Sabtu, 15 Maret 2014

Reformasi dilanjutkan

NKRI sudah bulat tidak dapat diganggu gugat. Era reformasi bukan menguatkan NKRI malah kemudian mengalami erosi nilai keindonesiaan anak bangsa infeksi virus primordialime berkembang di seluruh bagian nusantara tercinta. Tokoh tauladan semakin sedikit, bisa jadi sudah tiada. Pejabat tampil sebagai koruptor yang dikelilingi wanita cantik kalangan artis. Kepentingan golong lebih diutamakan-kalau tidak salah pelajaran Pancasila hal ini melanggar cita-cita falsafah pancasila. Negara berdemokrasi dengan ego golongan. Jumlah partai lebih dari 2-3 gambaran bebas tanpa batas. Bukan demokrasi yang sehat. Demokrasi dengan puluhan partai sama dengan "DEMOCRAZY" Demokrasi bukan mensejahterakan rakyat, tapi sebaliknya menjadikan rakyat melarat. Oleh karena itu, demokrasi dengan multipartai ini perlu dievalusi.

Indonesia kuat dan sejahtera rekonstruksin ulang partai dibatasi 2 saja. Jika ini dilakukan akan jelas siapa yang menang dan kalah. Selama ini, demokrasi kita yang menang dengan yang kalah, lebih menang yang"kalah". Partai yang menang misalnya 25%, berarti yang kalah menang dengan 75%. Pertanyaannya benarkah yang demikian disebut demokrasi Pancasila?. Agar Indonesia tidak mengulangi kesalahan politik terus-menerus. Perlu bagi kita berfikir jernih untuk Indonesia kuat dan sejahrera. Partai politik digiring ikhlas berfusi dengan partai lain sesuai ideologinya. saya mengusulkan menjadi 2 partai saja. Kelompok nasionlis modern dan kelompok nasionalis konvensional. Yang masuk Partai Nasionalis modern yaitu : PAN, GOLKAR, NASDEM, GERINDRA, PBB, HANURA dan Demokrat, sedang kelompok partai yang kedua, yaitu: PDIP, PKS, PKB PPP dan PKPI. Kemudian jelaslah visi ke-Indoneisan dari dua kelompok besar. jika satu kalah maka lainnya menang. Bukan seperti sekarang, yang kalah adalah yang menang sehingga kebijakan kemudian yang terjadi transaksional untung rugi separti jualan barang.

InsyaAllah jika hal itu dapat diwujudkan lebih mendekati demokrasi Pancasila. Demokrasi ini lahir dari Indonesia sendiri oleh tokoh-tokoh pendiri bangsa yang kita cintai. Bukan demokrasi dari negeri orang. Semoga para pejuang kita tetep tersenyum melihat negeri kita yang KUAT dan SEJAHTERA. Amien

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz