Minggu, 10 November 2013

Rindu padamu Guruku



RINDU  GURU MEMBUMI
Oleh SUKRA 20121010097

كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui [2:151].

Strategi pembelajaran dan PTK merupakan softskill yang wajib dimiliki oleh guru termasuk guru Pendidikan Agama Islam diberbagai tingkatan. Kita memahami strategi pembelajaran seperti komputer yang sedang discan, update antivirus dalam komputer harus dilaksanakan secara rutin jika tidak  penscannan tersebut tidak ada gunanya, karena virus tidak dapat lagi dibaca. Lain halnya dengan antivirus yang senantiasa di update tentu akan dapat membaca berbagai virus terbaru  sekaligus mengkarantina atau buang sekalipun.
Demikian juga guru update inovasi pembelajaran merupakan keharusan karena tanpa itu seperti macan ompong, peforman guru tetapi kemampuan pedagogisnya boleh dikata masih banyak kekurangannya, bagai bungkus tanpa isi. Hemat saya mata kuliah ini bagian dari peng-update-an atau upgrade kemampuan guru dalam proses pembelajaran agar pembelajaran PAI siswa aktif dan menyenangkan diharapkan tujuan PAI terinternalisasi pada sikap dan perilaku siswa sehingga PAI bukan sekedar pembelajaran dokrin yang membosankan.
Ruh inilah yang sering diulang-ulang oleh Dr. Muqawim dalam perkuliahan bahwa guru agama harus mampu melakukan terobosan pembelajaran dengan memperhatikan (1) value consciousness (kesadaran nilai), (2) transformation (trasformasi), (3) wellbeing (berbuat baik), (4) connectennes), dan (5)agency. Guru PAI menyadari betul bahwa karekteristik PAI adalah sangat unik. Kenukian bukan pada aspek materi dan tujuan semata tetapi mestinya keunikan pada pembelajaran menjadi perhatian serius guru.Zakiah Darojat menyindir guru PAI dalam pembelajaran PAI sering guru mempersepsikan agama adalah yang sangat kejam dan menakutkan. Dengan keunikan tersebut guru PAI tidak sekedar transfer of knowlegdes tetapi transfer of values. Kata Darojat, pembelajaran PAI seharusnya memberikan kepada siswa inspirasi dan pembebasan, sehingga siswa tidak menganggap bahwa PAI seperti hantu yang menakutkan siswa, persepsi ini tertanam  hingga dewasa.
Kuntowijoyo menawarkan profetik consciousnes yaitu bahwa guru mempunyai peran humanisasi, liberasi dan transendensi. Kuntowijoyo menyatakan bahwa profetik consciousnes membawa misi humanisasi, liberalisasi dan transendensi. Misi humanisasi yaitu mengajak pada kebaikan atau ta’muruna bil ma’ruf. Misi liberalisasi yang membebaskan manusia dari belenggu keterpurukan dan penindasan atau tanhauna anil munkar. Sedangkan misi transendensi yaitu tu’minuna billah, yaitu sebagai manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi, kesadaran ilahiyah yang mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah dilakukan.
Tugas guru yang memiliki profetik  consciousnes seperti dalam QS. Al Baqarah: 151, tahap pertama adalah membaca, dengan pastinya menguasai konsep, teori dan paradigma dasar. Tahap kedua adalah penyucian atau purifikasi, yaitu penyucian pikiran dan perasaan dari muatan-muatan negatif. Tahap ketiga adalah pengajaran, harus menguasai epitemologi dan metodologi, mengajarkan ilmu berupa kauniyah dan kauliyah. Tahap keempat adalah penguasaan informasi dan masalah-masalah baru yang dinamis.
Berkiatan dengan peng-update-an ini keahlian dan kemampuan sering diulang dalam perkuliahan seperti kasus seorang profesor dari McCill University melihat-lihat sekolah disana yang dianggap favorit untuk masyarakat, kemudian ia menyalahkan penyelenggaraan sekolah tersebut. Namun profesor yang menyalahkan justru diberi tahu bahwa profesorlah yang salah, yang ketinggalan perkembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan.
Melihat kasus tersebut maka materi yang sering diungkapkan Dr. Muqawim adalah sering memotivasi kita untuk kembali kepada khitah dan perjuangan guru PAI disekolah agar mencintai profesi yang kita geluti dibangun dari kesadaran diri (awarennes). Ruh guru adalah lebih dicintai dari segala sesuatu. Ruh guru adalah lebih dicintai dari gurunya sendiri. Inilah pernyataan yang menghentakkan hati kita agar mencintai profesi ini dari hati yang paling dalam. Mungkin dengan ini akan mengubah cara pandang dan perilaku dalam kegiatan pembelajaran.
PTK bagian dari pengembangan profesi, kata Prof. Suharsimi, ini harus dilakukan untuk meningkatkan mutu profesi diantaranya dengan pengembangan diri, publikasi ilmiah dan karya inovasi. PTK adalah salah satunya. Ruh PTK adalah inovasi pembelajaran. Dr. Arif menyatakan bahwa PTK adalah penelitian setengah tidak ilmiah. Menurut hemat saya ruh PTK :  (1) problem, adanya masalah (P), (2) Tindakan, dengan persoalan yang dihadapi harus ada tindakan yang dilakukan atau eksekusi dari persoalan pembelajaran, dan (3) Kelas, menunjukkan tempat lokasi penelitian yaitu kelas, tapi juga bukan hanya terpatas ruang yang dibatasi dinding.
Saya sepakat dengan apa yang diungkapkan Ali Afandi bahwa untuk memulai PTK adalah menulis apa yang dirasakan dan dipikirkan setelah kegiatan belajar mengajar. Kita harus memulai dari menulis dan menulis. Demikian juga apa yang telah digambarkan Dr. Muqawim PTK sederhana tulis apa yang terjadi dalam KBM, setiap satu pertemuan 1 buah karya kalau dalam satu minggu 9 pertemuan berarti sudah 9 PTK.
Yang paling terkesan dengan Dr. Arif ketika saya bertanya tentang model PTK yang ideal dasarnya adalah teori behavioral bahwa keterampilan atau keahlian dapat terwujud dengan dimulai dari model, tumbuh sikap, keyakinan, kesadaran dan perilaku. Namun, beliau malah menjawab model PTK ideal tidak didasari dengan teori behavior. Pada hal maksud saya adalah bahwa bedah model PTK itu akan melahirkan konsep, kesadaran dan keyakinan sehingga muaranya adalah pada saya bisa membuat PTK dan membuatnya. Saya sebenarnya tahu, tetapi sulit untuk melakukan atau membuat itu, merasa masih sulit-dan sulit.
Oleh karena itu, guru yang baik tergantung dihatinya, atau niatnya. Seperti disinyalir Zakiah Darojat guru PAI harusnya bekerja karena panggilan jiwa bukan hanya mata pencaharian. Pertemuan terakhir membangun kita semangat dengan ilmu di kepala, iman dihati, pelaksanaan di tangan dan yes.
Semoga kita semua dapat berbuat sebagai guru yang baik, guru favorit dan guru yang bekerja dengan hati. Kita semua golden ways menuju Indonesia yang tercerahkan dengan perbuatan kita. Allah senantiasa memberi lebih dari yang diharapkan. Amin.(zukra218@yahoo.co.id _12  Juni 2013)


0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz