RINDU GURU MEMBUMI
Oleh SUKRA
20121010097
كَمَا أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولاً مِّنكُمْ
يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ
وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُواْ تَعْلَمُونَ
Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan ni'mat Kami kepadamu) Kami
telah mengutus kepadamu Rasul diantara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami
kepada kamu dan mensucikan kamu dan mengajarkan kepadamu Al Kitab dan
Al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui [2:151].
Strategi pembelajaran
dan PTK merupakan softskill yang wajib dimiliki oleh guru termasuk guru
Pendidikan Agama Islam diberbagai tingkatan. Kita memahami strategi
pembelajaran seperti komputer yang sedang discan, update antivirus dalam
komputer harus dilaksanakan secara rutin jika tidak penscannan tersebut tidak ada gunanya, karena
virus tidak dapat lagi dibaca. Lain halnya dengan antivirus yang senantiasa di
update tentu akan dapat membaca berbagai virus terbaru sekaligus mengkarantina atau buang sekalipun.
Demikian juga guru update inovasi pembelajaran merupakan keharusan karena tanpa itu seperti macan ompong, peforman guru tetapi kemampuan pedagogisnya boleh dikata masih banyak kekurangannya, bagai bungkus tanpa isi. Hemat saya mata kuliah ini bagian dari peng-update-an atau upgrade kemampuan guru dalam proses pembelajaran agar pembelajaran PAI siswa aktif dan menyenangkan diharapkan tujuan PAI terinternalisasi pada sikap dan perilaku siswa sehingga PAI bukan sekedar pembelajaran dokrin yang membosankan.
Demikian juga guru update inovasi pembelajaran merupakan keharusan karena tanpa itu seperti macan ompong, peforman guru tetapi kemampuan pedagogisnya boleh dikata masih banyak kekurangannya, bagai bungkus tanpa isi. Hemat saya mata kuliah ini bagian dari peng-update-an atau upgrade kemampuan guru dalam proses pembelajaran agar pembelajaran PAI siswa aktif dan menyenangkan diharapkan tujuan PAI terinternalisasi pada sikap dan perilaku siswa sehingga PAI bukan sekedar pembelajaran dokrin yang membosankan.
Ruh inilah yang sering
diulang-ulang oleh Dr. Muqawim dalam perkuliahan bahwa guru agama harus mampu
melakukan terobosan pembelajaran dengan memperhatikan (1) value consciousness
(kesadaran nilai), (2) transformation (trasformasi), (3) wellbeing (berbuat
baik), (4) connectennes), dan (5)agency. Guru PAI menyadari betul bahwa
karekteristik PAI adalah sangat unik. Kenukian bukan pada aspek materi dan
tujuan semata tetapi mestinya keunikan pada pembelajaran menjadi perhatian serius
guru.Zakiah Darojat menyindir guru PAI dalam pembelajaran PAI sering guru
mempersepsikan agama adalah yang sangat kejam dan menakutkan. Dengan keunikan
tersebut guru PAI tidak sekedar transfer of knowlegdes tetapi transfer of
values. Kata Darojat, pembelajaran PAI seharusnya memberikan kepada siswa
inspirasi dan pembebasan, sehingga siswa tidak menganggap bahwa PAI seperti
hantu yang menakutkan siswa, persepsi ini tertanam hingga dewasa.
Kuntowijoyo
menawarkan profetik consciousnes yaitu bahwa guru mempunyai peran
humanisasi, liberasi dan transendensi. Kuntowijoyo menyatakan
bahwa profetik consciousnes membawa misi
humanisasi, liberalisasi dan transendensi. Misi humanisasi yaitu mengajak pada
kebaikan atau ta’muruna bil ma’ruf. Misi liberalisasi yang membebaskan
manusia dari belenggu keterpurukan dan penindasan atau tanhauna anil munkar.
Sedangkan misi transendensi yaitu tu’minuna billah, yaitu sebagai
manifestasi dari misi humanisasi dan liberasi, kesadaran ilahiyah yang
mampu menggerakkan hati dan bersikap ikhlas terhadap segala yang telah
dilakukan.
Tugas guru yang memiliki profetik consciousnes seperti dalam QS. Al Baqarah: 151, tahap pertama adalah membaca, dengan
pastinya menguasai konsep, teori dan paradigma dasar. Tahap kedua adalah
penyucian atau purifikasi, yaitu penyucian pikiran dan perasaan dari
muatan-muatan negatif. Tahap ketiga adalah pengajaran, harus menguasai
epitemologi dan metodologi, mengajarkan ilmu berupa kauniyah dan kauliyah.
Tahap keempat adalah penguasaan informasi dan masalah-masalah baru yang
dinamis.
Berkiatan dengan peng-update-an ini keahlian dan kemampuan sering diulang
dalam perkuliahan seperti kasus seorang profesor dari McCill University
melihat-lihat sekolah disana yang dianggap favorit untuk masyarakat, kemudian
ia menyalahkan penyelenggaraan sekolah tersebut. Namun profesor yang
menyalahkan justru diberi tahu bahwa profesorlah yang salah, yang ketinggalan
perkembangan ilmu pengetahuan dan pengelolaan.
Melihat kasus tersebut maka materi yang sering diungkapkan Dr. Muqawim
adalah sering memotivasi kita untuk kembali kepada khitah dan perjuangan guru
PAI disekolah agar mencintai profesi yang kita geluti dibangun dari kesadaran
diri (awarennes). Ruh guru adalah lebih dicintai dari segala sesuatu. Ruh guru
adalah lebih dicintai dari gurunya sendiri. Inilah pernyataan yang
menghentakkan hati kita agar mencintai profesi ini dari hati yang paling dalam.
Mungkin dengan ini akan mengubah cara pandang dan perilaku dalam kegiatan
pembelajaran.
PTK bagian dari pengembangan profesi, kata Prof. Suharsimi, ini harus
dilakukan untuk meningkatkan mutu profesi diantaranya dengan pengembangan diri,
publikasi ilmiah dan karya inovasi. PTK adalah salah satunya. Ruh PTK adalah
inovasi pembelajaran. Dr. Arif menyatakan bahwa PTK adalah penelitian setengah
tidak ilmiah. Menurut hemat saya ruh PTK :
(1) problem, adanya masalah (P), (2) Tindakan, dengan persoalan yang
dihadapi harus ada tindakan yang dilakukan atau eksekusi dari persoalan
pembelajaran, dan (3) Kelas, menunjukkan tempat lokasi penelitian yaitu kelas,
tapi juga bukan hanya terpatas ruang yang dibatasi dinding.
Saya sepakat dengan apa yang diungkapkan Ali Afandi bahwa untuk memulai PTK
adalah menulis apa yang dirasakan dan dipikirkan setelah kegiatan belajar
mengajar. Kita harus memulai dari menulis dan menulis. Demikian juga apa yang
telah digambarkan Dr. Muqawim PTK sederhana tulis apa yang terjadi dalam KBM,
setiap satu pertemuan 1 buah karya kalau dalam satu minggu 9 pertemuan berarti
sudah 9 PTK.
Yang paling terkesan dengan Dr. Arif ketika saya bertanya tentang model PTK
yang ideal dasarnya adalah teori behavioral bahwa keterampilan atau keahlian
dapat terwujud dengan dimulai dari model, tumbuh sikap, keyakinan, kesadaran
dan perilaku. Namun, beliau malah menjawab model PTK ideal tidak didasari
dengan teori behavior. Pada hal maksud saya adalah bahwa bedah model PTK itu
akan melahirkan konsep, kesadaran dan keyakinan sehingga muaranya adalah pada
saya bisa membuat PTK dan membuatnya. Saya sebenarnya tahu, tetapi sulit untuk
melakukan atau membuat itu, merasa masih sulit-dan sulit.
Oleh karena itu, guru yang baik tergantung dihatinya, atau niatnya. Seperti
disinyalir Zakiah Darojat guru PAI harusnya bekerja karena panggilan jiwa bukan
hanya mata pencaharian. Pertemuan terakhir membangun kita semangat dengan ilmu
di kepala, iman dihati, pelaksanaan di tangan dan yes.
Semoga kita semua dapat berbuat sebagai guru yang baik, guru favorit dan
guru yang bekerja dengan hati. Kita semua golden ways menuju Indonesia yang
tercerahkan dengan perbuatan kita. Allah senantiasa memberi lebih dari yang
diharapkan. Amin.(zukra218@yahoo.co.id _12 Juni 2013)
0 komentar:
Posting Komentar