Insiparsi
dari Prof. Dr. Imam Suprayogo (Rektor UIN Malang)
Pemikirannya tidak
melangit, tapi justru sebaliknya pemikirannya membumi dan langsung dibuktikan
dalam kenyataan. Pemikiran dan tindakan untuk mengubah mindset bahwa pendidikan
Islam itu dapat maju. Ia buktikan dengan hampir 30 tahun memimpin lembaga
pendidikan dari jenjang SD sampai perguruan tinggi.
Pernah mengubah Madrasah Ibdtidaiyah Negeri Malang menjadi sekolah pilihan masyarakat dan prestasinya mengalahkan sekolah negeri yang selama ini lebih awal maju. Ia bersama Malik Fajar membangun Universitas Muhammadiyah Malang. Ia memimpin UIN Malang sampai sekarang. Hidupnya diabdikan kepada kemajuan pendidikan Islam.
Pendidikan dapat maju
setidaknya ada 3 langkah yang harus dijalani, yaitu :
1.
Kemauan untuk mengubah pendidikan dari
keterbelakangan menjadi pendidikan yang bermutu.
2.
Berani mengubah
3.
Tidak takut kepada resiko perubahan
Dari
tiga hal itu telah dibuktikan beliau
memimpin MIN Malang, UMM dan sekarang di UIN Malang. UIN Malang yang dulunya
STAIN.
Salah
satu indikasi bahwa UIN yang dipimpinnya berhasil misalnya dari penerimaan
mahasiswa baru, awal-awal pimpin lembaga ini daya tampung penerimaan mahasiswa
baru adalah 400 orang ternyata yang
daftar 300 orang, tentu tidak ada seorang pun yang tidak diterima di lembaga
yang dipimpinnya. Namun setelah beberapa tahun kemudian, mahasiswa yang diterima 2.500 dari
pendaftar 23.000 bukan hanya dari sekitar malang tapi sudah dari Amirika,
China, Yaman dan lain-lain.
Kegelisahannya
menyangkut kemunduran dunia Islam dan pendidikan Islam. Asumsi yang salah dari pemahaman agama dan
Islam sehingga terjebak pada pemahaman bahwa Islam adalah ritual, seperti
shalat, puasa dan seterusnya. Ia berusaha membedakan antara agama dan Islam.
Islam adalah peradaban maju yang membawa rahmatan li’alamin kepada umat
manusia. Dengan kata lain Islam adalah peradaban. Adapun agama adalah ritual,
upacara-upacara persembahan kepada Allah dan segala hal yang terkait dengan
kelangsungan peribadatan. Menurutnya, jabatan agama dari mudin yang paling
rendah di desa. Artinya bahwa Islam tidak tepat hanya dibawa pada persoalan
agama yang terkesan ritual semata. Bahkan kadang sering terjadi dari pemahaman
ritual inilah menjadi sebab perpecahan umat. Misalnya karena masalah shalat
yang berbeda cara mengangkat tangan pada saat takbiratul ihram, dan seterusnya.
Banyak energi terkuras masalah ini, pada hal semua tidak tahu siapa yang
shalatnya diterima Allah swt.
Apabila
kita pahami risalah kenabian Muhammad saw sesungguhnya adalah :
1. Ilmu,
ayat yang pertama adalah tentang membaca, asmaul husna pertama khaliq. Hal ini
menggambarkan bahwa hasanah keilmuan yang dalam dan maju merupakan risalah yang
pertama yang harus dicamkan baik-baik sehingga menjadi visi bersama untuk
membangun Islam
2. Kualitas
sumberdaya manusia
3. Keadilan
4. Tuntunan
ritual (shalat dan lain-lain)
5. Beramal
shaleh (profesional dalam berbuat). Beramal shaleh bukan kota amal.
Disarikan dari kuliah MSI UMY_ SPAI hari Selasa, 12 November 2013
0 komentar:
Posting Komentar