Indonesia kuat dan sejahtera rekonstruksin ulang partai dibatasi 2 saja. Jika ini dilakukan akan jelas siapa yang menang dan kalah. Selama ini, demokrasi kita yang menang dengan yang kalah, lebih menang yang"kalah". Partai yang menang misalnya 25%, berarti yang kalah menang dengan 75%. Pertanyaannya benarkah yang demikian disebut demokrasi Pancasila?. Agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan politik terus-menerus. Perlu bagi kita berfikir jernih untuk Indonesia kuat dan sejahrera. Partai politik digiring ikhlas berfusi dengan partai lain sesuai ideologinya. saya mengusulkan menjadi 2 partai saja. Kelompok nasionlis modern dan kelompok nasionalis konvensional. Yang masuk Partai Nasionalis modern yaitu : PAN, GOLKAR, NASDEM, GERINDRA, PBB, HANURA dan Demokrat, sedang kelompok partai yang kedua, yaitu: PDIP, PKS, PKB PPP dan PKPI. Kemudian jelaslah visi ke-Indoneisan dari dua kelompok besar. jika satu kalah maka lainnya menang. Bukan seperti sekarang, yang kalah adalah yang menang sehingga kebijakan kemudian yang terjadi transaksional untung rugi separti jualan barang.
InsyaAllah jika hal itu dapat diwujudkan lebih mendekati demokrasi Pancasila. Demokrasi ini lahir dari Indonesia sendiri oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa yang kita cintai. Bukan demokrasi dari negeri orang. Semoga para pejuang kita tetep tersenyum melihat negeri kita yang KUAT dan SEJAHTERA. Amien
0 komentar:
Posting Komentar