Jumat, 24 Mei 2013

PENGERTIAN DAN KAIDAH STRATEGI PEMBELAJARAN


PENGERTIAN DAN KAIDAH STRATEGI PEMBELAJARAN
Makalah oleh Sukra
Disampaikan diforum Kuliah hari Rabu, 10 April 2013

A.    Rasional
Ibarat permain bola basket segala cara yang dilakukan pemain agar bola dapat masuk keranjang dalam tempo cepat, akurat dan menarik, sebisa mungkin merebut poin 3 tiap lemparan bola dan menang. Sebenarnya inilah gambaran sederhana strategi yang harus dilakukan oleh pemain bola basket.
Mungkinkah guru dapat melakukannya dalam proses kegiatan belajar mengajar, seperti menyajikan materi dalam tempo yang singkat, menarik dan mencapai sasaran yang tepat, seperti pemain bola basket?
Strategi merupakan upaya mencapai sasaran dengan segala cara, menarik, efisien dan efektif. Guru PAI dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan pembelajaran  memerlukan strategi yang tepat dan cepat. Pendidikan Agama Islam menjadi menarik, efektif dan efisien merupakan tugas guru untuk mencari strategi yang tepat. Oleh karena itu, disini akan dijelaskan pengertian dan kaidah strategi pembelajaran dengan segala keterbatasannya.
Istilah-istilah dalam Proses pembelajaran yang memiliki kemiripan makna :
1.      Pendekatan Pembelajaran
2.      Strategi Pembelajaran
3.      Metode Pembelajaran
4.      Teknik Pembelajaran
5.      Model-Model Pembelajaran
B.     Pembahasan
1.    Pendekatan Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, Noeng Muhadjir memberikan defenisi pendekatan sebagai cara untuk menganalisis, memperlakukan, dan mengevaluasi suatu objek.[1] Misalnya, dalam pembelajaran peserta didik dilihat dari sudut interaksi sosialnya, maka ada pendekatan individual dan pendekatan kelompok.
Menurut HM. Chabib Thaha mendefinisikan pendekatan adalah cara pemrosesan subjek atas objek untuk mencapai tujuan. Pendekatan bisa juga berarti cara pandang terhadap sebuah objek persoalan, dimana cara pandang itu adalah cara pandang dalam konteks yang lebih luas.[2] Lawson dalam konteks belajar memandang pendekatan adalah segala cara atau strategi yang digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifan dan keefisienan dalam proses pembelajaran materi tertentu.
Pendekatan Pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu:
(1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach).[3]
2.      Strategi Pembelajaran
Pembelajaran adalah upaya membelajarkan siswa untuk belajar, sedang strategi adalah suatu rencana tentang pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yang ada untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pengajaran (Slameto, 1991). Rusyan (1992) berpendapat bahwa strategi pembelajaran dapat didefinisikan sebagai garis besar haluan bertindak untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Strategi Pembelajaran adalah siasat guru dalam mengefektifkan, mengefisienkan, serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen pembelajaran dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mmncapai tujuan pengajaran. [4]
Strategi Pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.[5] J. R David menyebutkan bahwa dalam strategi pembelajaran terkandung makna perencanaan. Artinya, bahwa strategi pada dasarnya masih bersifat konseptual tentang keputusan-keputusan yang akan diambil dalam suatu pelaksanaan pembelajaran.
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi pembelajaran. Secara bahasa, strategi dapat diartikan sebagai siasat, kiat, trik atau cara, sedangkan secara umum strategi adalah suatu garis besar haluan dalam bertindak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.[6]
Kozna (1989) secara umum menjelaskan bahwa strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai setiap kegiatan yang dipilih, yaitu yang dapat memberikan fasilitas atau bantuan kepada peserta didik menuju tercapainya tujuan pembelajaran tertentu.
Gerlanch dan Ely (1980) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan metode pembelajaran dalam lingkungan pembelajaran tertentu.
Dick dan Carey (1990) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran terdiri atas seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, strategi diartikan sebagai rencana yang cermat mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus.[7]  Menurut J.J Hasibuddin dan Moedjiono strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru-murid di dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran.[8]
Dilihat dari strateginya, pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan (2) group-individual learning. [9] Ditinjau dari cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Strategi pembelajaran sifatnya masih konseptual dan untuk meng-implementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu. Dengan kata lain, strategi merupakan “a plan of operation achieving something” sedangkan metode adalah “a way in achieving something[10]

3. Metode Pembelajaran
Metode adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.[11]  Metode pembelajaran berarti cara-cara yang dipakai oleh guru agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efesien.
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, metode diartikan sebagai cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.[12]
Menurut J.J Hasibuddin dan Moedjiono metode pembelajaran adalah alat yang dapat merupakan bagian dari perangkat alat dan cara dalam pelaksanaan suatu strategi pembelajaran.[13]
Metode merupakan langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih dalam mencapai tujuan belajar, sehingga dalam menggunakan suatu metode pembelajaran harus disesuaikan dengan jenis strategi yang digunakan.
Menurut Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain kedudukan metode dalam kegiatan belajar mengajar bahwa (1) metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, (2)metode sebagai strategi pembelajaran, dan (3) metode sebagai alat untuk mencapai tujuan. [14] pemilihan metode harus didasari pertimbangan : a. Nilai strategi metode, b. Efektifitas penggunaan metode, c. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode, dan d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode, mengutip Winarno Surakhmad (1990 :97), yaitu :
1.      Anak didik                  4. Fasilitas
2.      Tujuan                         5. Guru
3.      Situasi
Macam-macam metode  mengajar secara umum adalah
1.      Metode proyek                                    7. Metode problem solving
2.      Metode eksperimen                             8. Metode karyawisata
3.      Metode tugas dan resitasi                   9. Metode tanya jawab
4.      Metode diskusi                                   10. Metode latihan
5.      Metode sosiodrama                             11. Metode ceramah[15]
6.      Metode demonstrasi
Ramayulis selain menjelaskan metode pembelajaran secara umum, ia mencoba memaparkan metode berdasarkan prinsip-prinsip mengajar dalam al-Quran, yaitu :
1.      Metode hiwar (percakapan) Qurani dan Nabawi
2.      Metode kisah Qurani dan Nabawi
3.      Metode amsal (perumpamaan)
4.      Metode keteladaan
5.      Metode pembiasaan
6.      Metode ‘Ibrah dan Mau’izah
7.      Metode taghrib dan targhib.[16]

4.    Teknik Pembelajaran
Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, teknik diartikan sebagai metode atau sistem mengerjakan sesuatu, cara membuat atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan seni.[17]
Menurut Gerlach dan Ely teknik adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai. [18]
Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.[19] Dengan kata lain teknik pembelajaran adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran.[20] Dengan demikian kegiatan Pembelajaran apapun metode yang digunakanoleh guru sangat tergantung bagaimana guru mengimplementasikan dalam proses pembelajaran tersebut.

5.   Model Pembelajaran
Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.
Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran
Bruce Joyce dan Marsha Weil  (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengemukakan 4 kelompok model pembelajaran, yaitu : 1. Model interaksi sosial, 2. Model pengolahan sendiri, 3. Model personal- humanistik, 4. Model modifikasi tingkah laku.[21]
Untuk lebih jelasnya, posisi hierarkis dari masing-masing istilah tersebut, kiranya dapat divisualisasikan sebagai berikut:[22]
model-pembelajaran1
C.     Kesimpulan
1.      Pendekatan pembelajaran merupakan bentuk atau cara menganalisis, memperlakukan, dan mengevaluasi suatu objek tertentu.
2.      Strategi pembelajaran merupakan taktik dalam meperlakukan suatu objek.
3.      Metode adalah cara dalam menerapkan strategi yang telah dibentuk.
4.      Sedangkan teknik adalah aplikasi dari metode yang telah ditetapkan yang sesuai dengan pendekatan dan stategi pembelajaran yang telah ditetapkan sehingga gambaran dari kesesuaian pendekatan, strategi, metode, dan teknik merupakan model.


Daftar Pustaka

Abin Syamsuddin Makmun, Psikologi Pendidikan, Bandung: Rosda Karya Remaja, 2003.
Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed.III,  Jakarta: Balai Pustaka, 2005
Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Metodik Pengajaran Agama Islam, Jakarta : 1984/1985
Hamzah B Uno, Model Pembelajaran; Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, Jakrarta: Bumi Aksara, 2009
 Iskandarwassid dan Dadang Senendar, Strategi Pembelajaran Bahasa, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2008
J.J Hasibuddin dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Cet. XIX; Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002
 Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial; Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif, Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000
Oemar Hamalik, Proses Belajar mengajar, Jakarta : Bumi Aksara, 2005

 Pupuh Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar; Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami, Bandung: PT Refika Aditama, 2007
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kalam Mulia, 2012
Silbermen, Mel., Active Learning, terj. Sarjuli dkk, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2001
St. Y. Slamet, Dasar-dasar Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia di Sekolah Dasar, Surakarta: LPP UNS, 2007
Suwardi, Manajemen Pembelajaran; Menciptakan Guru Kreatif dan Berkompetensi, Surabaya: STAIN Salatiga Press, 2007
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1997
Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009
Wina Senjaya. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana Prenada Media Group,  2008
Woolfolk, Anita., Educational Psychology, the Ohio State University :1980
Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009

Sumber Website
ahmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 5 April 2013
mediaedukasiku.blogspot. com,  diunduh  Jumat, 5 April 2013



[1] Noeng Muhadjir, Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial; Teori Pendidikan Pelaku Sosial Kreatif, (Yogyakarta: Rake Sarasin, 2000)  hlm. 140
[2] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Kalam Mulia, 2012) hlm. 129. Pendekatan dalam Pendidikan Islam terdapat 7 pendekatan yang dapat digunakan, yaitu : 1. Pendekatan pengalaman, 2. Pendekatan pembiasaan, 3. Pendekatan Emosional, 4. Pendekatan rasional, 5. Pendekatan fungsional, 6. Pendekatan keteladanan, dan 7. Pendekatan terpadu (lihat hlm. 129-135). Lihat Syaiful Bahri Djamaraah pendekatan proses belajar mengajar dengan menambah: 1. Pendekatan individual, 2. Kelompok, 3. Bervariasi, 4. Edukatif, 5. Keagamaan, dan 6. Bermaknaan, hlm. 61-81
[3] Trianto, Mendisain Model Pembelajaran inovatif  Progresif, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009) hlm. 8, Pendekatan didasari pada pradigma pembelajaran
[4] Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta : Kencana Prenada Media Group, 2009) hlm.131
[5]  Wina Senjaya.. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008) hlm.  
[6]  Pupuh Fathurrohman & M. Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar; Melalui Penanaman Konsep Umum dan Konsep Islami,( Bandung: PT Refika Aditama, 2007) hlm. 3
[7] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Ed.III; (Jakarta: Balai Pustaka, 2005) hlm.1092
[8]  J.J Hasibuddin dan Moedjiono, Proses Belajar Mengajar, Cet. XIX, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002) hlm. 3
[9] Wina Senjaya. 2008. Strategi Pembelajaran; Berorientasi Standar Proses Pendidikan.......
[10] Ibid
[11]  Suwardi, Manajemen Pembelajaran; Menciptakan Guru Kreatif dan Berkompetensi, (Surabaya: STAIN Salatiga Press, 2007) hlm. 61
[12] Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia..... hlm.740
[13] Ibid
[14] Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 1997) hlm. 82-92
[15] Ibid, hlm. 93-110. Lihat juga Anita. E Woolfolk dalam Eductional Psychology,(the Ohio State University :1980 ) hlm. 457-461 prosedur metode ceramah, tugas dan resitasi  dalam kegiatan belajar mengajar. Lihat Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam (Jakarta : Dirjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam,  1985) hlm. 227-242
[16] Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam.....hlm. 281-295
[17] Kamus Besar Bahasa Indonesia .... hlm. 1158
[18] Hamzah B Uno, Model Pembelajaran; Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009) hlm. 2
[19] ahmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 5 April 2013. Lihat Oemar Hamalik (2005)hlm. 60 hampir tidak membedakan metode dan teknik pembelajaran
[20] mediaedukasiku.blogspot. com,  diunduh  Jumat, 5 April 2013
[21] ahmadsudrajat.wordpress.com, diunduh 5 April 2013. Lihat Trianto (2009), memaparkan model inovatif-progresif dengan langkah-langkah pembelajarannya. Ramyulis menguraikan 14 model pembelajaran PAI, yaitu : 1. Model pembelajaran Unit, 2. Model pembelajaran Berprograma, 3. Model pembelajaran Modul, 4. Model pembelajaran PPSI, 5. Model pembelajaran CBSA, 6. Model pembelajaran Tuntas, 7. Model pembelajaran konstruksivisme, 8. Model pembelajaran problem solving, 9. Model pembelajaran quantum learning, 10. Model pembelajaran pendekatan ATI, 11. Model pembelajaran kooperatif, 12. Model pembelajaran CTL, 13. Model pembelajaran KBK dan KTSP, dan 14. Model pembelajaran inquiry. Dari slide widyaiswara Yaser Arafat, memaparkan 35 model pembelajaran PAI meskipun terkesan agak dipaksaan pada materi PAI tertentu, ke-35 model pembelajaran adalah 1.Examples Non Examples,  2.Picture And Picture, 3.Numbered Heads Together, 4.Cooperative Script, 5.Kepala Bernomor Struktur, 6.Student Teams-Achievement Divisions (Stad), 7.Jigsaw (Model Tim Ahli), 8.Problem Based Introductuon (Pbi), 9.Artikulasi, 10.Mind Mapping, 11.Make - A Match, 12.Think Pair And Share, 13.Debate, 14.Role Playing, 15.Group Investigation, 16.Talking Stik, 17.Bertukar Pasangan, 18.Snowball Throwing, 19.Student Facilitator And Explaining, 20.Course Review Horay, 21.Demonstration, 22.Explicit Intruction, 23.Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ), 24.Inside-Outside-Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar), 25. Tebak Kata, 26.Word Square, 27. Scramble, 28.Take And Give, 29.Conseptsentense, 30. Complette Sentense, 31.Time Token Arends 1998, 32. Pair Cheks Spencer Kagen 1993, 33. Keliling Kelompok, 34. Tari Bambu, 35. Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Spencer Kagan 1992
[22] Ibid. Mel Silbermen dalam Active Learning berusaha memaparkan bukan hanya teknik pembelajarn tetapi ia menampilkan 101 model pembelajaran yang aktif, inovatif, lengkap dan progesif. Namun demikan tidak semua model dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI. Karena sesungguhnya pembelajaran PAI memiliki karakter tersendiri, maka lebih tepat apa yang diungkapkan oleh Ramayulis seperti pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip Qurani ( lihat Ramayulis, 2012) halaman 282. 

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz