Senin, 18 November 2013

MAU KEMANA PAI SMP #5



Teknik Pembelajaran. Menurut Gerlach dan Ely teknik dikutip oleh Hamzah B. Uno adalah jalan, alat, atau media yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan peserta didik kearah tujuan yang ingin dicapai (Hamzah B. Uno, 2009 : 3). Teknik pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik (ahmadsudrajat.wordpress.com, 5 April 2013). Oemar Hamalik (2005 : 60) hampir tidak membedakan metode dan teknik pembelajaran.

Dengan kata lain teknik pembelajaran adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung. Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran (mediaedukasiku.blogspot. com,  diunduh  Jumat, 5 April 2013).
Model Pembelajaran.  Apabila antara pendekatan, strategi, metode, teknik dan bahkan taktik pembelajaran sudah terangkai menjadi satu kesatuan yang utuh maka terbentuklah apa yang disebut dengan model pembelajaran.
Jadi, model pembelajaran pada dasarnya merupakan bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.
Bruce Joyce dan Marsha Weil  (Dedi Supriawan dan A. Benyamin Surasega, 1990) mengemukakan 4 kelompok model pembelajaran, yaitu : 1. Model interaksi sosial, 2. Model pengolahan sendiri, 3. Model personal- humanistik, 4. Model modifikasi tingkah laku. Trianto (2009), memaparkan model inovatif-progresif dengan langkah-langkah pembelajarannya. Ramyulis menguraikan 14 model pembelajaran PAI, yaitu : 1. Model pembelajaran Unit, 2. Model pembelajaran Berprograma, 3. Model pembelajaran Modul, 4. Model pembelajaran PPSI, 5. Model pembelajaran CBSA, 6. Model pembelajaran Tuntas, 7. Model pembelajaran konstruksivisme, 8. Model pembelajaran problem solving, 9. Model pembelajaran quantum learning, 10. Model pembelajaran pendekatan ATI, 11. Model pembelajaran kooperatif, 12. Model pembelajaran CTL, 13. Model pembelajaran KBK dan KTSP, dan 14. Model pembelajaran inquiry. Dari slide widyaiswara Yaser Arafat, memaparkan 35 model pembelajaran PAI meskipun terkesan agak dipaksaan pada materi PAI tertentu, ke-35 model pembelajaran adalah 1.Examples Non Examples,  2.Picture And Picture, 3.Numbered Heads Together, 4.Cooperative Script, 5.Kepala Bernomor Struktur, 6.Student Teams-Achievement Divisions (Stad), 7.Jigsaw (Model Tim Ahli), 8.Problem Based Introductuon (Pbi), 9.Artikulasi, 10.Mind Mapping, 11.Make - A Match, 12.Think Pair And Share, 13.Debate, 14.Role Playing, 15.Group Investigation, 16.Talking Stik, 17.Bertukar Pasangan, 18.Snowball Throwing, 19.Student Facilitator And Explaining, 20.Course Review Horay, 21.Demonstration, 22.Explicit Intruction, 23.Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ), 24.Inside-Outside-Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar), 25. Tebak Kata, 26.Word Square, 27. Scramble, 28.Take And Give, 29.Conseptsentense, 30. Complette Sentense, 31.Time Token Arends 1998, 32. Pair Cheks Spencer Kagen 1993, 33. Keliling Kelompok, 34. Tari Bambu, 35. Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Spencer Kagan 1992.
Mel Silbermen dalam Active Learning berusaha memaparkan bukan hanya teknik pembelajarn tetapi ia menampilkan 101 model pembelajaran yang aktif, inovatif, lengkap dan progesif. Namun demikan tidak semua model dapat diterapkan dalam pembelajaran PAI tergantung karakter materi untuk menghindari pembelajran aktif tapi kurang makna. Karena sesungguhnya pembelajaran PAI memiliki karakter tersendiri, maka lebih tepat apa yang diungkapkan oleh Ramayulis seperti pembelajaran berdasarkan prinsip-prinsip Qurani ( lihat Ramayulis, 2012 :282).
Dengan penjelasan term-term di atas, pada prinsipnya antara satu dengan lainnya hakekatnya sama. Jadi strategi yang tepat agar pembelajaran PAI mampu mensukseskan adalah strategi yang didasarkan pada keteladanan dengan kisah-kisah inspiratif, misalnya mentoring secara terukur, sehingga siswa merasa terdorong untuk usaha secara keras mencapai cita-citanya keluar dari kebiasaan yang pasif lagi menjenuhkan. Mungkin dapat dikatakan bahwa guru dan siswa bersama-sama berani keluar dari “inbox”kotak biasanya, mencapai cita-cita besarnya mengarungi hidup dibumi Allah swt yang sangat luas.

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz