Senin, 03 Maret 2014

Catatan harianku_Yogya



Lanjutan Catatan Harianku

Haji mansyur, Mas Sunaryo, Pak RT Mawi dan lain-lain jamaah rawatib masjid al Muqarib Tlogo Tamantirto Kasihan Bantul duduk serius tapi santai mendengarkan pengajian rutin Kamis malam Jumat bada shalat Isya. Saya perhatikan jamaah pengajian laki-laki dari 1 tahun yang lalu tidak kunjung bertambah. Lain hal dengan jamaah perempuan tambah banyak sampai serambi masjid. Masjid Ini, sebanarnya representatif bersih, luas, lantai dua. Fasilitas tempat wudlu, taman pendidikan al-Quran dan lain-lain sangat memadai. Posisinya juga cukup strategis di belakang kampus UMY kurang lebih 100 meter.

Tema pengajian malam ini berkaitan dengan dosa-dosa besar yang harus kita hindari. Ada empat dosa besar yang dijelaskan ustadz malam ini. Yang pertama adalah dosa syirik. Orang yang melakukan kesyirikan disebut musyrik. Syirik itu dosa besar dan dosa yang tidak dapat diampuni kecuali pelakunya sudah bertaubat nashuha. Pastilah perbuatan syirik itu kedzaliman yang amat besar. Innasyirka ladzulmun ‘adzim. Syirik virus hati, menyebar ke seluruh organ tubuh termasuk panca indra kita. Kategori syirik itu jelas. Syirik berkembang sesuai dengan perkembangan  zaman. Kalu dulu hanya terbatas pada sesuatu yang disembah dan dipuji seperti pohon besar (dkearamatkan), kuburan, batu bertuah dan lain-lain. Sekarang, syirik tampil seperti kegiatan sehari-hari yang perlu dituruti. Jabatan, harta, mungkin pemuja wanita merupakan virus yang amat mudah masuk dalam hati seseorang.

Dosa besar yang kedua, durhaka kepada orang tua. Ridla Allah tergantung pada ridla kedua orang tuanya, sedang murka Allah tergantung pada murka kedua orang tuanya. Hadis yang disebutkan itu menunjukkan betapa besar jasa kedua orang tua yang wajib dihargai dan dihormati. Bagaimanapun keadaan kedua orang tua kita. Jelas, Ustad malam ini. kasih sayangnya orang tua kepada anak tak terperikan. Tidak dapat dihargai dengan jutaan atau bahkan milyaran rupiah. Seperti lagu ketika, kita Sekolah Dasar : 'Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi dan tak harap kembali, bagai sangsurya menyinari dunia." Pasti kita ingat bukan?. Doa yang wajib dibaca seorang anak pada setiap saat, setidaknya setelah shalat wajib, ya Allah ya Tuhan kami ampuni aku dan ampuni dosa kedua orang tuaku, sayangilah mereka, sebagaimana mereka mendidikku diwaktu kecil. Doa pendek yang tentu semua kita telah hafal sejak TK. Bukan hal yang sederhana. Doa yang dipanjatkan oleh anak untuk kedua orang tuanya jika dilaksanakan dengan ikhlas akan menembus ‘arsy Allah. Allah akan senantiasa memberikan petunjuk dan ampunan kepada kedua orang tua kita. "Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

Bagi anak yang durhaka acapkali yang dipikir adalah harta warisan. Kejadian seperti di sinetron ditiru dalam kenyataan. Anak membunuh orang tuanya demi harta waris. Durkaha. Berkaitan harta, harta yang dimiliki orang tua adalah harta anak-anaknya, sedang harta yang dimiliki anak baginya milik orang lain. Betapa besar hati orang tua kita. Buta hati dari Islam inilah yang dapat menimbulkan buta mata. Islam mengajarkan keadilan soal harta, secara jelas dijelaskan dalam Qur’an surat An Nisa ayat 11-13. Oleh karena itu, kita semua adalah anak untuk orang tua kita. Saatnya kita menghormati dan mendoakan mereka tanpa batas. Dengan penuh harap, Ustadz dengan mengangkat tangan kanan di atas mimbar.

Dosa besar ketiga adalah menjadi saksi palsu. Dosa saksi palsu nyaris sama dengan dosa syirik. Bagi orang yang berbohong ketika menjadi saksi, berarti kesaksiannya palsu. Penyebar berita bohong sama dengan saksi palsu. Nabi bersabda: “Persaksian paslu itu sam dengan syirik kepada Allah. Hal itu diucapakan hingga 3 kali, stelah itu beliau membaca ayat maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan bohong, dengan ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutuan sesuatu dengan dia (al Hajj : 31-31) HR. Ibnu Majah No.2363). Demikian juga ditegaskan oleh sabda Rasulullah SAW : “Sekali-kali kedua kaki orang  yang bersumpah palsu tidak akan bergeser hingga Allah memasukkannya ke dalam neraka.”( HR. Ibnu Majah No.2364).

Dalam kita Ri’ayah al Himmah jilid 2  Syaikh Ahmad Rifai  bahwa kesaksian palsu adalah dosa besar yang ke-9 dari 44 dosa-dosa besar. Saksi palsu atau kesaksian palsu menjadi masalah besar yang akan menghambat proses keadilan dan menghalangi kebenaran. Nabi Saw bersabda ; makukah akau beritahukan kepadamu  sebesar-besar dosa yang paling besar, tiga kali. Sahabat berkata, baiklah ya Rasulullah, bersabda Nabi : “menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang  tua, dan saksi palsu serta perkataan bohong.” Maka Nabi selalu mengulangi, dan persaksian palsu, sehingga kami berkata, semoga Nabi diam” (HR. Bukhari 3/151-152-Fatkhul Baari 5/261 No. 2654, dan Muslim 87)
Pengulangan sering disebutkan dalam nash menunjukkan keseriiusan masalah tersebut. Bahayanya kesaksian palsu akan menutup hak orang-orang yang lemah dan benar.Kebiasaan berbohong atau berdusta menjadi saksi palsu dengan bersumpah palsu agaknya sudah merupakan budaya yang tidak asing lagi bagi masyarakat bahkan para tokohnya pada saat ini. Rasanya mereka tidak pernah mempunyai beban padahal mereka melaksanakan hal-hal yang menurut ajaran Islam itu harus benar-benar dijauhi. Disharmonis kehidupan akan senantiasa terwujud di tengah-tengah masyarakat jika memang kebiasaan tersebut tidak segera dihentikan. Padahal ketenangan hidup akan tercapai bilamana elemen masyarakat antara yang satu dengan yang lainnya saling menaruh rasa percaya diri dan jujur dalam kesehariannya. Ketenangan akan berubah menjadi kerunyaman dan ketidakdisiplinan manakala sifat jujur sudah tidak menjiwai masyarakat lagi seperti kondisiyangterjadi pada saat ini. 

Para pejabat sudah tidak mendapat hati di mata masyarakat. Masyarakat sudah tidak percaya lagi kepada mereka. Hal ini bukan terjadi pada para pejabat saja melainkan sudah merasuki kepada para tokoh masyarakat - sebut saja para guru agama dan kyai -yangnota benenya para pemimpin informal/spiritual mereka. Persoalan ini lebih disebabkan krn mereka terlalu mengumbar kata-kata mengumbar nasihat-nasihat dan mengumbar janji-janji tetapi tak satu pun kata nasihat atau janji tersebut terbukti dalam kenyataan. Oleh krn itu melalui ayat ini Allah SWT kembali mengingatkan kepada para hamba-Nya akan bahaya perbuatan tersebut dan implikasinya dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Satu implikasiyanglogis dalam kehidupan duniannya adalah terjadinya penghalalan segala carayangtimbul akibat kesaksian palsu dan kedustaan seorang hamba. 

Kesaksian palsu dan dusta tidak akan terjadi bila dibalik perbuatan tersebut tidak ada segepok uang/hadiah atau setumpuk jabatan. Lantaran adanya iming-iming ini maka seseorang akan sangat mudah tergiur untuk melaksanakan perbuatan tersebut . Sebagai seorang muslim kita seharusnya sadar akan buruknya perbuatan tersebut serta akibatyangditimbulkannya sadar pula akan ancaman yang diberikan Allah kepada kita. Pendengaran yang kita gunakan untuk mendengarkan informasi dan berita yang ada ini mata yang kita gunakan untuk melihat apa yang ada dihadapan kita ini dan hati yang kita gunakan untuk untuk memahami dan menyelami kehidupan ini semuanya masing-masing akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah SWT kelak di hari pembalasa. Apa saja yang dilakukan organ tubuh kita ini Allah senantiasa mengontrolnya sebagaimana yang Allah jelaskan dalam ayat ke-18 dari surat Qaaf “Tiada suatu ucapan punyangdiucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” Berangakat dari ayat ini sudah saatnya seorang muslim memperhatikan hal-hal berikut ini Menghindar menjadi saksi palsu atau berlaku dusta. Saksi palsu termasuk salah satu dosa besar yang harus bersama-sama kita jauhi. 

Jika kita menghindari perbuatan tersebut berarti kita mencoba menerapkan salah satu sifat-sifat orang mukmin yang dikasihi dan disayangi Allah sebagaimana yang dijelaskan dalam surat al-Furqan ayat 63 - 74. Adapun ayat yang menekankan penghindaran dari perbuatan tersebut adalah seperti “Dan orang-orangyangtidak memberikan kesaksian palsu dan apabila mereka bertemudengan yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah maka mereka lalui dengan menjaga kehormatan dirinya.”

Jika kita menjauhi perbuatan tersebut berarti kita telah memenangkan sebuah pertempuran yang dahsyat dengan setan/iblis dan kita keluar dari sebuah pusaran penyakit yang telah tumbuh kuat dalam tubuh kita. Sikap seperti ini biasanya gampang tumbuh lantaran ada satu target yang diinginkan oleh setan/iblis yaitu terpecah belahnya hubungan umat Islam dengan sesamanya. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita mampu menerapkan sifat-sifat yang terpuji dalam kehidupan kita dan mampu menjauhi sifat-sifat yang tercela.

Dosa besar yang keempat berzina. Perbuatan asusila atau tingkah laku yang menyimpang dari norma-norma atau kaidah kesopanan yang saat ini cenderung banyak terjadi di kalangan masyarakat, terutama remaja. Islam dengan Al Qur’an dan sunah telah memasang bingkai bagi kehidupan manusia agar menjadi kehidupan yang indah an bersih dari kerusakan moral. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69).
Mengutip dari dari Imam Asy-Syafi’i:
"Hindarilah segala yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, Jika Engkau mengambilnya hutang. Maka, Ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu. Barangsiapa berzina, akan dizinai meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah, jika engkau termasuk orang yang berakal."
Zina merupakan kerusakan besar, keburukan nyata, dan pengaruhnya begitu besar yang mengakibatkan berbagai kerusakan, baik terhadap orang yang melakukan maupun terhadap masyarakat secara umum.
Mengingat perbuatan zina ini sudah sering terjadi, demikian juga penyebabnya pun sudah tersebar dimana-mana, dampak negatif dari perbuatan zina, serta berbagai kemudharatan dan kerusakan yang diakibatkannya.

  1. Dalam perbuatan zina tekumpul semua jenis keburukan, seperti lemahnya agama, hilangnya ketakwaan, hancurnya kesopanan, lenyapnya rasa cemburu, dan terkuburnya akhlak terpuji.
  2. Perbuatan zina dapat membunuh rasa malu sehingga menjadikan seseorang tebal muka atau tidak tahu malu
  3. Perbuatan zina mempengaruhi keceriaan wajah sehingga menjadikannya kusam, kelam, dan tampak layu bagaikan orang yang mengalami kesedihan mendalam. Di samping itu, zina dapat memicu kebencian yang bisa disaksikan oleh orang yang melihatnya.
  4.  Perbuatan zina mengakibatkan kegelapan dan hilangnya cahaya hati.
  5. Perbuatan zina menjatuhkan bahkan menghilangkan harga diri pelakunya, menjatuhkan derajatnya di hadapan sang Pencipta dan seluruh makhluk-Nya, serta menghilangkan sebutan hamba yang berbakti, ’afif (pemelihara kehormatan diri), dan orang yang adil. Bahkan sebaliknya, orang banyak akan menjulukinya sebagai hamba yang jahat, fasik, pelacur, dan pengkhianat.
  6.  Sifat liar yang dicampakkan Allah ke dalam hati pezina merupakan teman akrab yang tampak jelas pada wajah pelakunya. Pada wajah orang yang ‘afif akan terlihat keceriaan, pada hatinya terdapat keramahan, dan semua yang duduk bersamanya akan merasa senang, sedangkan pada wajah pezina malah terlihat sebaliknya.
  7. Orang akan melihat seorang pezina dengan pandangan yang meragukan, penuh dengan khianat. Tidak ada seorang pun yang akan percaya tentang kehormatan yang diraihnya dan anak yang dimilikinya.
  8.  Bau busuk yang keluar dari tubuh seorang pezina dapat dicium oleh setiap orang yang berhati bersih dan selamat. Bau busuk tersebut berhembus dari mulut dan badannya
  9. Perbuatan zina akan mengakibatkan hati yang sempit dan perasaan tertindas. Para pezina akan diperlakukan dengan perlakuan yang tidak sesuai dengan keinginan mereka. Siapa saja yang menginginkan kenikmatan hidup dengan keindahannya, tetapi ia meraihnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, maka Allah pasti akan mengadzabnya dengan kebalikan apa yang diinginkannya. Sesungguhnya, semua kenikmatan yang ada di sisi Allah tidak akan bisa diraih kecuali dengan cara mentaati perintah-Nya. Allah sama sekali tidak pernah menjadikan suatu kemaksiatan sebagai penyebab untuk memperoleh kebaikan.
  10.  Orang yang melakukan perbuatan zina berarti telah mengharamkan dirinya untuk menikmati bidadari Surga di tempat-tempat indah dalam surga ’Adn
  11. Perbuatan zina dapat membuat orang berani memutuskan tali shilaturahim, durhaka terhadap orang tua, menghasilkan harta yang haram, membuahkan akhlak tercela, serta menelantarkan keluarga dan keturunan. Kadang-kadang zina dapat menyeret pelakunya untuk melakukan pembunuhan. Bisa jadi untuk melakukan niat jahat itu, ia bekerja sama dengan tukang sihir sehingga menyeretnya ke dalam perbuatan syirik baik ia ketahui maupun tidak. Sebab, perbuatan zina tidak akan sempurna kecuali dengan melakukan kemaksiatan lain yang sebelumnya dan yang dilakukan bersamaan dengannya sehingga akan mengakibatkan munculnya berbagai macam maksiat lainnya. Perbuatan ini dikelilingi oleh berbagai kemaksiatan sebelum dan sesudahnya. Maksiat inilah yang paling cepat menyeret seseorang kepada kesengsaraan dunia dan akhirat serta merupakan penghalang yang paling kuat untuk memperoleh kebaikan dunia dan akhirat.
  12. Perbuatan zina menghilangkan kehormatan seorang gadis dan menyelimutinya dengan kehinaan, yang tidak hanya di tanggung seorang diri, tapi juga akan mencemari kehormatan keluarganya. Rasa hina itu akan berpengaruh terhadap keluarga, suami dan kerabatnya, sehingga membuat kepala-kepala mereka tertunduk malu di tengah masyarakat.
  13.  Kehinaan yang dirasakan oleh orang yang dituduh berbuat zina lebih menyayat dan lebih kekal dibandingkan dengan kehinaan yang dirasakan oleh orang yang dituduh berbuat kafir. Sebab jika seorang yang bertaubat dari perbuatan kufur, justru akan dapat menghilangkan rasa hina di tengah masyarakat, tidak meninggalkan bekas pada masyarakat yang dapat menjatuhkan derajat orang seperti dirinya di hadapan orang yang dilahirkan dalam keadaan Islam.
  14.  Perbuatan zina merupakan kejahatan moral terhadap anak. Perbuatan zina juga menyebabkan munculnya seorang anak yang miskin kasih sayang yang bisa mengikatnya. Selain merupakan kejahatan terhadap anak yang dilahirkan, zina juga memaksa anak tersebut hidup hina dalam masyarakat dan membuatnya merasa terpojok dari setiap sudut. Perasaan seperti ini muncul sebab pada umumnya masyarakat meremehkan anak zina, nurani mereka mengingkarinya, dan mereka tidak memandangnya dari segi kemasyarakatan sebagai pelajaran. Apakah dosa anak ini ? hati siapakah yang begitu tega membuatnya seperti ini ?
  15. Perbuatan zina yang dilakukan seorang pria pezina, dapat menghancurkan wanita baik-baik yang terpelihara dan menjerumuskannya pada jurang kehancuran dan kenistaan.
  16.  Perbuatan zina dapat memicu munculnya berbagai permusuhan dan mengobarkan api balas dendam antara keluarga wanita dengan laki-laki yang menzinainya. Hal itu disebabkan oleh api cemburu terhadap harga diri keluarga. Tatkala seseorang melihat salah seorang pezina telah berbuat lancang terhadap istrinya, api cemburu yang ada dalam dadanya akan membara sehingga dapat memicu terjadinya saling bunuh dan menyebarnya peperangan. Sebab, pencorengan terhadap harga diri seorang suami dan kerabat lainnya dapat membuat malu dan menodai kehormatan mereka. Seandainya seorang suami mendengar bahwa salah satu keluarganya terbunuh, niscaya kabar itu lebih ringan baginya daripada mendengar bahwa istrinya telah berbuat zina. Lain halnya dengan orang yang membenci perzinaan, menjauhinya, serta tidak rela hal itu terjadi terhadap yang lainnya. Gambaran seperti ini akan memberikannya kewibawaan dalam hati anggota keluarganya dan akan membantu menjadikan rumahnya bersih dan terjaga dari hal-hal buruk.
  17. Perbuatan zina memberi dampak negatif terhadap kesehatan jasmani pelaku yang sulit diobati atau disembuhkan, bahkan dapat mengancam kelangsungan hidup pelakunya. Perbuatan itu akan memicu munculnya berbagai penyakit, seperti AIDS, penyakit sifilis, penyakit herpes, penyakit kelamin, dan penyakit kotor lainnya.
    Beberapa pihak telah mengklaim bahwa penyebab terbesar mewabahnya penyakita AIDS adalah karena sex bebas atau dengan kata lain zina.
  18. Perbuatan zina merupakan penyebab hancurnya suatu ummat. Sudah menjadi sunnatullah terhadap hamba-Nya bahwa ketika perbuatan zina muncul ke permukaan bumi, Allah azza wa jalla marah dan kemarahan-Nya pun semakin besar sehingga pasti akan mengakibatkan terjadinya balasan berupa bencana di atas muka bumi.

Ibnu Mas’ud  ra berkata: ”Tidaklah tampak perbuatan memakan riba dan perzinaan dalam suatu negeri, melainkan Allah mengizinkan kehancurannya.”

Ingatlah, suatu perbuatan akan dibalas sesuai dengan jenis perbuatannya. Demikian pengajian rutin malam ini. Ada 4 dosa besar yang wajib dijauhi,yaitu syirik, durhaka, saksi palsu dan zina. Jika kita mampu menghindari keempat dosa tersebut insya Allah, Allah akan memberikan kehidupan kita yang damai dan bahagia. Akhir dari ceramah malam ini, penuh optimis.

Kami berdua dengan pak RT berbincang ringan tentang keadaan umat Islam. Apalagi lemahnya politik Islam di Indonesia bahkan di dunia. Salah satu sebabnya, kata Pak RT adalah kekuatan Islam di masyarakat selalu dibelah oleh kepentingan politik dan kekuasan. Umat Islam sulit untuk menyatu. Sulitnya membangun bersama dalam tatanan masyarakat yang heterogen menjadi kekuatan besar. Perbincangan ringan ini kami akhiri. Saya pulang ke rumah sewa di kampung Nyamplung Kidul dengan motor supra hitam KT 4258 VE.

Kamis malam 13 Februari 2014  pada pukul 10.50 menit Gunung Kelud di Kediri Jawa Timur meletus dengan menyemburkan abu vulkanik 18 km ke angkasa dan angin membawa kemana dia pergi. Para ahli tidak menyebutkan berapa kubik abu vulkanik yang dikeluarkan Kelud kali ini. Namun menurut pakar gunung, Surono, gunung Kelud memiliki ciri khusus ketika erupsi (meletus) sangat kuat tetapi tidak kemudian diikuti letusan-letusan kecil berikutnya. Saya mendengarkan wawancara wartawan RRI Pro3 Jakarta.

Adzan subuh kumandang seperti biasa di mushala Darussalam di belakang rumah saya. Suara adzan yang monoton tanpa nada membangunkan masyarakat Nyampng Kidul. Seperti biasa, saya segera ke kamar mandi menyelesaikan kebiasan di kamar mandi setiap pagi harus mengeluarkan beban yang secara ikhlas saya keluarkan. Saya berwudhu. Saya shalat qabla shubuh di rumah, sambil menunggu iqamah saya membaca al-Quran 1-2 lembar. Saya shalat shubuh berjamaah. Imam shubuh membaca surat as-Syams dan al-Zalzalah.

As-Syams menjelaskan beberapa hal, yaitu :


 [91:1] Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, [91:2] dan bulan apabila mengiringinya,  [91:3] dan siang apabila menampakkannya, [91:4] dan malam apabila menutupinya, [91:5] dan langit serta pembinaannya, [91:6] dan bumi serta penghamparannya, [91:7] dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), [91:8] maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. [91:9] sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, [91:10] dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. [91:11] (Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya) karena mereka melampaui batas, [91:12] ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, [91:13] lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka: ("Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". [91:14] Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah), [91:15] dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu.

Allah Swt dalam az-Zalzalah  yang artinya :
[99:1] Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang dahsyat), [99:2] dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, [99:3] dan manusia bertanya: "Mengapa bumi (menjadi begini)?", [99:4] pada hari itu bumi menceritakan beritanya, [99:5] karena sesungguhnya Tuhanmu telah memerintahkan (yang sedemikian itu) kepadanya. 99:6] Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, [99:7] Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. [99:8] Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Saya melanjutkan membaca al-Quran setidaknya 1-3 lembar. Saya berusaha memaksa diri saya untuk membaca al-Quran setiap bada shubuh dan bada maghrib untuk melatih diri membangun kebiasaan sehari-hari dekat denga Quran. Di depan rumah (rumah tetangga) ramai melihat langit yang menghitam. Mereka memanggil saya dan memberi tahu saya. “Mas hujan abu vulkanik, gunung Kelud Meletus”  suami istri menyeru. O. Ya, Bu. Jawab saya. Saya melihat halaman rumah turun hujan abu semakin lama semakin deras. Abu kecil-kecil terus menghujani tanah Yogya dan sekitarnya.

Tut tut tut tut... bunyi sms dari HP saya. Saya buka ternyata dari Bapak Drs, Syamsudin, M.Pd pembimbing II tesis saya. Beliau punya janji dengan saya bahwa pagi ini Jumat 14 Februari 2014 pukul 08.40 bimbingan di  FAI UMY. Isi sms, karena cuaca pagi ini tidak memungkinkan bimbingan tesis ditunda pada hari Senin, 17 Februari 2014 pukul 08.40. Baik, terima kasih, jawab saya. Jadual pagi ini selain bimbingan tesis juga foto paspor di kantor imigrasi Yogyakarta.

(bersambung)







0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz