C. Strategi PAI yang Mensukseskan
Ibarat permain sepak
bola upaya yang ditempuh pemain adalah bola masuk ke gawang lawan cepat, akurat
dan menarik, yang pada akhirnya menang. Sebenarnya inilah gambaran sederhana
tetang strategi bermain bola.
Demikian juga guru dalam proses kegiatan belajar mengajar, seperti menyajikan materi dalam menarik, efektif dan efisien untuk mencapai sasaran yang tepat, sebagaimana permainan sepak bola tersebut.
Strategi merupakan
upaya mencapai sasaran dengan segala cara, menarik, efisien dan efektif. Guru
PAI dalam melaksanakan tugas untuk mencapai tujuan pembelajaran memerlukan strategi yang tepat dan cepat.
Pendidikan Agama Islam menjadi menarik, efektif dan efisien ditentukan oleh
guru dalam memilih strategi yang tepat sesuai dengan karakteritik PAI. Karakteristik PAI
sebagaimana dijelaskan terdahulu tidak kongruen dengan mata pelajaran lain. PAI
menjadi mata pelajaran unik, sehingga memerlukan kejelian dalam memilih dan
menentukan strategi pembelajaran.
Istilah-istilah yang sering digunakan berkaitan dengan
proses pembelajaran
PAI dan satu sama lain
saling berdekatan maknanya, yaitu, pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, teknik pembelajaran dan model pembelajaran.
Pendekatan
Pembelajaran, dalam
proses pembelajaran, Noeng Muhadjir memberikan defenisi pendekatan sebagai cara
untuk menganalisis, memperlakukan, dan mengevaluasi suatu objek. Misalnya,
dalam pembelajaran peserta didik dilihat dari sudut interaksi sosialnya, maka
ada pendekatan individual dan pendekatan kelompok
(Noeng Muhadjir, 2000 : 140). Lawson dalam
konteks belajar memandang pendekatan adalah segala cara atau strategi yang
digunakan peserta didik untuk menunjang keefektifan dan keefisienan dalam
proses pembelajaran materi tertentu.
Pendekatan Pembelajaran
dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses
pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang
sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi, menginsiprasi, menguatkan,
dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu.
Menurut Ramayulis, dalam
buku Metodologi Pendidikan Agama Islam,
(Ramayulis: 2012 : 129). Pendekatan dalam Pendidikan Islam terdapat 7
pendekatan yang dapat digunakan, yaitu : 1. Pendekatan pengalaman, 2. Pendekatan
pembiasaan, 3. Pendekatan Emosional, 4. Pendekatan rasional, 5. Pendekatan
fungsional, 6. Pendekatan keteladanan, dan 7. Pendekatan terpadu. Syaiful Bahri
Djamaraah pendekatan proses belajar mengajar dengan menambah: 1. Pendekatan
individual, 2. Kelompok, 3. Bervariasi, 4. Edukatif, 5. Keagamaan, dan 6.
Bermaknaan, (Syaiful Bahri Djamaraah, 1997: 61-81)
Trianto, dalam buku Mendisain
Model Pembelajaran inovatif Progresif, (Trianto,
2009 : 8), Pendekatan didasari pada pradigma pembelajaran. Yang dipahami selama
ini ada 2 pendekatan pembelajaran
yaitu: (1) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student
centered approach) dan (2) pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau
berpusat pada guru (teacher centered approach)
Strategi Pembelajaran,
Strategi Pembelajaran adalah siasat guru dalam mengefektifkan, mengefisienkan,
serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dengan komponen
pembelajaran dalam suatu kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pengajaran
(Yatim Riyanto, 2009 : 131). Menurut
J.J Hasibuddin dan Moedjiono strategi pembelajaran adalah pola umum perbuatan
guru-murid di dalam mewujudkan kegiatan pembelajaran
(J.J Hasibuddin dan Moedjiono ,
2002 : 3)
Dilihat dari strateginya, Menurut Wina Wijaya (2008)
pembelajaran dapat dikelompokkan ke
dalam dua bagian pula, yaitu: (1) exposition-discovery learning dan
(2) group-individual learning. Ditinjau dari
cara penyajian dan cara pengolahannya, strategi pembelajaran dapat dibedakan
antara strategi pembelajaran induktif dan strategi pembelajaran deduktif.
Bedanya metode dan
strategi, strategi
pembelajaran merupakan “a
plan of
operation achieving something”
sedangkan metode adalah “a way in achieving something.
Metode pembelajaran. Metode
adalah cara yang digunakan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efesien.
(suwardi, 2007 : 61). Metode pembelajaran berarti cara-cara yang
dipakai oleh guru agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan
efesien.
Menurut
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain kedudukan metode dalam kegiatan belajar
mengajar bahwa (1) metode sebagai alat motivasi ekstrinsik, (2)metode sebagai
strategi pembelajaran, dan (3) metode sebagai alat untuk mencapai tujuan (Syaiful
Bahri Djamarah dan Aswan Zain, 1997 :82-92).
Pemilihan metode harus didasari pertimbangan : a. Nilai strategi metode,
b. Efektifitas penggunaan metode, c. Pentingnya pemilihan dan penentuan metode,
dan d. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode, mengutip Winarno
Surakhmad (1990 :97), yaitu : 1. Anak didik, 2. Tujuan, 3 Guru, 4.
Situasi, dan 5. fasilitas
Macam-macam metode mengajar secara umum adalah
1. Metode
proyek 7.
Metode problem solving
2. Metode
eksperimen 8. Metode
karyawisata
3. Metode
tugas dan resitasi 9. Metode
tanya jawab
4. Metode
diskusi 10. Metode
latihan
5. Metode
sosiodrama 11.
Metode ceramah
6. Metode
demonstrasi
Anita.
E Woolfolk dalam Eductional Psychology, menjelaskan prosedur metode
ceramah, tugas dan resitasi dalam
kegiatan belajar mengajar secara rinci (Anita. E Woolfolk, 1980 : 457-461).
Ramayulis selain
menjelaskan metode pembelajaran secara umum, ia mencoba memaparkan metode
berdasarkan prinsip-prinsip mengajar dalam al-Quran, yaitu :
1. Metode
hiwar (percakapan) Qurani dan Nabawi
2. Metode
kisah Qurani dan Nabawi
3. Metode
amsal (perumpamaan)
4. Metode
keteladaan
5. Metode
pembiasaan
6. Metode
‘Ibrah dan Mau’izah
7. Metode
taghrib dan targhib.
0 komentar:
Posting Komentar