; Berorientasi
Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008
Woolfolk,
Anita., Educational Psychology, the Ohio State University :1980
Yatim Riyanto, Paradigma
Baru Pembelajaran, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009
Sumber Website
ahmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 5
April 2013
mediaedukasiku.blogspot.
com, diunduh
Jumat, 5 April 2013
[1]
Noeng Muhadjir, Ilmu
Pendidikan dan Perubahan Sosial; Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000)
hlm. 140
[2]
Ramayulis, Metodologi
Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2012) hlm. 129. Pendekatan
dalam Pendidikan Islam terdapat 7 pendekatan yang dapat digunakan, yaitu : 1.
Pendekatan pengalaman, 2. Pendekatan pembiasaan, 3. Pendekatan Emosional, 4.
Pendekatan rasional, 5. Pendekatan fungsional, 6. Pendekatan keteladanan, dan
7. Pendekatan terpadu (lihat hlm. 129-135). Lihat Syaiful Bahri Djamaraah
pendekatan proses belajar mengajar dengan menambah: 1. Pendekatan individual,
2. Kelompok, 3. Bervariasi, 4. Edukatif, 5. Keagamaan, dan 6. Bermaknaan, hlm.
61-81
[3] Trianto, Mendisain Model
Pembelajaran inovatif Progresif,
(Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009) hlm. 8, Pendekatan didasari pada
pradigma pembelajaran
[4] Yatim Riyanto, Paradigma Baru
Pembelajaran, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009) hlm.131
[5] Wina Senjaya.. Strategi Pembelajaran; Berorientasi
Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group,
2008) hlm.
[6]
Pupuh Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi
Belajar Mengajar; Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami,( Bandung:
PT Refika Aditama, 2007)
hlm. 3
[7]
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,
Ed.III; (Jakarta:
Balai Pustaka, 2005)
hlm.1092
[8]
J.J
Hasibuddin dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Cet. XIX, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002) hlm.
3
[10]
Ibid
[11]
Suwardi, Manajemen Pembelajaran; Menciptakan Guru
Kreatif dan Berkompetensi, (Surabaya:
STAIN Salatiga Press, 2007)
hlm. 61
[13] Ibid
[14] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan
Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1997) hlm.
82-92
[15] Ibid, hlm. 93-110. Lihat
juga Anita. E Woolfolk dalam Eductional Psychology,(the Ohio State
University :1980 ) hlm. 457-461 prosedur metode ceramah, tugas dan
resitasi dalam kegiatan belajar
mengajar. Lihat Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam (Jakarta : Dirjen
Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, 1985)
hlm. 227-242
[16] Ramayulis, Metodologi
Pendidikan Agama Islam.....hlm. 281-295
[17] Kamus Besar Bahasa Indonesia
.... hlm. 1158
[18] Hamzah B Uno, Model Pembelajaran; Menciptakan
Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009) hlm. 2
[19] ahmadsudrajat.wordpress.com,
diunduh 5 April 2013. Lihat Oemar Hamalik (2005)hlm. 60 hampir tidak membedakan
metode dan teknik pembelajaran
[20] mediaedukasiku.blogspot. com, diunduh
Jumat, 5 April 2013
[21] ahmadsudrajat.wordpress.com,
diunduh 5 April 2013. Lihat
Trianto (2009), memaparkan model inovatif-progresif dengan langkah-langkah
pembelajarannya. Ramyulis menguraikan 14
model
pembelajaran PAI, yaitu : 1. Model pembelajaran Unit, 2. Model pembelajaran
Berprograma, 3. Model pembelajaran Modul, 4. Model pembelajaran PPSI, 5. Model
pembelajaran CBSA, 6. Model pembelajaran Tuntas, 7. Model pembelajaran
konstruksivisme, 8. Model pembelajaran problem solving, 9. Model pembelajaran
quantum learning, 10. Model pembelajaran pendekatan ATI, 11. Model pembelajaran
kooperatif, 12. Model pembelajaran CTL, 13. Model pembelajaran KBK dan KTSP,
dan 14. Model pembelajaran inquiry. Dari slide widyaiswara Yaser Arafat,
memaparkan 35 model pembelajaran PAI meskipun terkesan agak dipaksaan pada
materi PAI tertentu, ke-35 model pembelajaran adalah 1.Examples Non
Examples, 2.Picture And Picture,
3.Numbered Heads Together, 4.Cooperative Script, 5.Kepala Bernomor Struktur,
6.Student Teams-Achievement Divisions (Stad), 7.Jigsaw (Model Tim Ahli),
8.Problem Based Introductuon (Pbi), 9.Artikulasi, 10.Mind Mapping, 11.Make - A
Match, 12.Think Pair And Share, 13.Debate, 14.Role Playing, 15.Group
Investigation, 16.Talking Stik, 17.Bertukar Pasangan, 18.Snowball Throwing,
19.Student Facilitator And Explaining, 20.Course Review Horay,
21.Demonstration, 22.Explicit Intruction, 23.Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ),
24.Inside-Outside-Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar), 25. Tebak Kata,
26.Word Square, 27. Scramble, 28.Take And Give, 29.Conseptsentense, 30.
Complette Sentense, 31.Time Token Arends 1998, 32. Pair Cheks Spencer Kagen
1993, 33. Keliling Kelompok, 34. Tari Bambu, 35. Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Spencer Kagan 1992
[22] Ibid. Mel Silbermen dalam
Active Learning berusaha memaparkan bukan hanya teknik pembelajarn tetapi ia
menampilkan 101 model pembelajaran yang aktif, inovatif, lengkap dan progesif.
Namun demikan tidak semua model dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI. Karena
sesungguhnya pembelajaran PAI memiliki karakter tersendiri, maka lebih tepat
apa yang diungkapkan oleh Ramayulis seperti pembelajaran berdasarkan
prinsip-prinsip Qurani ( lihat Ramayulis, 2012) halaman 282.
0 komentar:
Posting Komentar