Sabtu, 02 November 2013

Materi Tarih Terintegrasi



Konsep Materi Tarih Terintegrasi  : Oleh Sukra Immawan
MUHAMMAD BIN ABDULLAH
A.      Masa Kanak-Kanak (0-8 tahun)

Muhammad bin Abdullah dilahirkan pada hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awwal tahun  Gajah (20 April 571 M). Tahun ini juga dikenal dengan sebutan tahun Gajah, karena pada tahun ini pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, gubernur Abessinia menyerang gajah dengan pasukan gajah. Ia lahir yatim, ayahnya Abdullah telah meninggal pada usia kandungan Muhammmad oleh Ibunya (Aminah)  6 bulan.  Muhammad setelah lahir tidak hanya disusui oleh ibu sendiri tetapi diasuh oleh Bani Sa’ad (Halimah Sadi’ah).


Peristiwa misterius selama Muhammad di kampung Bani Sa’ad,  Asi Halimah tiba-tiba menjadi sangat banyak untuk menyusui Muhammad, demikian pula susu unta yang dikendarai penuh sehingga dapat dikonsumsi selama perjalanan. Rumput di padang gembala yang biasanya gersang menjadi tumbuh subur dan  hijau. Keluarga Halimah dengan kehadiran Muhammad kecil  menjadi berkecukupan.
Usia 9 bulan dia telah lancar berbicara, bawaannya bersih dan pemalu, serta jarang menangis. Ia gemar melihat benda-benda di angkasa. Pada usia 3 tahun, saudara sepersusuannya berteriak melihat Muhammad didatangi 2 orang laki-laki berpakaian putih dan membelah dadanya mengeluarkan hati, kemudian dibersihkan. Halimah dan suaminya tidak tahu apa yang harus dilakukan, melihat keadaan putranya yang pucat.  Usia 5 tahun bertemu dengan orang Abessinia yang menanyakan, mereka berkata, “ anak ini akan menjadi orang besar.  Suatu hari nanti kami pasti akan membawanya ke negeri kami. Sebelumnya kami telah mendengar tentang dia.”

Jadi Muhammad diasuh oleh Halimah Sa’diyah selama masa Kanak-kanak 0-5 tahun.
Setahun kemudian Aminah ibu dari Muhammad meninggal di desa al-Abwa  dan dikubur disana. Muhammad bersama  Ummu Aiman (budak peninggalan ayahnya) kembali ke kakek Abdul Muththalib, 2 tahun kemudian Abdul Muththalib wafat pada usia 80 tahun. Muhammad usia 8 tahun tinggal bersama pamannya yang bernama Abu Thalib.

B.      Masa Remaja
Muhammad dengan sikap kemandirian untuk mengurangi beban ekonomi pamannya, ia menjadi penggembala kambing di sekitar Mekah.
Pada usia 12 tahun, ia menyertai paman Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Kafilah dagang singgah di Busra, perbatasan Syam dekat Yordania, penduduknya memeluk agama Kristen, pengikut Nestorius (380-451) di tepat inilah Muhammad bertemu pendeta Buha’ira. Buha’ira melihat noda tanda kelahiran di antara kedua belahan bahu Muhammad yang dikenal sebagai tanda kenabian. Ia berpesan kepada Abu Thalib bahwa anak itu akan menjadi orang penting dimasa-masa mendatang agar tidak pergi lebih jauh lagi.

Berdagang untuk Khadijah dengan bayaran 4 ekor anak unta,  Muhammad ditemani Maisarah pembantu Khadijah ke Syam. Khadijah terpikat dengan kecerdasan dan kejujurannya, perdagangan yang dilakukan Muhammad mendapatkan keuntungan lebih besar dari biasanya. Akhirnya Muhammad mengahiri masa lajangnya dengan menikahi Khadijah dengan mahar 20 ekor unta, janda kaya raya, cerdas dan cantik.

