Nyaris Berkelahi
Malam 17
Agutus, malam yang menyuguhkan atraksi dan karnaval malam “tirakatan”.
Muda-mudi, tua-muda, kecil-besar keluar rumah menyaksikan karnaval 17-an HUT
RI. Mereka menyaksikan berbagai tampilan dari sepeda hias, mobil hias. Anak-anak
berpakaian pejuang kemerdekaan. Semua profesi ditampikan pelajar SD-SMA Tanah
Grogot. Dua group dramband menjadi perhatian penonton. Group drumband
pemerintah Kabupaten dengan para pemain campur dari pegawai (PNS), satpol PP,
pelajar SMA, SMK di Tanah Grogot. Group ini tampil di barisan depan karnaval. Mayoret
cantik, seksi. Pakain bawah ketat, sepatu tinggi, lenggak-lenggok memimpin
karnaval. Dengan percaya diri atraksi melemparkan tongkat komando, berputar,
lembar, putar, sesekali tidak dapat ditangkap. Pyak.... tongkat jatuh di aspal
jalan. Horeeeeee... sorak penonton seolah mengolok. Lagu andalan halo-halo
Bandung dan Hari Merdeka. Sepanjang jalan lagu berulang mungkin 20 kali. Star dari
halaman kantor bupati, Jalan Jendral Sudirman, Jalan RA Kartini, Kandilo Plaza,
Jalan Modang, Jalan Noto Sunardi dan finish di halaman kantor bupati. Meriah.
Gema Serasi
Drumband, nama besar drumband SMP Muhammadiayah Tanah Grogot, dipimpin oleh Pak
Muhammadiyah dengan garang melintasi karnaval. Lagu nasional dan perjuangan
tidak ketinggalan. Lagu dangdut “Cinta Satu Malam” menarik para penonoton.
Selain, mayoret anggun tidak menampakan keseksian tubuh, karena terbalut
jilbab. Rupanya atraksi Valentina lebih indah dan menarik para penononton.
Horeeeeeeeee... seolah penonoton memujinya. Setidaknya sangat sedikit kesalahan
lembaran tongkat, berputar, lempar senada dengan lagu yang mengiringi karnaval.
Perbedaan pendapat
panitia dengan pembina drumband bermula saat star. Pertama drumband Gema
Serasi, tapi keputusan berubah saat
karnaval beberapa menit dimulai. Kesepakatan awal, gema Serasi star barisan
pertama. Perubahan terakhir, gema serasi sebagai penutup barisan karnaval. Pak
Muhammadiyah tidak menerima perubahan tanpa alasan yang jelas dan tidak sejak
awal. Gema Serasi yang dipimpinnya tidak mau, akhirnya barisan beriringan
dengan drumband pemkab. Peristiwa ini terjadi saat mayoret sedang atraksi
menyerempet pemain dari drumband pemkab. Valentina, mayoret terjatuh dan
terkilir kakinya. Pak Muhammadiyah naik pitam. Marah dan hendak menarik tangan
dan pembina dari drumband pemkab, nyaris baku hantam. Saya dan Pak Masud
meredakan kekisruhan ini. Semantara drumband tetap berjalan sampai finish. Masalah
ini berlanjut hingga pagi harinya. Namun, berakhir damai. Alhamdulillah.
Drumband SMP
Muhammadiyah Tanah Grogot pertama dan terlaris selama ini. Sampai tahun 2013
drumaband ini tampil lebih dari 50 kali. Hampir setiap even, jalan sehat,
karnaval diiringi oleh drumband ini. HUT kemerdekaan, HUT pemerintah kabupaten,
hampir-hampir tidak pernah absen. Apalagi pawai ta’aruf MTQ baik level daerah
sampai level provinsi Kalimantan Timur. Saat ini, hampir semua SMP, SMAdan SMK
punya drumband. Mulai tahun 2002-2010 dumband SMP Muhammadiyah merajai jalanan
Tanah Grogot. Pernah juga tampil di Longkali, Long Ikis, dan Batu Kajang. Bahkan
masyarakat Tanah Grogot ketika mendengar drumband maka ingat SMP Muhammadiyah.
Meskipun banyak group driumband, drumband SMP Muhammadiyah Tanah Grogot mungkin
paling terdepan dan kreatif. Setiap tampil gema serasi menunjukan kelasnya
dengan lagu-lagu baru yang sedang trend saat ini. Drumband bagi SMP
Muhammadiyah selain kebanggaan juga lengendaris.
Alhamdulillah
SMP Muhammadiyah Tanah Grogot mampu memproduksi kader drumband terus menerus. Saat
ini pelatih drumband adalah alumni SMP Muhammadiyah. Tetap semangat.
Bersambung....Prestasi
SMP Muhammadiyah
0 komentar:
Posting Komentar