MAU KEMANA
PAI SMP (Suatu kegelisahan guru PAI)#1
Oleh Sukra
RASIONAL
Problem pendidikan Agama Islam di SMP bukan pada persoalan software (kebijakan) yang kurang
lengkap. Problem utama Pendidikan Agama
Islam tersebut cenderung pada implementasinya. Secara umum pelaku pendidikan
menurut HAR Tilaar bahwa Kebijakan pendidikan mempunyai tiga pilar utama
sebagai sebagai sistem pendukung internal, yaitu: (1) para penyusun kebijakan
pendidikan, (2) manajemen pendidikan, dan (3) layanan pendidikan. Di atas pilar-pilar
tersebut terjadilah proses belajar mengajar yang meliputi 3 unsur utama, yaitu
: tujuan, metodologi dan evaluasi pendidikan (HAR Tilaar, 2008 : 455).
Jika diturunkan pada PAI di SMP maka problem di lapangan adalah pengembangan dan implementasi 3 unsur utama tersebut, tujuan, metodelogi dan evaluasi. Dilapangan gurulah sebagai brainware pendidikan yang menentukan software (tujuan, metodelogi dan penilaian) hidup dan matinya.
Dengan lengkapnya aturan dari konstitusi tertinggi UUD tahun 1945 dan falsafah Pancasila masih banyak
problem dilapangan terutama berkaitan dengan proses dan output pendidikan. Sebagaimana
yang diamanahkan oleh undang-undang PAI menghasilkan manusia yang berkarekter
Indonesia dan berahlak mulia sebagai wujud dari ketakwaannya kepada Allah Swt. Diketahui
bersama bahwa peristiwa siswa SMP Negeri
4 Jakarta menghebohkan dan menggoyang sendi pendidikan sehingga pendidikan yang
sedang mengarah perubahan kurikulum baru menjadi gelap. Pada hal peristiwa itu
gambaran nyata pendidikan kita, peristiwa-peristiwa tersebut juga terjadi di
sekolah-sekolah lain di penjuru negeri ini. Kasus ini laksana gunung es.
Dari kegelisahan ini mari dilihat beberapa hal pokok PAI di
SMP yang harus mendapat perhatian:
A. Karakteristik PAI
Setiap mata pelajaran memiliki ciri khas atau karakteristik tertentu yang dapat membedakannya dengan mata
pelajaran lainnya. Begitu juga halnya mata pelajaran Pendidikan Agama Islam
(PAI), khususnya di Sekolah Menengah Pertama (SMP). Adapun karakteristik mata
pelajaran PAI di SMP adalah sebagai berikut:
- PAI merupakan mata pelajaran yang dikembangkan dari ajaran-ajaran pokok (dasar) yang terdapat dalam agama Islam, sehingga PAI merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari ajaran Islam.
- Ditinjau dari segi muatan pendidikannya, PAI merupakan mata pelajaran pokok yang menjadi satu komponen yang tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain yang bertujuan untuk pengembangan moral dan kepribadian peserta didik. Semua mata pelajaran yang memiliki tujuan tersebut harus seiring dan sejalan dengan tujuan yang ingin dicapai oleh mata pelajaran PAI.
- Diberikannya mata pelajaran PAI, khususnya di SMP, bertujuan untuk terbentuknya peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Allah Swt., berbudi pekerti yang luhur (berakhlak yang mulia), dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang Islam, terutama sumber ajaran dan sendi-sendi Islam lainnya, sehingga dapat dijadikan bekal untuk memelajari berbagai bidang ilmu atau mata pelajaran tanpa harus terbawa oleh pengaruh-pengaruh negatif yang mungkin ditimbulkan oleh ilmu dan mata pelajaran tersebut.
- PAI adalah mata pelajaran yang tidak hanya mengantarkan peserta didik dapat menguasai berbagai kajian keislaman, tetapi PAI lebih menekankan bagaimana peserta didik mampu menguasai kajian keislaman tersebut sekaligus dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari di tengah-tengah masyarakat. Dengan demikian, PAI tidak hanya menekankan pada aspek kognitif saja, tetapi yang lebih penting adalah pada aspek afektif dan psikomotornya.
- Secara umum mata pelajaran PAI didasarkan pada ketentuan-ketentuan yang ada pada dua sumber pokok ajaran Islam, yaitu al-Quran dan al-Sunnah/al-Hadits Nabi Muhammad Saw. (dalil naqli). Dengan melalui metode Ijtihad (dalil aqli) para ulama mengembangkan prinsip-prinsip PAI tersebut dengan lebih rinci dan mendetail dalam bentuk fiqih dan hasil-hasil ijtihad lainnya.
- Prinsip-prinsip dasar PAI tertuang dalam tiga kerangka dasar ajaran Islam, yaitu aqidah, syariah, dan akhlak. Aqidah merupakan penjabaran dari konsep iman; syariah merupakan penjabaran dari konsep islam, syariah memiliki dua dimensi kajian pokok, yaitu ibadah dan muamalah, dan akhlak merupakan penjabaran dari konsep ihsan. Dari ketiga prinsip dasar itulah berkembang berbagai kajian keislaman (ilmu-ilmu agama) seperti Ilmu Kalam (Theologi Islam, Ushuluddin, Ilmu Tauhid) yang merupakan pengembangan dari aqidah, Ilmu Fiqih yang merupakan pengembangan dari syariah, dan Ilmu Akhlak (Etika Islam, Moralitas Islam) yang merupakan pengembangan dari akhlak, termasuk kajian-kajian yang terkait dengan ilmu dan teknologi serta seni dan budaya yang dapat dituangkan dalam berbagai mata pelajaran di SMP.
- Tujuan akhir dari mata pelajaran PAI di SMP adalah terbentuknya peserta didik yang memiliki akhlak yang mulia (budi pekerti yang luhur). Tujuan ini yang sebenarnya merupakan misi utama diutusnya Nabi Muhammad Saw. di dunia. Dengan demikian, pendidikan akhlak (budi pekerti) adalah jiwa Pendidikan Agama Islam (PAI). Mencapai akhlak yang karimah (mulia) adalah tujuan sebenarnya dari pendidikan. Hal ini tidak berarti bahwa pendidikan Islam tidak memerhatikan pendidikan jasmani, akal, ilmu, ataupun segi-segi praktis lainnya, tetapi maksudnya adalah bahwa pendidikan Islam memerhatikan segi-segi pendidikan akhlak seperti juga segi-segi lainnya. Peserta didik membutuhkan kekuatan dalam hal jasmani, akal, dan ilmu, tetapi mereka juga membutuhkan pendidikan budi pekerti, perasaan, kemauan, cita rasa, dan kepribadian. Sejalan dengan konsep ini maka semua mata pelajaran atau bidang studi yang diajarkan kepada peserta didik haruslah mengandung muatan pendidikan akhlak dan setiap guru haruslah memerhatikan akhlak atau tingkah laku peserta didiknya.
- PAI merupakan mata pelajaran wajib yang harus diikuti oleh setiap peserta didik, terutama yang beragama Islam, atau bagi yang beragama lain yang didasari dengan kesadaran yang tulus dalam mengikutinya. (Pedoman Pengembangan Silabus PAI : 2010)
B. Tujuan Pendidikan
Tujuan Pendidikan Nasional (Pasal 3
UU No 20 Sisdiknas Tahun 2003); Berkembangnya
potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Tujuan tersebut apabila dipetakan (
handout Dr. Tasman Hamami) sebagai berikut :
Sikap Spiritual
|
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
|
Sikap Sosial
|
berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan
demokratis serta bertanggung jawab
|
Pengetahuan
|
berilmu
|
Keterampilan
|
cakap dan kreatif
|
Secara umum sangat
jelas dari tujuan tersebut, sasaran PAI sikap spiritual dan sikap sosial, yaitu
manusia Indonesia beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, sehat, mandiri, dan demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mencapai
tujuan di atas mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP/MTs bertujuan
untuk:
a.
menumbuhkembangkan
akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan,
pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam
sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya
kepada Allah SWT;
b.
mewujudkan manuasia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin
beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi
(tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan
budaya agama dalam komunitas (Kurikulum
2006)
0 komentar:
Posting Komentar