C.      Masa Dewasa
Muhammad dikaruniai 2 orang laki-laki dan 4 anak perempuan. Qasim dan Abdullah (meninggal pada usia 2 tahun), Ruqayah, Zainab, Ummu Kutsum dan Fatimah.  Usia 35 tahun terjadi perbedaan pendapat antar kabilah, mereka masing-masing merasa berhak untuk menempatkan kembali Hajar Aswad, setelah kabah direnovasi. Muhammad satu-satunya juri yang adil, karena ia orang yang al-Amin, dapat dipercaya. Setiap pemimpin kabilah memegang ujung kain, kemudian Muhammad mengambil dan meletakkan Hajar Aswad ke tempat semula. Perselisihan diakhiri dengan baik, puas dan adil.
Pelajaran Akhlak :
Jujur dan Amanah.
Jujur adalah kesesuaian antara perkataan dan perbuatan. Jujur dalam segala aspek : jujur dalam niat, jujur dalam perkataan dan jujur dalam tindakan. Kisah Nabi Zulkifli
Amanah adalah seseorang memenuhi apa yang dititipkan. Kisah Nabi Zulkifli :
KISAH NABI ZULKIFLI AS
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan kami rahmati kesemuanya mereka karena mereka adalah orang yang berbuat baik.” ( Qs. Al-anbiya : 85-86)
“Dan ingatlah akan  Ismail, Ilyasa, dan Zullkifli mereka adalah orang-orang  yang paling  baik.” (Qs. Shad :48).
Nabi Zulkifli a.s adalah anak Nabi Ayyub a.s dan asal namanya ialah Basyar. Allah s.w.t telah mengangkatnya menjadi Rasul sesudah ayahnya dan Allah s.w.t telah memasukkannya ke dalam golongan orang-orang yang sabar. Zulkifli adalah keturunan Ishak dari Nabi Ibrahim. Diperkirakan dalam riwayat ia hidup pada tahun 1500-1422 SM.Ia diangkat menjadi Nabi tahun 1460 SM. Ia berdakwah pada orang Amoriadi Damaskus dan wilayah sekitarnya.
 “Zulkifli” artinya “orang yang sanggup”. Pada suatu hari ada seorang raja dalam kaumnya yang sudah tua dan tidak berdaya lagi. Raja itu akan menyerahkan pemerintahannya kepada orang yang dapat bertanggung jawab dalam menjalankan amanah umat dan orang yang bertaqwa kepada Allah s.w.t. Raja tersebut telah menghimpunkan rakyatnya untuk memilih orang yang sanggup menjadi raja dengan syarat-syarat yang akan dikemukakan. Beliau berkata: "Siapakah diantaramu yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadat pada malam hari dan tidak akan marah-marah, maka kepadanya aku akan serahkan kerajaan ini kerana aku sudah tua."
Berdirilah seorang pemuda yang bernama Basyar sambil mengangkat tangan dan berkata: "Saya sanggup". Kemudian raja itu berkata lagi: "Siapakah diantaramu yang sanggup berpuasa pada siang hari, beribadat pada malam hari dan tidak akan marah-marah, maka kepadanya aku akan serahkan kerajaan ini." Berdiri lagi pemuda yang bernama Basyar itu sambil mengangkat tangan dan berkata: "Aku sanggup".
Demikianlah secara berulang-kali raja berkata seperti itu dan berulang-ulang kali pula pemuda itu menyahut perkataan yang serupa. Adapun rakyat yang lain tidak seorangpun yang bersuara, kerana mungkin mereka tidak sanggup untuk menjalankan amanah itu.
Lalu raja menyerahkan kerajaan tersebut kepada Basyar kemudian ditukar namanya menjadi Zulkifli, ertinya orang yang sanggup memegang janji.
Setelah beliau menjadi raja, diaturnya waktu tidur dari jam sekian sampai jam sekian, maka waktu lain dipergunakan untuk menguruskan umatnya. Pada siang hari dia berpuasa dan pada malam hari dia beribadat kepada Allah s.w.t. Demikianlah aturan hidup yang telah ditetapkan oleh Nabi zulkifli a.s. dalam memegang amanahnya sebagai raja.
Namun syaitan itu penuh dengan rasa dengki khianat kepada anak Adam lalu datanglah mereka menyerupai manusia menggodanya, ia itu berpura-pura mengadu akan hal-ehwalnya kepada raja. Pada waktu itu raja hendak tidur, maka diserahkannya urusan itu kepada wakilnya. Tetapi tetamu itu tidak mahu hal itu diuruskan oleh orang lain, dia memaksa raja juga yang menyelesaikannya.
Akhirnya karana tamu itu tidak mau beredar dan maukan halnya diselesaikan oleh raja dengan segera, maka waktu untuk raja tidur tiada lagi. Raja tidak memarahi tetamu tersebut, sebaliknya cuba menyelesaikan masalah tamu yang sebenarnya syaitan berupa manusia.
 Pada suatu hari terjadilah peperangan di negeri itu dengan orang-orang yang durhaka kepada Allah s.w.t, maka Nabi Zulkifli a.s pun memerintahkan umatnya untuk pergi berperang. Jawab mereka: "Hai raja! Kami takut untuk pergi berperang, kerana kami masih senang hidup di dunia ini.”
 Mendengar itu raja tidak marah, lalu beliau pun berdoa kepada Allah s.w.t: "Ya Allah, saya telah sampaikan risalah Tuhan kepada mereka, menyuruh mereka untuk berperang, tetapi mereka mempunyai permintaan, sesungguhnya Allah mengetahui akan permintaan mereka itu." Maka diwahyukan Allah kepada Nabi Zulkifli a.s: "Ya Zulkifli, Aku telah mengetahui akan permintaan mereka dan Aku mendengar doamu, semua itu akan Aku kabulkan."
 Begitulah kesabaran Nabi Zulkifli a.s dalam menghadapi urusan, ia selalu berpegang pada janji, dan dari itu kekallah beliau dengan nama Zulkifli. (sumber : Kisah 25 Nabi dan Rasul)
Pada tahun 610 H, usia 40 tahun Muhammad sering pulang pergi ke gua Hira untuk ber-tahannus atau tahannuf. Tahannus adalah menyendiri  disuatu tempat untuk merenung atau berfikir tentang keadaan alam semesta dan penciptanya. Kegiatan ini sudah berjalan selama 7 tahun.
Pada tanggal 17 Ramadlan 610 M, Muhammad menerima wahyu yang pertama QS. 96 (al-‘Alaq) ayat 1-5 :
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
96:1] Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan,
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
[96:2] Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
[96:3] Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah,
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
[96:4] Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
[96:5] Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.

Pelajaran Akhlak :
Wahyu pertama perintah membaca. Wahyu pertama ini lebih mengarah kepada kesiapan pembentukan manusia yang berilmu dan beriman. Ilmu menjadi penting, karena peletak dasar peradaban masyarakat, dengan ilmu semua menjadi jelas, dengan ilmu pula nilai keimanan, harkat dan martabat manusia menjadi tinggi.  Maka petualangan mencari ilmu, adalah kewajiban. Bahkan Nabi sendiri bersabda: “siapa saja yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memberikan kepadanya kemudahan jalan menuju surga.”(HR. Ibnu Majah dan Muslim).
Muhammadiyah sebagai gerakan pembaharu, menyatakan bahwa setiap warga masyarakat memiliki keewajiban mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ada 5 pokok-pokok dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan keputusan muktamar tahun 2000 di Jakarta:
1.       Wajib menguasai dan memiliki keunggulan dalam kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai sarana kehidupan yang penting untuk mencapai kebahagian di dunia dan di akhirat. QS. an-Nahl : 43, al-Qashash: 77, al-Mujadalah : 11 dan at-Taubah : 122)
2.       Harus memiliki sifat-sifat ilmuwan, yang kritis (QS. al-Isra : 36), terbuka menerima kebenaran dari manapun datangnya, serta menggunakan daya nalar (QS. az-Zumar : 18)
3.       Kemampuan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian tidak terpisahkan dengan iman dan amal shaleh yang menunjukkan derajat kaum muslimin dan membentuk pribadi ulul albab (QS. al-Baqarah : 197, Ali’Imran : 7, 190-191, al-Maidah : 100, ar-Ra’d : 19-20).
4.       Berkewajiban untuk mengajarkan kepada masyarakat, memberikan peringatan, memanfaatkan untuk kemaslahatan dan mencerahkan kehidupan sebagai wujud ibadah, jihad, dan dakwah (QS. al-Baqarah : 151, at-Taubah : 122)
5.       Menggairahkan dan menggembirakan gerakan mencari ilmu pengetahuan dan penguasaan teknologi, baik melalui pendidikan maupun kegiatan-kegiatan di lingkungan keluarga dan masyarakat sebagai sarana penting untuk membangun  peradaban Islam, termasuk memasyarakatkan tradisi membaca.
Bukti besarnya peranan ilmu pengetahuan dan teknologi telah dibuktikan sejarah, seperti berikut :
1.       Bidang ilmu pengethuan : Jabir bin Hayyan, Muhammad Ibnu Musa al-Khawarizmi, Ali Ibnu Hazm, Abu Fatah Umar Ibnu Ibrahim al-Khayyam, Syaikh Ibnu Abdullah Ibnu Batutah, Abu Jabar Muhammad Ibnu Jabir al-Battani, dan Abu Raihan Muhammad Ibnu Ahmad al-Biruni
2.       Bidang kedokteran : Ibnu Sina, Ibnu Maskawaih dan Abu Bakar ar-Razy
3.       Bidang kesenian : Abu A’la al-Ma’ary, Nizami, dan  Abu Bakrin Muhammad Ibnu Ali Muhyiddin Ibnu Arabi.
4.       Bidang Filsafat : Ibnu Rusydi, al-Farabi, al-Kindi, Ibnu Khaldun, Ibnu Tufail, dan al-Ghazali.
5.       Bidag Tauhid : Abu Hasan al-Asy’ari, Abu Manshur al-Maturidi, Abu Huzail al-Alaf.
6.       Bidang akhlaq : Imam Mawardi, dan Ibnu Maskawaih
7.       Bidang fiqh : Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i, dan Imam Hambali.
Cara wahyu turun kepada Muhammad, kadang didatangi seorang malaikat berupa suara lonceng yang sangat keras, datang dalam ujud seorang laki-laki lalu berbicara kepada Muhammad saw, merasa  kepayahan, badannya menggigil kedinginan, dan enggan berbicara dengan orang lain. Waktu wahyu pertama, Khadijah diminta memberi selimut. Khadijah melihat suami dalam keadaan tersebut menceritakan kepada Waraqah bin Naufal, saudara sepupunya, penganut Nasrani yang taat. Waraqah berkata,”Maha Suci, Maha Suci, Maha Suci ! Demi Dia yang menguasai jiwa Waraqah, telah datang kepada Muhammad wahyu terbesar, bahkan melebihi wahyu yang datang kepada Musa.”
Wahyu kedua  (Bersambung)

0 komentar:

Posting Komentar

◄ Posting Baru Posting Lama ►
 

Best Patner

Copyright © 2012. ZUKRA SMPN3PPU - All Rights Reserved B-Seo Versi 3 by Blog Bamz