Prestasi SMP Muhammadiyah
Tahun
1991-an sekolah ini dikenal secara nasional pada lomba cerdas cermat P4. Untuk
tingkat kabupaten Paser selalu menang. Ketika mewakili provinsi Kalimatan Timur
juga menjadi juara. SMP Muhammadiyah saat itu masih di Panglima Sentik dikenal
dengan sang juara P4. Piala-piala dari kemenangan itu masih dapat dilihat di
atas lemari pajang.
Paling
membanggakan yang kedua adalah petarung dan seni silat Tapak Suci merajai
kabupaten Paser. Banyak piala kejuaraan silat terpampang. Banyak yang
menyatakan bahwa orang melihat silat terlintas diingatannya TS SMP
Muhammadiyah. Di sini lahir bibit-bibit kader tapak suci hingga kini. Meskipun
pada lima tahun terakhir trennya menurun. Tahun 1980-an pernah menjadi sang
juara.
Setelah
sekolah ini pindah di Jln. Pangeran Menteri No.96 tahun 2000-an mengalami
transisi. Input siswa mengalami penurunan secara kuantitas. Hal ini dapat
dipahami karena siswa yang masuk saat itu dari kampung Sungai Tuak. Kampung ini
di seberang sungai Kandilo. Sungai Kandilo merupakan sungai terbesar di
kabupaten Paser. Banyak mitos berkaitan dengan sungai Kandilo. Mitos-mitos itu
mengakar bagi masyarakat Tanah Grogot. Jumlah siswa semakin berkurang. Bahkan
salah seorang dari anggota PDM pernah menyatakan SMP hendak ditutup karena kekuarangan siswa, seperti SD dan SMP
Muhammadiyah Gentong dalam novel Laskar Pelangi.
Tahun-tahun ini
mulai ada harapan penerimaan siswa baru tahun 2003 SMP Muhammadiyah diminati 30
siswa. Guru dan karyawan mulai percaya diri kembali. Sejumlah siswa ternyata
memiliki talenta dalam bidang seni. Penyayi dangdut dilahirkan dari SMP ini.
Pada tahun ini pula group drumband dibentuk. SMP Muhammadiyah terkenal dengan
drumbandnya. Selain dibidang seni, satu dua siswa memiliki potensi dalam bidang
akdemik. Juara II lomba pidato bahasa Inggris tingkat kabupaten. Saya ingat
betul, Noorjati menjadi juara. Saya sempat minder juga. Siswa swasta biasanya
direndahkan oleh siswa negeri. Namun saya yakin dengan kemampuan anak ini.
Akhirnya, juara.
Bukan lomba
pidato bahasa Inggris saja yang juara, baca buku, olimpiade Sains dan
Matematika. Pada olimpide sain Mumtaz Aji Wibowo dapat mengalahkan seluruh
siswa di kabupaten Paser. Ia juara I. Kemudian ia mewakili kabupaten Paser di
povinsi Kaltim. Keberuntungan belum berpihak kepadanya, dalam olimpiade ini
tidak memperoleh juara.
Pertama,
kadang sering minder di SMP Muhammadiyah dengan etos kerja ternyata hasilnya
mulai nampak. Bebrapa bulan yang lalu 3 alumni mendatangi saya mencium tangan
saya dengan berkata, “ Bapak, terima kasih, kami sudah menjadi bidan desa.”
Saya memantau alumni, dulu yang juara lomba cerdas cermat P4 sudah magister
psikologi Undip Semarang. Ada juga yang menjadi tokoh politik. Sedang siswa
yang juara olimpiade Matematika kuliah di UGM Yogyakarta. Mereka juga tersebar
di ITK, UWK Surabaya. Masih banyak yang lain. Semoga semua alumni SMP
Muhammadiyah tetap mempertahankan kredibelitasnya sebagai karakter muslim yang
diharapkan (zukra218@yahoo.co.id)
0 komentar:
Posting Komentar